Kamis, 01 Oktober 2009

MENCINTAI SEJARAH

Tulisan saya terinsprasi dari "curhat" seorang teman yang berprofesi sebagai guru Sejarah di sebuah SMA Swasta. Beliau mengatakan bahwa Kurikulum terbaru (KTSP) yang berlaku di Indonesia, telah mematikan sejarah dengan mengurangi jam pelajaran Sejarah. Bahkan, tidak hanya mengurangi jam pelajaran, mereka juga mengurangi materi dalam mata pelajaran Sejarah. Beberapa materi yang seharusnya penting untuk diketahui, tetapi dikurangi (istilah resminya dipadatkan) ialah tentang pemberontakan PKI 1965.
Pengurangan materi ini, sebenarnya bukanlah hal yang bijaksana. karena, seperti yang kita ketahui, peristiwa 1965 merupakan peristiwa besar dalam sejarah kita. Peristiwa ini menjadi awal perubahan dari orde lama ke orde baru. Maka muncullah pertanyaan besar mengenai apakah yang melatarbelakangi para penyusun kurikulum ini memperpadat bahasan dari materi PKI ini?
Selain materi tersebut, ada beberapa materi lagi yang dipadatkan oleh penyusun kurikulum, dengan alasan bahwa materi itu terlalu sulit bagi siswa SMA. Karena padatnya materi sejarah, maka ini pun berimabas pada pengurangan jam mata pelajaran. Alhasil, ada guru mata pelajaran Sejarah hanya mengajar 3 jam dalam satu minggu. Jika kita hubungkan dengan kondisi saat ini yang mengembangkan prinsip Kapitalisme, maka fenomena pengurangan jam ini ada hubungannya. Kondisi saat ini,setiap orang pasti berkeinginan untuk memperoleh uang. Paradigma saat ini adalah, bidang teknologi dan eksak yang bisa menghasilkan uang. Karenanya, tak heran jika mata pelajaran eksak yang lebih dipentingkan daripada IPS. Sekarang ini, untuk jadi dokter, arsitek, masuk ke teknik, harus dari jurusan IPA.Padahal, jadi dokter-pun besok juga akan terjun ke masyarakat, jadi masuk ke ranah sosial kan?????
Memang, untuk beberapa materi Sejarah, siswa perlu memiliki penalaran dan analisis yang baik, selain itu guru pun harus pandai-pandai menyampaikan materi. Jika demikian keadaannya, pemerintah tidak perlu lagi mengurangi bahasan Sejarah. karena, siswa harus mengetahui sejarah bangsanya, dari awal hingga akhir, tanpa satu pun peristiwa terlewati. Apalagi, sekarang telah banyak buku-buku Sejarah-yang meski harus melewati kritik sumber-yang bisa digunakan oleh guru-guru sejarah. Meskipun saat ini Sejarah dibatasi jam mata pelajarannya, Guru Sejarah bisa mempergunakan pengetahuan dan kepandaiaannya untuk membuat siswa mencintai Sejarah. Karena, Sejarah tidak hanya membuat orang lebih menghargai bangsa dan negaranya, tetapi juga membuat orang lebih bijaksana. Dengan mempelajari sejarah, siswa kita juga diajarkan ubtuk menganalisis sesuatu, sehingga daya nalar mereka akan lebih terasah.

Tidak ada komentar: