<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5934825681142959429</id><updated>2012-02-14T21:11:15.668-08:00</updated><title type='text'>TrY tO Be  wIsE</title><subtitle type='html'>Power is Key of Success....
Be strength and Look,,till the Way bring U to Eternity...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://laelyarmy.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>laelyarmy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575767304171158431</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_3gwkGDZeHRU/TOdUsS7Zq-I/AAAAAAAAAC8/2J4gA4G7xAo/S220/DSC00024.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>27</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5934825681142959429.post-8711486406485158629</id><published>2012-02-11T17:15:00.000-08:00</published><updated>2012-02-11T17:15:01.565-08:00</updated><title type='text'>SINAR DI BALIK KEGELAPAN ABAD XX: STUDI KASUS KARESIDENAN BANYUMAS PERIODE KULTUURSTELSEL</title><content type='html'>Periode Kulturstelsel yg terjadi di Nusantara (khususnya Pulau Jawa, Sumatera) pada akhir abad XIX, tepatny thn 1830 (kesepakatan sejarawan), dianggap sbg masa2 gelap bangsa Indonesia. Ketentuan menanam tanaman ekspor oleh pemerintah Hindia Belanda, ditambah dengan sikap bupati yg msh terkenang dgn romantisme masa lalu (pd msa kerajaan, bupati brtindak sbg raja kecil di wilayahnya), membuat penderitaan rakyat semakin kompleks dan menyedihkan. Alih-alih melindungi rakyatnya, bupati dan pejabat Ambtenant Bestuur yg lain malah semakin menekan rakyat dengan mengotak-atik peraturan yg telah ditetapkan oleh pemerintah. Kondisi ini tak pernah diketahui rakyat, karna keterbatasan mental, intelegensi, dan fisik. Keterbatasan mental adl kungkungan tradisi yang menganggap klien (rakyat) harus tunduk pd smua perintah patron (Raja dan keturunannya), yng kemudian scr implisit tlh ditanamkan bahwa sikap tunduk dan nrima ing pandum harus dimiliki oleh rakyat. Klien tak boleh lebih pintar dan lebih kuat dr si patron. Inilah yg kmudian scr tdk lngsung mmbentuk keterbatasan intelegensi dan fisik.&lt;br /&gt;Sebuah idiom mngatakan "Segala yg kita alami d dunia pasti ad hikmahnya", Allah SWT pun menyatakan "Dia tidak akan menurunkan ujian, jika mereka tidak mampu menanggungnya', dan Kartini pun prnah menulis sebuah buku berjudul "Habis Gelap terbitlah Terang". Memang apabila pernyataan tersebut disampaikan ketika peristiwa yg menyedihkan sdg trjadi, maka pasti akan sulit bagi kita menerimanya. Tetapi, jika kita melihatnya pada konteks kekinian, akan tampak nyata kebenaran idiom tsb. Inilah sejarah manusia, kadang sesuatu yg baik pada zamanny akan dianggap buruk pada zaman yg lain,contohnya Kaisar Nero, dia sempat dipuja-puja oleh bgs Romawi krn kehebetannya, tp stelah lepas periodenya, Nero saat ini dianggap sbg kaisar terkejam sepanjang sejarah dunia, bahkan saat ini ia tlh kehilangan kewibawaan sbg Raja, krn Anjing pun diberi nama NERO. Demikian juga, seringkali sesuatu yang buruk pd zamannya, akan tampak kebaikannya di masa lalu. Seperti yg terjadi pd kasus Kultuurstelsel, berbagai kemudahan yg kita rasakan saat ini, baik yg berupa ide maupun bentuk fisik, adalah "sinar" yg muncul setelah "gelap"nya periode tsb. Sebagai gambaran, berikut akan diulas tentang "sinar-sinar" spt apa yg muncul, dan utk mmpermudah, akan difokuskan pada wilayah Karesidenan Banyumas.&lt;br /&gt;Sejak masa kerajaan Majapahit, Demak, Pajang, Mataram, Kartasura, hingga Kasunanan Surakarta, Banyumas termasuk dalam wilayah mancanegara kilen (mancanegara Barat). Kekuasaan Belanda di Banyumas merupakan dampak dari Perang Jawa, yang mengakibatkan kerugian besar dialami oleh pemerintah Hindia Belanda. Dari segi finansial mereka telah menanggung beban untuk biaya perang sebesar 30.000.000 Gulden, belum termasuk biaya khusus untuk keperluan militer mereka yang berjumlah tidak kurang dari 2.000.000 Gulden. Jumlah korban jiwa selama peperangan tersebut juga luar biasa banyak. Tidak kurang dari 8.000 serdadu berkebangsaan Eropa serta tidak kurang dari 7.000 serdadu pribumi tewas. Kurang lebih 200.000 rakyat Jawa juga tewas, yang menyebabkan penduduk Yogyakarta menyusut separuhnya seusai peperangan.Kerugian tersebut dilimpahkan sepenuhnya kepada pemerintah kerajaan Surakarta dan Yogyakarta, karena Belanda menganggap bahwa perang ini adalah demi kepentingan kedua kerajaan tersebut. Sebagai ganti rugi, Belanda meminta sebagian wilayah mancanegara milik kedua kerajaan tersebut, yaitu mancanegara kilen yang terdiri dari Bagelen dan Banyumas, serta mancanegara wetan yang mencakup Kediri dan Madiun. Untuk urusan pengambilalihan, dibentuk Commisie ter Regeling der Zaken (komisi urusan tanah-tanah kerajaan) di Surakarta. Namun sebelum kesepakatan pengambilalihan, salah seorang anggota komisi J.J Sevenhoven pada tanggal 24 Mei 1830 secara sepihak telah menunjuk residen Pekalongan M. H. Hallewijn untuk mempersiapkan penyelenggaraan pemerintahan Sipil di Banyumas dan daerah sekitarnya. Ketika Hallewijn tiba di Banyumas pada 13 Juni 1830, kepala perwakilan sementara pemerintah Belanda di Banyumas, Borger, yang merupakan anak buah Residen Tegal, tidak mau mengadakan serah terima jabatan dengan alasan tidak ada perintah dari atasan. Walau demikian ia tetap mau menjalankan perintah dari penguasa baru itu.&lt;br /&gt;Di Banyumas, pengambilalihan pemerintahan berlangsung tanpa seijin Kasunanan Surakarta. Tanggal 15 Juni 1830, Hallewijn minta kepada seluruh bupati di wilayah Banyumas menyerahkan piagam pengangkatannya sebagai bupati yang diberikan oleh Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta. Pada tanggal 22 Juni 1830, pemerintah kolonial Belanda baru mengadakan perjanjian dengan Kasunanan Surakarta. Sejak itu secara resmi Kadipaten Banyumas dikuasai pemerintah Belanda dan sebagai kompensasi pihak Kasunanan diberikan 80.000 gulden dan pihak Kasultanan Yogyakarta 10.000 gulden. Residen de Sturler menjadi Residen Banyumas yang pertama.Penguasaan Belanda atas Banyumas ditandai dengan dikeluarkannya resolusi Dewan Hindia Belanda tanggal 22 Agustus 1831 Nomor 1 tentang pembentukan Karesidenan Banyumas yang terdiri dari lima kabupaten, yaitu Kabupaten Banyumas, Kabupaten Ajibarang (Purwokerto), Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banjarnegara, dan Kabupaten Majenang (Cilacap).&lt;br /&gt;Penguasaan Belanda atas Banyumas turut mengikutsertakan daerah ini dalam sistem Kultuurstelsel yang diusulkan oleh Van den Bosch tersebut. Kondisi geografis Banyumas yang dikelilingi oleh pegunungan dan sungai, menjadikannya sebagai wilayah subur dan cocok untuk ditanami berbagai tanaman perdagangan tersebut. Tanaman perdagangan yang pertama kali dikenal oleh masyarakat Banyumas pada masa cultuurstelsel adalah kopi, yang pada awalnya ialah jenis kopi arabica, kemudian jenis kopi liberia dan terakhir kopi robusta. Pada tahun 1838, ada 21.140.722 pohon kopi dengan klasifikasi kopi hutan (bosch-koffij), kopi kebun (tuin-koffij), dan kopi pagar (pagger-koffij). Sampai tahun 1838, di seluruh karesidenan Banyumas menunjukkan bahwa ada 32.061 keluarga di 2.616 desa dan kampung yang terlibat dalam sistem ini, dengan rincian Kabupaten Banyumas berjumlah 15.229 keluarga, Purbalingga 4.051 keluarga, Purwokerto 3.886 keluarga, Dayeuhluhur (Majenang) 3.657 keluarga, dan Banjarnegara 5.238 keluarga. Tanaman kopi berkembang baik di wilayah Banyumas, karena itu sistem penyerahan wajib untuk tanaman kopi baru berakhir pada tahun 1920. Tanaman kedua yang diperkenalkan adalah indigo (tarum, tom).Tanaman selanjutnya adalah tebu, tebu tidak ditanam secara perorangan melainkan melalui sistem perkebunan yang awalnya dikelola oleh pemerintah. Penanaman tebu di wilayah Banyumas pertama kali dilakukan tahun 1838 pada areal sawah seluas 56 bau. Wilayah pertama yang ditanamai tebu adalah di sebelah selatan Sokaraja, tepatnya di Desa Kalibagor. Desa Kalibagor pada waktu itu masih terdapat sawah yang luas yang bisa ditanami tebu secara bergilir dengan tanaman padi. Tanah yang digunakan untuk perkebunan tebu adalah tanah milik desa dan tanah milik masyarakat. Perjanjian tentang penggunaan tanah yang akan ditanami tebu biasanya dilakukan oleh Kepala Desa setempat dengan pejabat Belanda yang mengurusi perkebunan. Masyarakat penggarap tanah biasanya tidak diikutkan dan tidak boleh tahu seperti apa perjanjian yang dibuat oleh mereka. Pada masa-masa awal pembukaan perkebunan tebu di Banyumas, pejabat Belanda yang banyak melakukan perjanjian dengan para kepala desa di Banyumas adalah G.E. Dorrepaal dan J.W.van Barneveld. Pada awalnya perkembangan penanaman tebu amat lambat. Selama dua tahun sejak tahun 1838 sampai tahun 1840 areal persawahan yang ditanami tebu hanya seluas 400 bau.&lt;br /&gt;Pada tahun 1838 dibangun pabrik gula di Kalibagor, sekitar tiga kilometer arah selatan Sokaraja. Pabrik gula ini pada tahun 1990-an ditutup oleh pemerintah karena selalu merugi, serta tebu yang harus digiling sudah tidak ada. Karena masyarakat Banyumas sudah tidak mau lagi menanam tebu. Pada perkembangan selanjutnya areal untuk penanaman tebu diperluas sampai ke Purbalingga. &lt;br /&gt;Pada tanggal 29 Nopember 1855 pemerintah kolonial Belanda mengeluarkan Surat Keputusan No. 11 yang dijadikan dasar penyewaan tanah kepada penduduk untuk areal penanaman tebu.  Dalam surat keputusan itu ditetapkan bahwa kontrak tanah persawahan di seluruh Karesidenan Banyumas untuk ditanami tebu dilakukan untuk jangka waktu tiga tahun. Tanggal 11 April 1857 pemerintah kolonial mengeluarkan surat keputusan baru yang isinya memperpanjang masa kontrak tanah sawah yang akan ditanami tebu menjadi dua puluh tahun.&lt;br /&gt;Selama periode 1840 sampai akhir 1850-an luas areal tebu di Banyumas masih relatif tetap yaitu sekitar 400 bau. Peningkatan mulai terjadi tahun 1860, bertambah menjadi 500 bau. Namun setelah tahun 1860 tanah-tanah yang semula produktif mengalami penurunan. Hal itu terjadi sampai sekitar tahun 1862. Hal itu disebabkan karena curah hujan begitu tinggi sehingga menyulitkan penggarapan lahan dan membuat tanaman tebu menjadi jelek. Pada periode awal Sistem Tanam Paksa dilaksanakan di Karesidenan Banyumas hampir semua penduduk dikerahkan untuk melaksanakan program pemerintah penjajah tersebut. Pada tahun 1837 prosentase penduduk yang terlibat dalam penanaman tanaman yang diwajibkan oleh penjajah mencapai 77 persen. Pada tahun 1840 turun menjadi 68 persen, tetapi pada tahun 1845 naik lagi menjadi 74 persen.&lt;br /&gt;Di Karesidenan Banyumas juga dikembangkan perkebunan teh, kayu manis dan lada. Perkebunan teh hanya terdapat di Distrik Karangkobar Kabupaten Banjarnegara. Itu pun dalam jumlah yang sangat sedikit. Tanah yang digunakan hanya 15 bau dan ditanami 73.547 batang pohon teh serta digarap oleh 138 keluarga. Kayu manis hanya ditanam di Sokaraja 4 bau, Adireja 26,5 bau, keduanya di Kabupaten Banyumas. Jambu 1 bau serta di Jeruk Legi 5,5 bau. Jumlah  keluarga yang menggarap 929 keluarga dengan jumlah pohon yang ditanam 110.053 batang. Sedangkan lada hanya ditanam di Dayeuhluhur yaitu di distrik Majenang, Dayeuhluhur, Pegadingan dan Jeruk Legi. Seluruh tanaman yang terdapat di empat distrik di atas berjumlah 69.600 pohon. Keluarga yang terlibat dalam penanaman lada berjumlah 3.657 keluarga. Tetapi sampai tahun 1838 ternyata tanaman kayu manis dan lada belum menghasilkan apa-apa. &lt;br /&gt;Tanaman tembakau ditanam di Banjarnegara, Purwokerto dan Dayeuhluhur yang masing-masing luas perkebunannya hanya 200 bau, 190 bau dan 11 bau. Perkebunan tembakau di Banjarnegara dikelola oleh pihak swasta, yaitu oleh C.P. Dufloiny dengan masa kontrak selama 25 tahun sebesar F 90 per bau per tahun. Sedangkan kebun tembakau di Purwokerto dan Dayehluhur dimiliki penduduk. Tembakau merupakan satu komoditas penting yang baru ditanam pada setelah tahun 1835, meski antara tahun tersebut hingga 1848 tanaman ini sempat menghilang dari pasaran, setelah tahun 1848 tembakau kembali menjadi komoditi dagang ekspor yang penting. Nilai tanaman ini per hektarnya lebih tinggi daripada tanaman kapas, walaupun areal yang ditanami hanya separuh dari areal tanaman kapas.&lt;br /&gt;Tanaman selanjutnya adalah kapas. Perkebunan kapas hanya terdapat di Kabupaten Purwokerto, tepatnya di distrik purwokerto, Ajibarang dan Jambu serta di Kepatihan Dayeuhluhur yang meliputi Distrik Dayeuhluhur, Majenang, Pegadingan, dan Jeruk Legi. Tanah yang digunakan untuk perkebunan ini luas seluruhnya 3.039 bau. Dari perkebunan yang cukup luas ini, hanya menghasilkan kapas yang sangat sedikit. Sebagai contoh, pada panenan tahun 1836 dari seluruh perkebunan kapas yang ada ternyata hanya menghasilkan kapas 483 pikul. Apabila dibuat rata-rata, maka satu bau hanya menghasilkan kapas 0,16 pikul. Kapas ditanam baik sebagai tanaman musiman maupun tanaman tahunan, baik di sawah, tegalan, maupun pekarangan. Tanaman ini digunakan sebagai konsumsi domestik saja. &lt;br /&gt;Studi tentang dampak negatif cultuurstelsel bagi pribumi sangatlah banyak. Selain karena memang terjadi eksploitasi tenaga dan hilangnya hak kepemilikan tanah, yang mengakibatkan kesengsaraan, juga muncul dampak negatif lainnya yang disampaikan oleh para peneliti, yaitu terjadinya involusi pertanian (Geertz) hingga munculnya elit baru yang makin menyengsarakan rakyat (Husken, Van Niel, dan Elson). Namun demikian, ada hal substansial lain yang harus diperhatikan ketika kita berbicara tentang pelaksanaan sistem ini dan pengaruhnya. Menurut hemat saya, ada beberapa sisi positif yang diperoleh rakyat pribumi Banyumas sebagai pengaruh dari pelaksanaan cultuurstelsel, yaitu sebagai berikut.&lt;b&gt;&lt;br /&gt;1. Pengenalan Tanaman Baru dan Berkualitas Ekspor &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya dengan petani tradisional di daerah lain, sebelum masuknya dominansi kolonial, rakyat Banyumas tergolong dalam petani subsisten. Tanaman yang diproduksinya hanya berkaitan dengan masalah rumah tangga dan upeti kepada raja. Oleh karena itu tanaman-tanamannya hanya terbatas pada padi, jagung, ketela, kacang-kacangan, dan tanaman pokok lainnya. Sejak masuknya kolonial di Banyumas, tepatnya setelah diberlakukan sistem baru untuk menanam tanaman perdagangan, petani Banyumas dipaksa untuk menanam tanaman-tanaman baru yang berkualitas ekspor, diantaranya adalah kopi, indigo, tembakau, tebu, teh, merica, dan sebagainya. &lt;br /&gt;Tak dipungkiri jika pengenalan paksa tanaman perdagangan tersebut awalnya mengalami kendala karena kurangnya pengetahuan petani terhadap tanaman-tanaman tersebut dan melekatnya jiwa subsistensi dalam diri petani. Namun dengan fasilitas yang mempermudah dan penyuluhan-penyuluhan yang dilakukan oleh pemerintah kolonial, kita pun harus mengakui bahwa petani Banyumas memperoleh pengetahuan baru tentang tanaman-tanaman tersebut. Tanaman-tanaman tersebut, hingga saat ini masih ada yang dibudidayakan, seperti kapas, kopi, dan beberapa tanaman kering lainnya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Pengenalan Sistem Ekonomi Internasional hingga Peningkatan Etos Kerja Petani&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Boeke membagi sistem ekonomi menjadi dua, yaitu sistem ekonomi pra-kapitalis (tradisional/subsisten) dan sistem ekonomi kapitalis (internasional/rasional). Kemandegan/kestatisan yang dialami masyarakat Indonesia dianggap Boeke sebagai akibat dari “penyerbuan” sistem ekonomi kapitalistik. Padahal jika ditelaah lebih mendalam, sistem ekonomi kapitalistik tidak sepenuhnya memberikan dampak negatif bagi masyarakat pribumi. Ada hal menarik yang bisa kita simak disini, yaitu bertambahnya etos kerja petani Banyumas. &lt;br /&gt;Persaingan yang menjadi doktrin bagi sistem ekonomi internasional, memunculkan tingginya etos kerja petani yang kemudian meningkatkan produksi petani. Misalnya, total produksi tanaman padi tahun 1815 adalah 600.750 ton, tahun 1840 menjadi 703.710 ton, tahun 1880 meningkat lagi menjadi 1.990.400 ton. Meskipun ada banyak faktor yang menyebabkan meningkatnya produksi padi, namun tak dipungkiri pada saat itu petani masih menjadi faktor utama dalam meningkatnya hasil pertanian. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Pengenalan sistem upahan (moneterisasi) dan berkembangnya sektor perekonomian baru non pertanian&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Cultuurstelsel untuk pertamakalinya memperkenalkan rakyat kepada uang. Namun ini bukan berarti pada masa sebelum cultuurstelsel uang belum dikenal masyarakat, hanya saja selama masa ini peredaran uang di pasaran Banyumas lebih banyak dari sebelumnya. Banyaknya kuli yang datang dari wilayah di luar Banyumas, semakin memperpadat pemukiman di wilayah Banyumas. Padatnya pemukiman dan beredarnya uang, memacu munculnya sektor-sektor perekonomian baru non pertanian yang dikembangkan oleh penduduk pribumi. Seperti di bidang perdagangan (pasar-pasar), kerajinan, pertambangan garam, dan pegawai pemerintah. Selain itu munculnya pekerjaan baru sebagai pekerja upahan (biasanya laki-laki).&lt;br /&gt;Perkembangan pasar di Banyumas sangat pesat, pada tahun 1832 saja terdapat 418 warung dan 62 pasar.  Pasar dan warung muncul sebagai akibat bertambahnya penduduk (yang bekerja sebagai kuli), dan mereka memerlukan kebutuhan pokok. Untuk warung dan pasar, ada yang dibuat oleh pihak pemerintah maupun perkebunan, ada pula yang merupakan warung dan pasar ‘liar’. &lt;br /&gt;Berkurangnya ladang dan sawah yang digarap, mengakibatkan banyaknya pengangguran, terutama dari kalangan wanita. Padahal, penghasilan suami belum mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka, maka muncullah ide untuk membuat bakul/keranjang bambu. Walaupun kebanyakan dilakukan sebagai pekerjaan sampingan, namun kerajinan keranjang ini memberikan pemasukan kepada para petani. Pekerjaan sampingan selanjutnya yang dilakukan petani di Banyumas adalah pertambangan garam, pada tahun 1830 ditemukan kolam-kolam garam di wilayah Banyumas. Untuk pegawai negeri, terkait dengan pembagian Karesidenan Banyumas ke dalam kabupaten-kabupaten, dimana setiap kabupaten memiliki afdeeling sendiri. Pembagian struktur karesidenan ini melahirkan jabatan-jabatan lokal baru yang kemudian memunculkan elit baru. Elit baru inilah yang merupakan pegawai-pegawai negeri yang dipekerjakan oleh pemerintah Hindia Belanda. &lt;br /&gt;4. &lt;b&gt;Pembangunan Infrastruktur &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;a. &lt;b&gt;Perbaikan Jalan Darat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan jalan darat di Karesidenan Banyumas mulai dilakukan pada pertengahan abad ke-19. Tahun 1843-1845 dibangun jalan pos (pos weg) dari Banyumas menuju ke Buntu. Jalan tersebut kemudian diteruskan ke arah timur (Gombong) dan arah barat (Rawalo). Tahun 1874, jalan dari Banyumas ke Adireja pun dikembangkan dengan memperlebar jalur tersebut. Pelebaran jalan juga dilakukan di jalur Buntu ke Bagelen dan dari Cilacap ke kota Banjar di Karesidenan Priangan. Jalur-jalur ini mulai dikeraskan dengan batu, pelebaran tersebut mempermudah aktivitas warga untuk mengirimkan hasil pertaniannya. &lt;br /&gt;Jalan-jalan lain yang dikembangkan antara lain jalan dari Purbalingga ke utara sampai ke ibu kota distrik Bobotsari dan selanjutnya melalui ibu kota onderdistrik Jatigong sampai ke perbatasan Kabupaten Pemalang. Sepanjang jalur ini sebelumnya yang dapat dilewati gerobak dan dokar hanya sampai sekitar dua pal sebelum Bobotsari. Selebihnya harus ditempuh dengan kuda atau jalan kaki. Antara Purbalingga dan Bobotsari terdapat banyak lereng yang curam dan menimbulkan kesulitan transportasi. Dari Bobotsari ke arah timur melalui ibu kota onderdistrik Karanganyar sampai ibu kota onderdistrik Merbung dengan jalan cabang menuju Karangmoncol, kemudian juga dikeraskan dan dilebarkan. Jalur ini cukup penting karena terdapat pasar desa yang cukup besar dan kecil. &lt;br /&gt;b. &lt;b&gt;Pembukaan jalur lintas Kereta Api Yogyakarta-Cilacap sebagai Sarana Angkutan Baru di Banyumas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan sarana angkutan untuk mengangkut hasil pertanian di pedalaman Banyumas, alat angkutan yang berupa cikar dan dokar tidak banyak membantu, sehingga keefektivan dan keefisiensian, baik dari segi waktu maupun biaya, tidak terwujud pada saat itu. Belajar dari permasalahan tersebut, maka pada tahun 1879 dibuatlah lintas kereta api (Staatsspoorwegen-SS) Yogyakarta-Cilacap sepanjang 187.283 km dan selesai tahun 1887, dengan biaya sebesar 14.709.074.75 Gulden.  Kemudian tahun 1888 Departemen Pekerjaan Umum melakukan penyambungan rel dari stasiun Cilacap ke pelabuhan untuk transportasi barang. Berkat pembangunan SS ini pula pelabuhan Cilacap semakin berkembang dan menjadi jalur utama ekspor barang hasil pertanian dari Banyumas, yang pada masa sebelumnya harus melalui Semarang. Setelah SS, muncullah jalan kereta api lembah serayu (Serajoedal Stoomtram Maatschappij-SDS) &lt;br /&gt;5. &lt;b&gt;Masuknya sarana kesehatan modern di Banyumas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sistem pengobatan modern di Banyumas mulai dirintis sejak abad ke-19. Semula pengobatan modern ini diperuntukkan bagi orang Belanda yang ada di wilayah ini. Namun seiring perjalanan waktu, masyarakat umum Banyumas juga turut merasakan pengobatan modern ini. Pada waktu itu yang pertama kali mengadakan pengobatan modern ke masyarakat bukanlah dari pemerintah melainkan kelompok zending gereja-gereja reformasi Rotterdam. Bermula dari pendirian klinik hingga pendirian rumah sakit, yang berkembang pesat pada pertengahan abad ke 20.Rumah Sakit yang pertama kali dibangun  pada tahun 1914 merupakan hasil kerjasama Vereeniging Kliniek Purwokerto (Perkumpulan Klinik Purwokerto) dengan SDS, yang merupakan cikal bakal dari RS Dr. Margono Soekarjo. Direkturnya adalah Dr. P.R. D’Arnaud Gerkens dan dibantu oleh dokter Jawa bernama Dr. M. Samingoen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Daftar Sumber&lt;br /&gt;Boomgard, Peter. 2004. Anak Jajahan Belanda, Sejarah Sosial dan Ekonomi di Jawa. Jakarta: Djambatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budiono Herusatoto. 2008. Banyumas, Sejarah, Budaya, Bahasa dan Watak. Yogyakarta: LkiS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geertz, Clifford. 1983. Involusi Pertanian, Proses Perubahan Ekologi di Indonesia. Jakarta: Bhratara Karya Aksara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insan Fahmi Siregar, “Historiografi Tanam Paksa”, dalam Paramita Jurnal Sejarah, vol.17, No. 1 – Januari 2007. Hlm. 7-13.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Purnawan Basundoro, Sisi Terang Kolonialisme di Banyumas, tersedia pada www.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prima Nurahmi Mulyasari, “Runtuhnya Suatu Kejayaan: Kota Banyumas 1900-1937” dalam Sri Margana dan M. Nursam (ed.). Kota-kota di Jawa, Identitas, Gaya Hidup dan Permasalahan Sosial. 2010. Yogyakarta: Ombak. Hlm. 19-34.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ricklefs, M.C. 2007. Sejarah Indonesia Modern 1200-2004. Jakarta: Serambi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susanto Zuhdi. 2002. Cilacap (1830-1942): Bangkit dan Runtuhnya Pelabuhan Cilacap. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5934825681142959429-8711486406485158629?l=laelyarmy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laelyarmy.blogspot.com/feeds/8711486406485158629/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2012/02/sinar-di-balik-kegelapan-abad-xx-studi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/8711486406485158629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/8711486406485158629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2012/02/sinar-di-balik-kegelapan-abad-xx-studi.html' title='SINAR DI BALIK KEGELAPAN ABAD XX: STUDI KASUS KARESIDENAN BANYUMAS PERIODE KULTUURSTELSEL'/><author><name>laelyarmy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575767304171158431</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_3gwkGDZeHRU/TOdUsS7Zq-I/AAAAAAAAAC8/2J4gA4G7xAo/S220/DSC00024.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5934825681142959429.post-3411562797244909011</id><published>2012-02-06T21:07:00.000-08:00</published><updated>2012-02-06T21:26:33.440-08:00</updated><title type='text'>Balada sang Gadis</title><content type='html'>Gadis menyusuri jalanan ibukota dengan motor matiknya. Berkali-kali ia bersykur pada sang Khaliq karena telah memberinya rejeki yang melimpah pada hari ini. Selain itu, ia pun merasa bebannya sedikit berkurang, karena ia telah memperoleh kepastian atas pekerjaannya. Sepanjang jalan, gadis mulai berpikir tentang hal-hal yang ingin ia lakukan di tempat kerjanya. Ia ingin melakukan sesuatu yang bisa bermanfaat bagi tempat kerjanya, sebagai rasa terimakasihny karena telah mau mengangkatnya sebagai salah satu pegawai di tempat itu. Bagi gadis, pekerjaannya kali ini adalah impiannya sejak menempuh pendidikan di S1. Demi cita-citanya ini, gadis memilih melanjutkan pendidikan ke S2 dan tidak mencari pekerjaan seperti kawan2nya. Bagi gadis, ketika ia telah memilih sesuatu, maka ia harus fokus pada pilihannya. Ini dilakukannya bukan karena ia malas membagi waktu, tapi karena kondisi fisiknya yang lemah tidak mengijinkan ia bekerja dan berpikir melebihi kemampuannya. &lt;br /&gt;Selesai menempuh pendidikan di S2, gadis mulai memasukkan surat lamaran ke berbagai universitas yang dianggapnya bisa mengembangkan potensi dan mewujudkan impiannya. Tak menunggu waktu lama, dua minggu setelah pengiriman, gadis mendapat panggilan di sebuah universitas swasta berbasis agama. Tentu saja hal ini membuat gadis bahagia. Ia pun menyanggupi permintaan wawancara dari pihak rektorat universitas tersebut. Dengan penuh percaya diri, gadis berhasil membuat pewawancara terpana, hingga mereka memutuskan untuk mengangkatnya sebagai dosen. Kabar gembira ini membuat gadis dan keluarganya bahagia, meski bukan di tempat yang ia inginkan, tapi paling tidak tempat ini tidak terlalu buruk untuknya.&lt;br /&gt;Tiga bulan kemudian, gadis memperoleh kabar bahwa Surat keputusan telah bisa diambil. Maka, gadis pun siap2 berangkat ke kota besar tersebut dengan membawa serta impian2 dalam hati dan pikirannya. Sesampainya di tempat kerja, gadis bertemu dengan beberapa pejabat di tempat tsb, dia pun memperoleh berbagai nasihat dan deskripsi tentang tempat kerjanya. Setelah itu, gadis diperintahkan utk menemui kepala di unit kerjanya. Disinilah gadis mulai menemui keganjilan atas pengangkatannya. Sang ketua yang tidak mengenalnya, merasa bahwa ia tidak dibutuhkan disana, dengan alasan telah banyak pegawai di unit kerjanya, dan tidak ada lagi pekerjaan yang bisa gadis handle. Sontak saja, pernyataan sang ketua membuat gadis terkejut. Ia pun pulang tanpa ada kepastian kapan ia mulai ngantor. &lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian, gadis berniat menemui sang pimpinan, ia ingin bertanya apa sebenarnya yang terjadi di tempat kerjanya. Dan ia pun memperoleh jawaban bahwa ada miskomunikasi antara pusat dengan unit kerjanya, hingga membuatnya belum mendapat tempat pada 4 bulan ini. Tetapi, pihak pimpinan menjanjikannya awal tahun ia mulai ngantor. Hal ini membuat gadis merasa ada sedikit kejelasan baginya. &lt;br /&gt;Di awal tahun, gadis mendatangi tempat kerjanya, beberapa waktu lalu sang pimpinan memberikannya tugas tambahan. Inilah pertama kalinya ia datang ke tempat kerja dan melihat pegawai lainnya. Rasa takut menyeruak ketika ia mulai memasuki pintu, hati kecilnya memberikan motivasi bahwa ALL IS WELL,,semua akan baik-baik saja. Maka, mulailah gadis menjalankan tugas pertamanya dengan semaksimal mungkin, mencoba membuktikan bahwa ia benar2 serius masuk di tempat ini. Kehadirannya sebagai pengawas yang sll hadir, membuat ketua unit kerjanya tampak senang, bahkan ia meminta gadis untuk selalu hadir. Respon positif ini membuat gadis menduga bahwa semua mslh telah terselesaikan dan kejelasan telah didapatnya. Tapi trnyata mslh masih berlanjut, gadis kembali dihadapkan pd kebingungan atas sikap ketua unit kerjanya, yang seakan2 msh belum menerimanya sbg salah satu rekan. &lt;br /&gt;Saat ini, gadis kembali memutar otaknya, mencari solusi atas kemungkinan2 yang akan ia hadapi. Gadis tak habis pikir bahwa begitu kuatnya peran relasi dlm tempat kerjanya, hingga ia harus terombang-ambing seperti ini. Dan gadis smakin mengerti bahwa dunia kerja yang dihadapinya sekarang tidaklah seperti impiannya, yaitu dunia yang menghargai kualitas, bukan dunia yang melihat keluarga atau rekan sekelas. Saat ini, Gadis hnya mngharapkan Allah SWT, sang Khaliq, memberikan petunjuk baginya. Petunjuk yang bs membuat jantungnya kembali berdetak normal,,petunjuk itu masih ia tunggu...&lt;br /&gt;Gadis,,Welcome to The Real World,,,,,Keep Fighting,,,&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5934825681142959429-3411562797244909011?l=laelyarmy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laelyarmy.blogspot.com/feeds/3411562797244909011/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2012/02/balada-sang-gadis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/3411562797244909011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/3411562797244909011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2012/02/balada-sang-gadis.html' title='Balada sang Gadis'/><author><name>laelyarmy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575767304171158431</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_3gwkGDZeHRU/TOdUsS7Zq-I/AAAAAAAAAC8/2J4gA4G7xAo/S220/DSC00024.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5934825681142959429.post-4041204294409185495</id><published>2012-02-05T01:54:00.000-08:00</published><updated>2012-02-05T01:54:22.623-08:00</updated><title type='text'>Dicari: Pemuda yg Cinta Bangsa</title><content type='html'>Beberapa waktu yang lalu, masyarakat Indonesia dikagetkan oleh penetapan status tersangka pada Angelina Sondakh, yg merupakan anggota DPR RI dari Partai Demokrat, dalam kasus Wisma Atlet Palembang. Wanita yang merupakan mantan Putri Indonesia ini, disangka sbagai mediator antara Mindo Rosalina Manulang dgn Mirwan Amir (sang Ketua Besar) dan Anas Urbaningrum (Bos Besar). Perannya sebagai mediator tampak nyata ketika ada alat bukti yang memuat percakapan antara dirinya dan Rosa mengenai Apel Malang utk Ketua besar dan Bos besar. Selain itu, nyanyian sang Nazar tak henti2nya menyebut namanya, hingga KPK pun memutuskan untuk menjadikannya tersangka bersama dengan kader PDIP, I Wayan Koster. Tak pelak lagi, Partai Demokrat blingsatan dan terus berkonsolidasi agar partai tak banyak kena getahnya. Karena di sisi lain, Anas Urbaningrum yg merupakan Ketum Partai Demokrat, masih diserang oleh Nazaruddin dan Rosa. Selain itu, masih ada Andi Mallarangeng yang juga disebut sbg salah satu pihak yg ikut menikmati fee dari PT DGI (sang pemenang tender). Persoalan ini, bukan hanya masalah korupsi saja, tetapi ada hal lain yang perlu diperhatikan dari ketiga politisi yang terlibat ini, yaitu usia. Anas Urbaningrum, Nazaruddin, Andi Mallarangeng dan Angelina Sondakh adalah politisi muda yang luar biasa hebat hingga mampu duduk di Senayan. Keberhasilan mereka meraih sukses di usia muda, membuat banyak pihak mengidolakan mereka, salah satunya adalah saya. Namun, terkuaknya kasus dosa kolektif ini, menimbulkan kekecewaan dan sikap antipati pada mereka. Meskipun azas praduga tdk bersalah tetap dijunjung, tetapi ketika bukti sudah semakin mengerucut, maka hati kecil tak bisa memungkirinya. Ketika senayan mulai menyingkirkan orang2 muda, di tempat lain para pemuda usia 17-25th masih tertarik untuk mencari pundi2 uang dlm waktu yg singkat dan kerja yg enak, salah satu caranya adl mjd artis. Hasrat itu kemudian direspon dgn baik oleh media Televisi dan Rumah produksi utk mengadakan audisi-audisi berbagai entertainer, baik itu dancer, penyanyi, dancer-penyanyii ataupun model. Saat ini bisa disaksikan, smakin menjamurnya acara2 audisi menjadi bintang televisi, yang tak pernah sepi dari partisipasi pemuda2 Indonesia. Inilah yg harus dihadapi bangsa Indonesia. Ketika ada generasi muda yang berminat utk turut dlm memimpin rakyat, mereka berpaling pada egoisme. Di sisi lain, generasi muda yang lain tak lagi memiliki cita2 besar utk memajukan bangsanya. Entahlah, bagaimana nasib bangsa ini kelak jika tak ada yang bergerak untuk membuka mata para pemuda dan menyatakan: BANGUN PEMUDI-PEMUDA INDONESIA, LENGAN BAJUMU SINGSINGKAN UNTUK NEGARA, MASA YANG AKAN DATANG KEWAJIBANMU LAH,,,,,,,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5934825681142959429-4041204294409185495?l=laelyarmy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laelyarmy.blogspot.com/feeds/4041204294409185495/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2012/02/dicari-pemuda-yg-cinta-bangsa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/4041204294409185495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/4041204294409185495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2012/02/dicari-pemuda-yg-cinta-bangsa.html' title='Dicari: Pemuda yg Cinta Bangsa'/><author><name>laelyarmy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575767304171158431</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_3gwkGDZeHRU/TOdUsS7Zq-I/AAAAAAAAAC8/2J4gA4G7xAo/S220/DSC00024.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5934825681142959429.post-4501436224731495298</id><published>2012-02-01T00:59:00.000-08:00</published><updated>2012-02-01T00:59:48.943-08:00</updated><title type='text'>Wanita Indian dan Budaya Mestizo</title><content type='html'>Pernahkah terbersit keinginan untuk menjadi secantik Jennifer Lopez, Christina Aquilera, Gloria Estefan atau setampan Mark Anthony, Ricky Martin?? Jika ya,berarti anda telah mengakui eksotisme wajah-wajah orang Mestizo. Ya, orang Mestizo adalah "blasteran-nya suku Indian dengan bangsa Spanyol", proses menjadi mestizo ini berlangsung sejak abad XVI, yaitu ketika Spanyol mulai memperluas ekspansinya ke wilayah Amerika Selatan. Nah, dalam proses kemunculannya, ternyata wanita Indian sangat berperan dalam memunculkan kebudayaan mestizo. Sebelum saya mengajak pembaca berjalan lebih jauh, sebaiknya kita bicara dulu tentang bangsa Indian, kemudian baru kita bicara tentang awal mula orang Mestizo muncul di Amerika Selatan dan peranan wanita Indian...Ikuti yeeee,,,Suku Indian pertama kali masuk ke wilayah Amerika Utara (Alaska) melalui tanah genting (Selat Bering) yang menghubungkan Asia dengan Amerika. Setelah tiba di Alaska, mereka perlu ribuan tahun untuk meretas jalan ke selatan melintasi celah di gletser-gletser besar. Penyebutan nama “Indian” ini berasal dari orang Eropa yang tiba di Amerika Utara pada abad ke-16, orang-orang tersebut menganggap bahwa mereka tiba di wilayah bernama “India”, karena itulah ketika mereka bertemu dengan pribumi di wilayah tersebut, mereka menyebut mereka dengan “Indian”. Suku Indian memiliki banyak kelompok suku yang hidup terpisah dan memiliki budaya dan bahasa yang berbeda. Meski demikian mereka bisa berkomunikasi dengan bahasa isyarat. Suku Indian memiliki ciri fisik yang sama, yaitu rambut hitam lurus, mata hitam, kulit coklat kemerah-merahan, tubuh tidak banyak bulu, tulang pipi menonjol, dan wajah pada umumnya lebar. Sebelum masuknya bangsa Eropa, umumnya suku-suku Indian bermukim di Pueblo (rumah dari batu dan tanah liat)  maupun tepee (tenda yang dibuat dari kulit bison yang diregangkan pada kerangka kayu yang mudah dipasang, di bagian atasnya ada penutup yang dibuat agar asap dari api unggun yang ada di dalamnya bisa keluar. Peranan wanita Indian sangat penting dalam kehidupan di suku mereka, yaitu menyediakan pakaian, makanan, dan mengurus anak, sedangkan para lelaki berburu dan berperang. Pada suku Indian tertentu (contohnya suku Hopi), pemilik rumah dan pengurus desa adalah wanita. Agama yang dianut mereka masih bersifat animisme-dinamisme, mereka memuja dewa-dewa dan leluhur nenek moyang. Kendati beberapa suku Indian telah mengembangkan sejenis aksara kuno untuk menjaga teks-teks tertentu, kebudayaan Indian lebih mengutamakan bahasa tutur, dimana penceritaan dongeng dan mimpi sangat dijunjung tinggi. Hubungan antar suku-suku Indian tidaklah erat, banyak terjadi peperangan antara mereka, namun banyak pula suku-suku yang menjalin hubungan baik. &lt;b&gt;Kedatangan Bangsa Spanyol&lt;/b&gt;Pada tahun 1492, Spanyol menaklukan penguasa terakhir di Granada. Setelah kemenangan itu raja Spanyol mengizinkan Christopher Columbus berlayar ke India melalui jalur Barat, ia pun sampai di kepulauan Karibia, tepatnya di Mexico. Sejak itulah Spanyol mendirikan koloni-koloninya di wilayah Amerika Selatan. Ekspedisi resmi pertama dilakukan tahun 1513 oleh sekelompok lelaki dipimpin oleh Juan Ponce de Leon yang mendarat di Pantai Florida, di sebuah tempat yang dekat dengan kota St. Augustine (nama sekarang). Setelah Leon datang, muncul nama-nama seperti Hernan Cortes, Hernando De Soto, Fransisco Coronado, dan Cabeza De Baca sebagai conquistador di wilayah negara bagian di benua Amerika bagian Tengah dan Selatan ini. Conquistador ini mulai berupaya menaklukan kelompok-kelompok Indian yang dianggap mengganggu tujuannya, yaitu membangun koloni dan memperoleh kekayaan dari “dunia baru” mereka. Dengan penaklukan Mexico pada tahun 1522, Spanyol mengukuhkan posisinya sebagai penguasa di belahan Bumi Barat. Kedatangan conquistador ini ialah untuk memperoleh kekayaan dan kemakmuran yang tidak didapatkannya di Spanyol (daerah aslinya). Biasanya mereka berniat untuk kembali lagi ke daerahnya setelah ia memperoleh yang diinginkannya. Kekuasaan kelompok borjuis yang ada di Spanyol, membuat mereka tersingkirkan dari komunitas di tanah airnya sendiri. Kendati harus bekerja keras dari awal, conquistador ini tetap berkeinginan untuk mendapatkan ego mereka di “daerah baru” tersebut.  &lt;b&gt;Asimilasi Spanyol dan Amerika Selatan&lt;/b&gt;Spanyol merupakan salah satu imperium besar Eropa yang memiliki kebudayaan kuat dan setiap individunya berkeinginan untuk menyebarluaskan kebudayaan mereka di daerah koloninya. Untuk memperlancar asimilasi tersebut, dilakukanlah perkawinan-perkawinan “tidak resmi” dengan suku-suku pribumi (wanita Indian). Selain cara-cara tersebut, banyak pula penjajah Spanyol yang melakukan cara kejam, yaitu memperkosa wanita-wanita Indian yang mereka lewati selama perjalanan menuju tempat yang mereka idamkan. Sepanjang jalan yang dilewatinya tersebut, mereka merusak desa dan membangun gereja. Mereka juga memberi nama-nama baptis bagi anak Indian dengan nama-nama Spanyol. Semua daerah yang dilewatinya pun diberi nama dengan nama Spanyol. Bahkan, mereka pun mengambil paksa beberapa orang Indian untuk menjadi budaknya. Proses inilah yg kemudian mempercepat asimilasi antara kedua budaya tersebut. Dan, Anak-anak keturunan dan istri-istri tidak resmi inilah yang menjadi pendukung dari kebudayaan Latin, yaitu percampuran antara budaya Spanyol dengan Indian. Anak-anak hasil percampuran ini kemudian disebut sebagai mestizo. Berasal dari bahasa Spanyol yang digunakan untuk menggambarkan orang-orang yang berdarah campuran Eropa dan Non Eropa. Pada awal-awal penjajahan Spanyol, orang Mestizo menjadi golongan kedua setelah orang Eropa asli. Mereka biasanya mendapatkan perlakuan khusus ketika mencari kerja. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa mereka tidak memiliki kedudukan yang utama di masyarakat. Ini dikarenakan mereka bukanlah orang Indian dan bukanlah orang Spanyol. Mereka tersingkirkan dari kedua peradaban tersebut. Karena itulah mereka memiliki komunitas tersendiri. Kemudian, pada tahun 1561, di kota Cuzco, ada kebijakan mengenai diperbolehkannya orang Mestizo membuka usahanya sendiri. Sejak itulah meskipun tidak memiliki kekuasaan sebesar nenek moyangnya dari bangsa Spanyol, komunitas Mestizo memiliki keistimewaan dan kemakmuran yang lebih diperhatikan oleh pihak Spanyol, daripada kaum pribumi (Indian). Meski demikian, masa depan anak Mestizo, ditentukan oleh pengakuan sang ayah Spanyol kepada mereka. Jika anak Mestizo tersebut diakui, maka ia akan dibawa ayahnya ke Spanyol untuk diberi pendidikan dan diangkat sebagai anak resmi. Sedangkan jika ayahnya tidak mau membawanya, ia akan ditinggalkan dengan ibunya bersama harta warisan berupa rumah dan tanah perkebunan/pertanian sebagai bekal hidupnya. Anak Mestizo yang ayahnya merupakan orang terpandang, kelak ketika ingin mengurus apapun, ia akan menggunakan nama ayahnya untuk mendapatkan apa yang menjadi tujuannya. Untuk anak perempuan Mestizo, keberuntungan lebih berpihak kepadanya. Ketika dewasa kelak, ayahnya yang akan menikahkannya dengan orang Spanyol.Percampuran dua kebudayaan yang bertolak belakang ini, memunculkan kebudayaan baru yang unik, yang merupakan perpaduan antara dua budaya yang sama-sama kuat. Perpaduan inilah yang kita kenal dengan budaya latin. Dari segi religi, meskipun memiliki agama Katholik Roma dan Kristen Protestan, orang Amerika Latin tetap memiliki kepercayaan kepada arwah nenek moyang yang begitu kental. Bahkan, di beberapa negara di Amerika Latin, kepercayaan kepada dukun dan peramal masih kental dan hidup di tengah-tengah masyarakat yang beragama. Bahasa, gaya hidup, dan ilmu pengetahuan, tentu saja mengikuti bahasa Nenek moyang mereka yang berasal dari Spanyol. Kekuatan budaya Spanyol yang hidup di Amerika Latin, seringkali telah mati di negara asalnya, namun tetap hidup dan berkembang di Amerika Latin. Contohnya ialah berkembangnya rumah-rumah luas, yang diberinama hacienda. Di dalamnya ada perkebunan dan peternakan yang dikelola oleh orang mestizo yang hidup disana. Dalam segi mata pencaharian, orang mestizo memiliki pekerjaan yang mapan dan pengetahuan yang lebih modern daripada orang Indian. &lt;b&gt;Wanita sebagai Media Asimilasi&lt;/b&gt;Kolonisasi yang terjadi abad XVI hingga XX, selalu memunculkan fenomena baru dalam masyarakat di kedua negara. Selain hubungan antara penjajah dan terjajah, yang memnculkan berbagai penderitaan, ada pula relasi yang menghasilkan satu bentuk habit baru dalam masyarakat. Apalagi, teknis-teknis menjajah antar negara pun memiliki perbedaan. Bagi negara-negara wilayah Carribean, seperti Spanyol, Perancis, menjajah bagi mereka tak hanya mengambil keuntungan secara materi, tetapi juga non materi. Dalam hal ini, mereka juga ingin membesarkan ras mereka, yaitu dengan memperbanyak keturunan di negara-negara jajahan. Memperbanyak keturunan ini juga dimaksudkan untuk menjadikan negeri jajahan mereka lebih beradab (menurut ukuran mereka). Terkait ini, satu-satunya cara yang dilakukan adalah dengan mengawini wanita-wanita pribumi. Selama proses penaklukan hingga pendirian imperium Spanyol di wilayah Amerika Selatan, terjadilah asimilasi antara budaya Spanyol dengan Indian. Asimilasi ini juga merupakan salah satu tujuan bangsa Spanyol untuk mentransfer budayanya kepada budaya Indian yang dianggapnya primitif. Dalam proses asimilasi ini, peran wanita pribumi (indian) menjadi sangat penting. Orang-orang Spanyol melakukan perkawinan campur tidak resmi dengan wanita pribumi (Indian), lalu kemudian dari perkawinan ini lahirlah keturunan-keturunan campur yang kemudian disebut sebagai mestizo. Kebudayaan Mestizo inilah yang kemudian lahir dan berkembang di Amerika Latin hingga saat ini. Perkawinan yang dilakukan oleh orang-orang Spanyol dengan wanita Indian, bukan hanya sebagai pemuas kebutuhan biologis semata. Keinginan untuk menyebarluaskan kebudayaan dan agamanya (Katholik) di daerah jajahannya juga menjadi alasan yang dianggap tepat untuk membenarkan tindakannya di hadapan istri-istri resminya (wanita Spanyol). Tidak semua wanita Indian bisa hidup bersama orang Spanyol. Alasannya ialah karena tidak semua suku Indian mau menerima kedatangan orang Spanyol di tanah mereka. Hanya orang-orang Indian tertentu saja dan memiliki hubungan baik dengan orang Spanyol, antara lain wanita Indian yang merupakan anak dari penerjemah (bahasa Indian) yang selalu menemani orang Spanyol tersebut. Contohnya ialah perkawinan antara Hernan Cortes dengan Nahuatl-Maya, putri dari seorang Indian di Meksiko yang bekerja sebagai penerjemah, bernama Malinche. Dari perkawinan tersebut, lahirlah seorang putra bernama Martin Cortes.  Ia kemudian diakui oleh ayahnya dan dibawa ke Spanyol untuk tinggal disana. Selain itu, wanita Indian lain yang bisa menjadi istri dari orang Spanyol ialah wanita-wanita Indian yang memiliki darah bangsawan (putra dari kepala suku Indian yang mengakui keberadaan kekuasaan Spanyol). Merekalah yang bisa menikah dan hidup dengan bangsawan-bangsawan Spanyol yang datang ke Meksiko. Keturunan merekalah yang kelak bisa memiliki nama dan dipandang berprestise dibandingkan keturunan-keturunan Mestizo lainnya (keturunan dari wanita-wanita yang diperkosa oleh orang-orang Spanyol yang bukan dari bangsawan).Tidak semua wanita Indian bisa hidup bersama orang Spanyol. Alasannya ialah karena tidak semua suku Indian mau menerima kedatangan orang Spanyol di tanah mereka. Hanya orang-orang Indian tertentu saja dan memiliki hubungan baik dengan orang Spanyol, antara lain wanita Indian yang merupakan anak dari penerjemah (bahasa Indian) yang selalu menemani orang Spanyol tersebut. Contohnya ialah perkawinan antara Hernan Cortes dengan Nahuatl-Maya, putri dari seorang Indian di Meksiko yang bekerja sebagai penerjemah, bernama Malinche. Dari perkawinan tersebut, lahirlah seorang putra bernama Martin Cortes.  Ia kemudian diakui oleh ayahnya dan dibawa ke Spanyol untuk tinggal disana. Selain itu, wanita Indian lain yang bisa menjadi istri dari orang Spanyol ialah wanita-wanita Indian yang memiliki darah bangsawan (putra dari kepala suku Indian yang mengakui keberadaan kekuasaan Spanyol). Merekalah yang bisa menikah dan hidup dengan bangsawan-bangsawan Spanyol yang datang ke Meksiko. Keturunan merekalah yang kelak bisa memiliki nama dan dipandang berprestise dibandingkan keturunan-keturunan Mestizo lainnya (keturunan dari wanita-wanita yang diperkosa oleh orang-orang Spanyol yang bukan dari bangsawan).Kehidupan sebagai istri orang Spanyol, memberikan banyak perubahan pada diri wanita Indian. Kondisi lingkungan menjadikan mereka harus bersikap sebagai orang Spanyol, mulai dari perubahan agama (dari animisme menjadi Katholik), gaya berpakaian, hingga gaya hidup. Mereka mulai belajar bahasa Spanyol dan mulai jarang bergaul dengan keluarga Indian-nya. Setelah mereka memiliki keturunan, ia pun melatih keturunan selayaknya orang Spanyol dan menjauhkan anak mereka dari kebudayaan Indian yang dianggapnya primitif.  Kendati banyak anak Mestizo yang dibawa ayahnya ke Spanyol dan dididik sebagai orang Spanyol, namun banyak pula yang ditinggalkan bersama ibunya di tanah lahir. Ibu Indian tetap mendidik anak-anaknya untuk bersikap sebagai seorang Spanyol. Mereka inilah yang kemudian menghasilkan budaya Latin Amerika seperti yang ada saat ini. Meskipun anak-anak mereka telah dididik sekuat mungkin untuk bersikap sebagai orang Eropa Spanyol murni, namun tak dipungkiri jika kekuatan budaya Indian yang begitu melekat erat pada ibunya, tetap saja terbawa oleh anak-anak mereka. Contohnya, kepercayaan kepada dongeng dan mimpi, yang merupakan budaya kuat dari Indian, hingga saat ini tetap ada, yaitu cerita tentang Xtabai (Ishtabai, red.), sebuah mitos tentang seorang wanita berambut panjang hitam yang akan menggoda hingga melukai orang-orang yang berjalan di kegelapan malam (di Indonesia disebut hantu).  Mitos ini masih tetap hidup dalam diri kaum Mestizo di Amerika Latin hingga saat ini. Dari segi pakaian, wanita Indian yang telah menjadi istri orang Spanyol akan berpakaian seperti wanita-wanita Spanyol. Dengan demikian, meskipun tidak pernah tertulis secara eksplisit mengenai peranan wanita Indian dalam terbentuknya kebudayaan Amerika Latin, wanita Indian memiliki peran yang sangat besar, baik dalam memunculkan ataupun melestarikan budaya Mestizo.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5934825681142959429-4501436224731495298?l=laelyarmy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laelyarmy.blogspot.com/feeds/4501436224731495298/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2012/02/wanita-indian-dan-budaya-mestizo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/4501436224731495298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/4501436224731495298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2012/02/wanita-indian-dan-budaya-mestizo.html' title='Wanita Indian dan Budaya Mestizo'/><author><name>laelyarmy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575767304171158431</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_3gwkGDZeHRU/TOdUsS7Zq-I/AAAAAAAAAC8/2J4gA4G7xAo/S220/DSC00024.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5934825681142959429.post-4752074027487182917</id><published>2011-12-02T18:44:00.000-08:00</published><updated>2011-12-02T18:51:06.593-08:00</updated><title type='text'>Cinta Sempurna (A perfect Love)</title><content type='html'>Cinta,,&lt;br /&gt;aku tak ingin mencintaimu dengan sederhana&lt;br /&gt;Karna kau trlalu indah utk kujadikan biasa&lt;br /&gt;Aku tak ingin mncintaimu dg apa adanya&lt;br /&gt;karna kau trlalu luar biasa,,,&lt;br /&gt;Jiwa,,&lt;br /&gt;aku tak ingin mnjadikanmu raja&lt;br /&gt;karna kau lebih berharga dari mereka&lt;br /&gt;Sayang,,&lt;br /&gt;aku ingin mencintaimu dgn sempurna&lt;br /&gt;tidak sederhana,tdk pula luar biasa&lt;br /&gt;tapi sempurna,,&lt;br /&gt;----------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;i&gt;My Love,,&lt;br /&gt;I won't give u a plain love,,,&lt;br /&gt;Because u too much precious,,&lt;br /&gt;I won't love u as usual&lt;br /&gt;because u'r incredible,,&lt;br /&gt;My Soul,,&lt;br /&gt;I won't make u like a king&lt;br /&gt;cos u are more valuable,,&lt;br /&gt;Sweetheart,,&lt;br /&gt;I want to give u a perfect love&lt;br /&gt;Not usual,not incredible,,&lt;br /&gt;Just perfect....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5934825681142959429-4752074027487182917?l=laelyarmy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laelyarmy.blogspot.com/feeds/4752074027487182917/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2011/12/cinta-sempurna-perfect-love.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/4752074027487182917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/4752074027487182917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2011/12/cinta-sempurna-perfect-love.html' title='Cinta Sempurna (A perfect Love)'/><author><name>laelyarmy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575767304171158431</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_3gwkGDZeHRU/TOdUsS7Zq-I/AAAAAAAAAC8/2J4gA4G7xAo/S220/DSC00024.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5934825681142959429.post-6698228197005610535</id><published>2011-07-12T23:23:00.000-07:00</published><updated>2011-07-12T23:23:11.300-07:00</updated><title type='text'>INVISIBLE SIGN FROM THE LITTLE GIRL</title><content type='html'>Seorang gadis kecil berlari-lari, sambil terengah-engah, diambilnya satu persatu “emas plastik”, meski harus berebut dengan teman sebayanya. Panas terik matahari dan rasa lelah yang luar biasa setelah seharian bersekolah, tak membuatnya malas untuk mencari sesuap nasi. &lt;br /&gt;Remaja kecil itu bernama Tari, usianya 13 tahun. Ia tinggal dengan neneknya di sebuah gubuk kecil. Ayahnya meninggal sejak usianya 10 tahun, sedangkan ibunya jadi TKW ke Hongkong, yang hingga lima tahun ini, tidak pernah memberi kabar. Entahlah, sudah lama Tari melupakan ibunya, karena ia hanya berpikir tentang cara untuk mencari sesuap nasi agar ia bisa bertahan hidup bersama neneknya yang sudah uzur. Tetapi, Tari tetap tidak melupakan sekolahnya, karena ia punya mimpi untuk menjadi kaya raya, punya rumah gedung, mobil bagus, baju bagus. Ya, cita-cita Tari sangat sederhana, menjadi kaya raya, that’s simple dream. &lt;br /&gt;Di sela-sela kesibukannya mencari “emas plastik”, Tari juga berkeliling kampung guna menjajakan camilan yang dibuat oleh neneknya. Kedua kegiatan ini selalu dilakukannya setiap hari tanpa keluhan. Ia selalu melepaskan senyum manisnya setiap menawarkan dagangan kepada tetangga, meski ia harus kelelahan karena ada puluhan rumah yang harus ia datangi, agar semua dagangannya laku terjual. Untuk pekerjaan ini, Tari memperoleh tambahan uang saku dari neneknya sebesar 3000, jika semua dagangannya terjual. Jika hanya separoh, Tari hanya memperoleh 1500. Uang itu digunakannnya untuk membeli keperluan pribadinya, karena sang nenek hanya bisa memberi makan. Kehidupan selama bertahun-tahun dilaluinya dengan patuh kepada sang nenek, hingga suatu peristiwa membuat hidupnya berubah drastis/ Sebuah peristiwa yang tidak selayaknya terjadi pada seorang gadis berusia 13 tahun.&lt;br /&gt;Usia 13 tahun, adalah masa-masa “pubertas”, ketika seorang gadis mulai bersolek dan menebarkan pesonannya kepada lawan jenis. Begitu pula dengan tari, Ia mulai merapikan dirinya, memperbaiki penampilannya, hingga akhirnya ada seorang pemuda yang tertarik padanya. Tari yang masih “polos”, menerima cinta pemuda yang usianya terpaut 5 tahun itu, dan dimulailah sebuah cerita sedih yang seharusnya masih bisa dicegah. &lt;br /&gt;Di sabtu sore, seperti remaja yang sedang kasmaran, Tari dan kekasihnya berjanji untuk bertemu dan pergi ke sebuah pantai. Tanpa menaruh rasa curiga pada kekasihnya, Tari menerima ajakan itu setelah sebelumnya berpamitan dengan neneknya, dengan sedikit berbohong bahwa kepergiannya ini bersama dengan teman-teman sekolahnya. Dan akhirnya sang nenek yang juga “polos” itu pun memperbolehkan cucu kesayangannya pergi ke pantai.&lt;br /&gt;Pukul 03.00, Tari berjalan menuju tempat kekasihnya menunggu. Merekapun pergi menuju pantai dengan hati berbunga-bunga. Tiba-tiba, sang kekasih berhenti di sebuah tempat yang jauh dari keramaian, dengan berlasan “di sini saja dulu ya, kita istirahat dulu, setelah itu kita ke pantai”. Tanpa menaruh curiga, Tari hanya menganggukkan kepala. &lt;br /&gt;Merekapun duduk di bawah pohon, di sebuah hutan, bercakap dan bercanda layaknya sepasang kekasih. Hingga tak terasa, malam semakin gelap/ Tiba-tiba dari kejauhan datang empat motor, yang membawa tujuh pemuda berhenti di tempatnya duduk. Awalnya, Tari merasa takut, tetapi setelah dilihatnya sang kekasih menyapa salah satu di antara mereka, ia kembali tenang. Tak lama kemudian, mereka pun ikut berkumpul dan mengobrol bersama Tari. Awalnya hanya obrolan dengan teman biasa, tetapi semua berubah ketika salah satu dari mereka mengeluarkan beberapa pil dan botol minuman keras. Tari mulai merasa tidak nyaman, apalagi ketika ia ditawari untuk mencobanya. Ditolaknya botol minuman yang disodorkan kepadanya, tetapi tiba-tiba salah satu di antara pemuda itu memegangnya dan memaksanya menenggak botol minuman. Tari terus memberontak dan mencoba berteriak, tetapi tiba-tiba kepalanya pusing. Ia hanya merasakan lemas, dan tak dapat menguasai tubuhnya, karena ada tangan-tangan yang memeganginya. Sejurus kemudian, Tari tak sadarkan diri, terakhir ia hanya merasakan sakit di alat vital dan payudaranya. Setelah itu, ia tak merasakan apapun,, hingga akhirnya ia terbangun dan melihat puluhan orang mengelilinginya.&lt;br /&gt;Tari hanya berteriak dan menangis, tak seorangpun tahu apa yang telah terjadi pada gadis kecil ini, hingga kluarlah visum dokter yang menyatakan bahwa ia telah diperkosa oleh lebih dari satu orang. Tari tak bisa mengatakan apapun ketika polisi bertanya kronologi peristiwa yang dialaminya. Ia hanya bisa menangis, dan merasa ketakutan. Sang nenek pun hanya bisa menangis melihat kondisi cucunya, ia tidak mengira gadis kecilnya akan mengalami hal seperti ini. Apalagi, dokter menyatakan terjadi gangguan pada kejiwaannya. Akhirnya setlah disepakati oleh keluarga, Tari kecil akan dibawa ke sebuah RSJ untuk menyembuhkannya dari trauma.&lt;br /&gt;Persoalan Tari adalah suatu invisible sign dari hancurnya negara atau bahkan dunia ini. Ya, akibat dari kesalahan orang tua yang hanya fokus terhadap pemenuhan kebutuan duniawi saja, si anak menjadi korbannya. Memang, ini bukan kesalahan langsung dari orang tua, tetapi peristiwa ini akan dapat dihindari apabila orang tua melindunginya, atau paling tidak lingkungan di sekitarnya seharusnya ikut melindunginya. Bayangkan apabila generasi muda seperti Tari atau pemuda yang "menggagahi" nya, yang saya yakin sangat banyak di negara dan dunia kita ini, menjadi penerus tongkat estafet kita, maka apakah yang akan terjadi dengan masa depan negara kita??? Naudzubillah.&lt;br /&gt;Ada beberapa point yang bisa kita ambil dari persoalan ini, yaitu:&lt;br /&gt;1. Grand design pola asuh orang tua yang saat ini beredar di dunia, yaitu materialisme, hedonisme, yang berarti kewajiban orang tua hanya untuk memenuhi kebutuhan sandang, pangan, dan papan, hanya akan merusak masa depan anak, terutama masa depan moralnya. Jadi, sebaiknya setiap orang tua memiliki grand design nya sendiri dalam mendidik anak-anak mereka. Dan akan lebih baik, manakala para orang tua mencontoh Nabi Muhammad S.A.W., dalam mendidik anak-anaknya. &lt;br /&gt;2. Telah menjamurnya sikap individualistis di kalangan masyarakat. Tidak hanya di kota, tetapi juga di desa (kasus Tari terjadi di sebuah desa kecamatan). Individualistis membuat tidak adanya sikap saling memiliki, saling mengayomi, dan saling menjaga, di antara anggota masyarakat. Ini merupakan akibat dari globalisasi, yang mengikis Nilai-nilai Agama dan Kultur yang telah lama hidup di masyarakat Indonesia. Dalam kasus Tari, individualistis tampak pada sikap cuek masyarakat terhadap seorang anggota masyarakatnya yang hidup tidak berkecukupan, meskipun mereka mengetahuinya.&lt;br /&gt;3. Kurangnya peran pemuka agama dalam mengentaskan moral dan kemiskinan masyarakat. Saat ini, kita bisa melihat bahwa sangat sedikit ulama-ulama yang terjun langsung ke masyarakat dan ikut mengentaskan moral, apalagi mengentaskan kemiskinan. Bahkan, saat ini, ada trend da'i bayaran, yaitu da'i yang akan memberi ceramah apabila dibayar dengan tarif tertentu, yang tentu saja berjuta-juta.  &lt;br /&gt;4. Tentu saja, Persoalan Tari juga merupakan contoh kegagalan pemerintah dalam memimpin rakyatnya. Seharusnya, persoalan ini adalah tugas dari pemerintah daerah. Tetapi, tentu saja mereka tutup mata, karena ini dianggapnya adalah kesalahan pribadi si anak dan orang tuanya. Tetapi, jika ditelaah lebih lanjut, persoalan ini berawal dari kemiskinan yang dialami orang tua Tari, hingga akhirnya ibunya memilih jadi TKW, dan tidak memberikan perlindungan fisik dan psikis kepada anaknya. Ada sebuah kasus di masa pemerintahan Khalifah Umar Bin Khattab yang berkeliling kota untuk memeriksa kondisi rakyatnya. Ternyata, di malam itu ia mendengar tangis anak kecil, lalu diintiplah rumah itu. Maka terkejutlah Khalifah Umar ketika menyaksikan seorang ibu yang sedang memasak batu dalam periuk, sembari berusaha menenangkan anak-anaknya. Kemudian, khalifah Umar pulang dan membawakan sekarung beras kepada ibu tersebut. Inilah, contoh pemimpin sesungguhnya. Khalifah Umar menyadari bahwa sebagai pemimpin, pasti kelak ia akan dimintai pertanggungjawaban. Tapi sayang sekali, saat ini sulit sekali mencari pemimpin yang benar-benar amanah dan mencintai rakyatnya. &lt;br /&gt;Sahabatku, persoalan Tari ini sebenarnya masih bisa dicegah apabila kita mengamati point-point di atas. Apabila ada kesadaran dari orang tua, lingkungan, ulama, dan pemerintah terhadap pentingnya menjaga moral dan spiritual para generasi muda. Karena, di pundak merekalah kelak tongkat estafet kita diberikan. Apalagi dalam Hadist Rasulullah SAW bersabda, ada tiga hal yang tidak akan terputus amalannya, dan salah satunya adalah anak yang shaleh dan amal jariyah.&lt;br /&gt;LET'S SAVE OUR CHILDREN!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strike&gt;Ly&lt;/strike&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5934825681142959429-6698228197005610535?l=laelyarmy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laelyarmy.blogspot.com/feeds/6698228197005610535/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2011/07/invisible-sign-from-little-girl.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/6698228197005610535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/6698228197005610535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2011/07/invisible-sign-from-little-girl.html' title='INVISIBLE SIGN FROM THE LITTLE GIRL'/><author><name>laelyarmy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575767304171158431</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_3gwkGDZeHRU/TOdUsS7Zq-I/AAAAAAAAAC8/2J4gA4G7xAo/S220/DSC00024.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5934825681142959429.post-8298183142860355351</id><published>2011-06-12T23:14:00.000-07:00</published><updated>2011-06-12T23:14:22.617-07:00</updated><title type='text'>"Special for my Beloved"</title><content type='html'>Malam itu, aku menatap matanya,,&lt;br /&gt;Aku merasakan kesedihannya,,&lt;br /&gt;aku merasakan kesakitannya,,&lt;br /&gt;Hingga seakan jantungku berhenti berdetak,,&lt;br /&gt;Malam itu, kukatakan padanya “sabar ya,Insya Allah ini adalah yang terbaik”&lt;br /&gt;Batinku semakin sesak,,ketika ia masih bercanda dan tersenyum,,&lt;br /&gt;Meski aku tahu, perasaannya pasti lebih hancur dari perasaanku,,&lt;br /&gt;Tapi,,ia begitu kuat,,&lt;br /&gt;Kurasakan kekuatannya di hatiku,,&lt;br /&gt;Saat ini, aku tak tahu apa yang dipikirkan, dirasakannya..&lt;br /&gt;Namun yg pasti,,&lt;br /&gt;Sejak malam itu, aku semakin merasakan kasih sayangku kepadanya&lt;br /&gt;Malam itu pula, aku semakin merasakan kasih sayangnya kepadaku,,&lt;br /&gt;Thank u for everything n I love u so much..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sidareja, 14/06/2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ly&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5934825681142959429-8298183142860355351?l=laelyarmy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laelyarmy.blogspot.com/feeds/8298183142860355351/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2011/06/special-for-my-beloved.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/8298183142860355351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/8298183142860355351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2011/06/special-for-my-beloved.html' title='&quot;Special for my Beloved&quot;'/><author><name>laelyarmy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575767304171158431</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_3gwkGDZeHRU/TOdUsS7Zq-I/AAAAAAAAAC8/2J4gA4G7xAo/S220/DSC00024.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5934825681142959429.post-8134892695349725030</id><published>2011-06-12T23:00:00.000-07:00</published><updated>2011-06-12T23:00:37.004-07:00</updated><title type='text'>LELAKIKU,,,CINTAKU????</title><content type='html'>Cinta,,kata yang bisa membuat orang tertawa, menangis, bahagia, sedih, bahkan gila. Bisa kupastikan, setiap orang yang memilikinya pasti bersedia melakukan apapun demi melanggengkan rasa itu dalam hatinya. Kalau orang tua selalu bilang bahwa cinta itu seperti candu, ia akan berbahaya ketika kita berlebihan menggunakannya. Bedanya cinta dan candu adalah cinta bisa membuat orang jadi pencandu, tapi candu tidak bisa membuat orang mencinta.  &lt;br /&gt;Cinta, bagiku adalah sebuah kata tanpa arti. Aku sudah tak ingin lagi berurusan dengan cinta, sebelum aku benar-benar mengerti apa itu cinta. Bagiku cinta hanya seperti daun kering yang terbang kesana kemari tanpa tahu arah tujuan, dimana angin berhenti, di sanalah cinta bertaut. Aku belum percaya cinta sejati, karena mungkin belum pernah kutemukan. Lalu apakah itu cinta??mengapa ia bisa sekuat itu membuat orang kuat menjadi lemah, dan sebaliknya?? Mengapa ia bisa mengubah orang alim menjadi bajingan?? Mengapa ia bissa membuat wanita perawan menjadi binal??? Entahlah, semua itu berputar-putar di otakku hingga aku sampai di tempat tujuanku, sebuah warung kopi kecil di dekat alun-alun.&lt;br /&gt;Aku duduk di pojok belakang, beberapa orang tampak bercengkrama dengan pasangannya. Aku terpaku melihatnya, teringat beberapa tahun lalu ketika masih mempercayai kekuatan cinta. Saat remajaku bersama dengan cinta pertamaku, lelakiku. Ya, meski aku telah tahu lelakiku memiliki wanita lain dan telah bercinta dengannya, aku masih tetap mempertahankannya. Lelakiku datang padaku dengan kebaikan dan kesopanannya, hingga aku terpana pada sosoknya. Dia membimbingku menjadi wanita tulen, karenanya aku semakin memperhatikan penampilanku, mulai dari atas hingga bawah tubuhku. Diajaknya aku untuk mengenal baju-baju yang modis, trendi, dan cewek banget, yang sebelumnya aku enggan mengenakannya. Saat itu, aku berpikir dialah pangeranku, mentalnya yang gentleman, ditambah dengan fisik yang mendukung, membuatku tergila-gila padanya. &lt;br /&gt;Lelakiku, membuatku percaya padanya. Dia menjadi laki-laki pertama yang menyentuh hatiku. Belaian lembut tangannya dan bisikannya di telingaku, serta helaan nafasnya masih terngiang jelas di telingaku. Lelakiku yang menjadikanku dewasa, mengenalkan cara menjalin hubungan pria dan wanita. Hingga aku berpikir dialah sosok yang akan menjadi pendampingku. &lt;br /&gt;Semuanya begitu indah, hingga aku enggan melepasnya dan berpikir tak bisa hidup tanpa dirinya. Aku sangat menikmati saat bersamanya, kucintai lelakiku dengan seluruh jiwa ragaku, hingga aku melupakan Tuhan dan orang tuaku. Kesadaranku hilang jika bersamanya, aku melupakan semuanya, rasa maluku dan gengsiku. Bersama lelakiku, membuat semua orang di dunia lenyap. &lt;br /&gt;Aku tak berpikir untuk mengkhianati lelakiku, semua lelaki yang mendekatiku tak pernah kuberikan kesempatan untuk bertindak lebih jauh padaku. Aku hanya ingin bersama lelakiku, karena aku menikmati bersamanya. Aku mencintainya sepenuh hati, menjalani kehidupan dengannya adalah tujuan dan impianku. &lt;br /&gt;Namun, cinta yang kuberikan pada lelakiku tidak pernah diberikannya padaku. Perselingkuhannya kubongkar, hingga baru kupahami bahwa ia tidak menganggap serius hubungan yang kami jalani, meski semuanya telah berjalan dan terjadi. Ia tidak merasakan besarnya cintaku, meski selalu kubuktikan betapa besar cintaku padanya. Entah makhluk apa dia, hingga memperlakukanku sebagai “wanita cadangan”. Saat itu usiaku 23 tahun, dan bodohnya aku, masih kupertahankan cintaku padanya. Masih kuharapkan tangannya memegang kembali tanganku dan kata-kata cintanya yang selalu membuatku lemah. &lt;br /&gt;Berbulan-bulan aku memikirkannya, mengharapkan cintanya datang, meski aku tahu bahwa semua yang kupikirkan bukanlah cinta, tapi nafsu dan ambisi. Entahlah, tapi saat ini belum ada satu pun lelaki yang bisa mengambil hatiku. Tidak seperti lelakiku, yang sangat pandai mengambil hatiku, menurutku mereka hanya menggangguku. Karena itulah aku berpikir, apakah aku jadi salah satu korban lelaki yang tidak menyadari kesalahannya??? Apakah aku benar-benar mencintainya hingga aku kehilangan hatiku untuk lelaki lain?? Ataukah aku hanya tidak berani menemukan kembali cintaku pada lelaki lain karena takut disakiti kembali?? Entahlah......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melihat secangkir kopi di depanku yang menanti bibirku menyeruputnya. Kulihat jendela, masih kunanti kedatangan seseorang,,,,lelakiku.....&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt; Yogya, 11 Juni 2011&lt;br /&gt;       Ly&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5934825681142959429-8134892695349725030?l=laelyarmy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laelyarmy.blogspot.com/feeds/8134892695349725030/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2011/06/lelakikucintaku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/8134892695349725030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/8134892695349725030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2011/06/lelakikucintaku.html' title='LELAKIKU,,,CINTAKU????'/><author><name>laelyarmy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575767304171158431</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_3gwkGDZeHRU/TOdUsS7Zq-I/AAAAAAAAAC8/2J4gA4G7xAo/S220/DSC00024.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5934825681142959429.post-8620616666445520992</id><published>2011-02-13T20:45:00.000-08:00</published><updated>2011-02-13T20:45:56.183-08:00</updated><title type='text'>Sedikit tentang Syekh Siti Jenar...</title><content type='html'>Manunggaling kawulo-gusti,,ne bukanlah kata asing buat kita. Syekh Siti Jenar telah memperkenalkannya, sebagai konsep bahwa Tuhan ada di dalam dirinya. Ada banyak tafsir mengenai konsep ini, Syekh adl seorang sufi yg memiliki banyak makna di dalam stiap perkataannya. Pada tafsir pertma, dikatakan bahwa Syekh menganggap dirinya Tuhan. Tafsir inilah yang kemudian digadang-gadang sbg penyebab syekh dihukum mati oleh dewan wali lainnya.&lt;br /&gt;Tafsir kedua, dikatakan bahwa maksud manunggaling kawulo-gusti adl bahwa kawulo = rakyat, dan gusti&amp;nbsp; = raja. Jadi, maksudnya syekh adl bahwa raja dan rakyat itu sama jenisnya, yaitu manusia. Karena itu, seorang raja tdk boleh berkehendak sewenang-wenang pada rakyat. Beberapa sejarawan menduga bahwa konsep "sosialis" ala syekh ini yg membuatnya dipenggal. Ada nuansa politis dalam hukuman mati syekh.&lt;br /&gt;Tafsir ketiga, manunggaling adl bahwa Tuhan ada di diri setiap manusia,sangat dekat. Jika tafsir ini benar, maka syekh ada orang yg benar, karena dlm Al Qur'an sendiri dikatakan bahwa ALlah itu sangat dekat, bahkan lebih dekat dr nyawa kita.&lt;br /&gt;Ya, entahlah ada banyak tafsir mengenai konsep ini. Sejatinya, kita harus berpatokan pd Qur'an n Hadits sebelum kita menilai sesat-tidaknya orang/kelompok tersebut. Syekh SIti Jenar adl salah satu tokoh yang tenggelam dalam ketidakpastian. Hingga sekarang, kebenaran tentangnya masih tersamar. &lt;br /&gt;"Janganlah kita merasa diri kita lebih baik dari orang lain,,karena barangkali orang itu lebih baik dari kita"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5934825681142959429-8620616666445520992?l=laelyarmy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laelyarmy.blogspot.com/feeds/8620616666445520992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2011/02/sedikit-tentang-syekh-siti-jenar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/8620616666445520992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/8620616666445520992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2011/02/sedikit-tentang-syekh-siti-jenar.html' title='Sedikit tentang Syekh Siti Jenar...'/><author><name>laelyarmy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575767304171158431</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_3gwkGDZeHRU/TOdUsS7Zq-I/AAAAAAAAAC8/2J4gA4G7xAo/S220/DSC00024.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5934825681142959429.post-1749943905700928293</id><published>2011-01-24T00:29:00.000-08:00</published><updated>2011-02-13T20:20:08.860-08:00</updated><title type='text'>Selamat Jalan Bapak.....</title><content type='html'>17 Januari 2011&lt;br /&gt;Aku duduk di ruang tengah rumahku, berjalan mondar-mandir melayani tamu yang datang silih berganti. Meski hujan deras menyelimuti kampung kami, masih banyak tetangga dan kerabat yang datang. Sembari menghidangkan jamuan, kutengok kamar tengah, berharap masih ada sosok yang tertidur di sana. Namun sayangnya tak kulihat seorangpun di dalam kamar. Kekecewaan menderaku, kesedihan menyelimutiku, aku ingin menangis, tapi air mata tak jatuh satu tetespun, hingga kurasakan sakit yang sangat di dadaku.&lt;br /&gt;16 Januari 2011&lt;br /&gt;Ba'da maghrib, belum selesai kubaca surat Ar Rahmaan, kulihat bapak menggigil kedinginan, beliau meminta jaket tebal. Kuambilkan jaket tebal, tapi beliau masih tetap menggigil. Kekhawatiranku bertambah manakala diketahui suhu bapak tinggi, tapi beliau malah kedinginan. Suasana di rumah benar-benar mengerikan, ibu terus menuntun bapak dengan dzikir, kalimat syahadat, Kakak keduaku mencari oksigen, karena bapak mengeluh sesak, sedangkan aku dan adikku mencari cara agar bapak merasa hangat. Saat itu, takut dan tangis menyertai setiap aktivitas yang kami lakukan. Namun ketakutan itu sempat terhenti, manakala ketika mendekati adzan Isya bapak merasa sehat kembabali. Beliau pun meminta untuk sholat Isya, dengan perasaan lega, kami bergegas meninggalkan beliau untuk menuntaskan kewajibannya kepada sang Khalik.&lt;br /&gt;Ba'da Isya, bapak kembali merasakan dingin dan sesak. Saat itu kami hanya berdoa dan meminta yang terbaik utk bapak. Kubacakan surat Yassin, Ibu kembali menuntun bapak untuk beristghfar. Alhamdulillah, tidak lama kakakku datang dengan membawa tabung oksigen. Akhirnya, bapak kembali bernapas dengan bantuan oksigen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 21.00, sesak bapak tidak mereda, padahal gas di dalam tabung oksigen sudah mulai habis. Kami mencari isi ulang oksigen, tapi tidak menemukan. Kemudian atas keputusan bersama, bapak kami bawa ke Puskesmas. Pukul 10.00, bapak dibawa puskesmas dan beliau kembali dibantu dengan tabung oksigen. Karena peralatan puskesmas yang tidak memadai, bapak dirujuk ke RS Kota yang berjarak lebih dari 50 km. Pukul 23.00, dengan ambulance, aku, ibu, dan pakde menemani bapak. Sebelum masuk ke ambulance, bapak sempat berbicara utk meminta agar posisi tidur beliau dipindah menghadap ke depan. &lt;br /&gt;Sepanjang jalan, kulihat bapak tidur pulas sekali. Melihatnya, aku pun turut tertidur. DI tengah jalan, bapak bangun dan minta untuk minum. Kuambilkan sebotol Aqua kecil untuk bapak. Saat itu, bapak minum banyak, seperempat botol, dan beliau sempat berkata "Kok aku ngombe akeh banget, berarti aku arep mari ya?" (Kok aku minum banyak sekali, berarti aku akan sembuh). Ibu pun menjawab "Iya pak, bapak arep mari" (Iya, bapak akan sembuh). Bapak kembali tidur.&lt;br /&gt;Pukul 00.30, kami sampai di RS, kemudian bapak dimasukkan ke IGD. Di dalam IGD, aku berdua bersama bapak. Beliau kembali menggigil, sambil menahan tangis, kutuntun bapak "Astaghfirullahhal 'adzim...Astaghfirullahhal'adzim...". Suara bapak perlahan, mengikutiku. beberapa menit kemudian kudengar beliau minta buang air kecil, kupanggil ibu, sedangkan aku akan mengurus administrasi dan obat untuk bapak.&lt;br /&gt;Sekitar pukul 00.45, bapak dibawa ke zal yang telah dipesan oleh kakak pertamaku. Sepanjang jalan menuju zal, kulihat bapak tidur miring, tapi beliau masih sempat berbicara kepada ibu untuk mempersiapkan ASKES. Mendengar itu, ibu menangis, aku pun dmeikian. Pikirku saat itu, Bapakku meski sakit, beliau tetap tidak ingin merepotkan siapapun. &lt;br /&gt;Tiba di zal, ibu duduk di luar kamar dengan pakde, sedangkan aku masuk ke dalam kamar untuk memasukkan tas. Saat itu, kulihat wajah bapak merah, mata beliau menatap ke atas, dan kudengar nafasnya tersengal. Aku masih bingung, dan aku baru tersadar ketika perawat memberikan pernafasan bantuan kepada bapak, dan memukul pipi bapak.&lt;br /&gt;"Masya ALlah Bapak...." ucapku saat itu. Aku berlari mendekati wajah bapak, kulantunkan kalimat syahadat, kucoba sekuat mungkin berteriak agar bapak bangun. Tapi aku benar-benar tidak bisa, aku menjerit, dan perawat memintaku untuk tidak melakukan seperti itu di depan bapak. Mungkin karena aku menjerit, ibu masuk dan beliau mendekati bapak. Dengan tabah dan perlahan, ibu menuntun bapak, "Allah...Allah...Allah...", dan aku hanya menangis, kututup wajahku, aku benar-benar tak kuat melihat ini. &lt;br /&gt;17 Januari 2011, pukul 01.05, dokter tidak bisa berbuat apapun, Allah telah memanggil bapak di usianya ke 63 tahun. Ibu menjerit, kupeluk ibu dan kami menangis bersama. Pakde masuk, setelah melihat bapak, beliau kembali keluar.&lt;br /&gt;Bapak,,,beliau akhirnya kembali berpulang kepada pemiliknya, lebih cepat dari apa yang dokter perkirakan..&lt;br /&gt;Bapak meninggal karena sesak yang dideritanya akibat penumpukan cairan. Selama sakitnya, beliau telah mengajarkan banyak hal kepada kami,,&lt;br /&gt;Selamat Jalan Bapak......Kami selalu mencintaimu..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5934825681142959429-1749943905700928293?l=laelyarmy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laelyarmy.blogspot.com/feeds/1749943905700928293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2011/01/selamat-jalan-bapak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/1749943905700928293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/1749943905700928293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2011/01/selamat-jalan-bapak.html' title='Selamat Jalan Bapak.....'/><author><name>laelyarmy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575767304171158431</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_3gwkGDZeHRU/TOdUsS7Zq-I/AAAAAAAAAC8/2J4gA4G7xAo/S220/DSC00024.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5934825681142959429.post-5113464372303213493</id><published>2011-01-02T21:32:00.000-08:00</published><updated>2011-01-02T21:32:39.871-08:00</updated><title type='text'>Awas,,,,...Negara Sampah!!!!!</title><content type='html'>Mendengar istilah tempat sampah, yg terbersit adl kotor,bau,dan berisi barang2 yg ga berguna, tua, atapun rusak. Kalaupun dimanfaatkan, maka yg mau menjajaki tempat kotor itu pun hanya orang2 tertentu saja, yg tdk mampu membeli barang2 baru saja. Lalu kemudian apakah tempat sampah intelektual itu? Ia adl semacam istilah utk menggambarkan suatu tempat untuk membuang barang2 intelektual yg sdh dianggap aus oleh negara asal tetapi sayang utk dibuang,karena masih bisa dimanfaatkan, terutama oleh negara yg dianggap tdk mampu memproduksi/membeli produk baru.&lt;br /&gt;Lalu, spt apakah negara yg njd tempat sampah?? APakah negara itu akan berbau busuk, kotor, dan jorok spt tempat sampah yg qt pikirkan?? Jawabnya adl ya, tapi bedanya busuk, kotor, dan joroknya negara is unreal condition. Jadi bukanlah satu hal yg tampak dilihat oleh mata dan bau dirasakan oleh hidung, melainkan tampak dan baunya hanya dirasakan oleh hati, perasaan atau soul.&lt;br /&gt;Saat ini, sangat banyak negara yg menjadi ataupun dijadikan sbg tempat sampah bagi produk suatu negara maju, baik itu produk fisik (barang2) maupun non fisik (pemikiran). Kita bisa saksikan dgn mata telanjang, betapa banyaknya barang2 dr luar negeri yg dijual di suatu negara dgn harga yg murah, tanpa kita pahami bahwa benda tsb sebenarnya "dibuang" oleh pemerintah dari negara asal karena dianggap membahayakan dan mengandung zat kimia berbahaya bagi manusia. Alih-alih turut membuangnya karena mengetahui dampak negatifnya bagi kesehatan, negara sampah tsb malah memfasilitasi distributor barang2 tsb utk masuk dan memperjualbelikan barang2 ke rakyatnya. Mirisnya, barang2 menjijikan seperti (maaf) kondom bekas, yg seharusnya dimusnahkan karena bisa saja ia mengandung virus berbahaya, malah diekspor ke negara-negara bodoh utk didaur ulang menjadi benda lain yg (Dianggap lebih bermanfaat) misalnya, ikat rambut, dsb. Padahal, dilihat secara moral, agama, medis, atau dari sdt pandang lain pun tidak layak barang2 spt itu dipakai kembali. Parahnya lg tdk dituliskan bahwa itu adl daur ulang kondom, shg scr langsung dan tampak benar2 melakukan kebohongan publik.&lt;br /&gt;Selanjutnya adl produk non fisik yg berupa pemikiran. Saat ini, trend yg sedang berkembang di negara-negara yang menganggap dirinya maju adl mereka rdk akan berhenti "memperadabkan negara miskin". Caranya adl memasukkan pemikiran2 yg sebisa mungkin bertentangan dgn pemikiran yg berkembang di negara miskin tsb. Cara tsb berhasil dgn dominansi ekonomi, yg kemudian memaksa negara2 miskin tsb menuruti kemauannya. Alhasil, negara yg dianggap miskin tsb menjadi negara sampah yg hanya menerima pemikiran2 tanpa melakukan kritik terlebih dulu. Misalnya, dalam bidang pendidikan, di negara2 tertentu diadaptasi pemikiran2 pendidikan dari negara maju yg kemudian diterapkan. Sebenarnya tidaklah buruk, tetapi yg menjadi mslh adl ketika kita hanya mengadaptasi pemikiran tanpa keinginan utk melakukan pembaharuan dan penelitian spt di negara asing, dan sayangnya itulah yg sering terjadi.&lt;br /&gt;Produk sampah yg fisik maupun non fisik, semuanya menjadi perusak generasi muda. Kita dibuat instan dengan semua yg diimpor dr Barat. Pdhl orang Barat sendiri tdk suka dengan barang tsb yg membuat orang malas. Yah, mungkin inilah yg menyebabkan mental rakyat negara2 tsb mjd mental sampah, dan maunya dibuang serta dijadikan pelayan terus, tanpa ada keinginan utk mjd pelopor dan pembuat produk. Seperti yg dikatakan oleh seornag dokter dlm bukunya :TUBUH ANDA ADL DOKTER YG SEHAT, yaitu U is what u eat...kamu adl apa yg kamu makan. Saya analogikan makan disini tdk hanya memasukkan sesuatu ke mulut, tapi makan secara universal, yatu makan pemikiran pula.&lt;br /&gt;Melihat fenomena demikian, kita bisa menganalisis sendiri apa yg membuat n apa yg akan trjd thd "negara sampah" tsb. Bisakah ia eksis??? Jawabnya adl bisa, tapi tetap akan mjd negara boneka eksis yg hanya diatur2 oleh negara yg berkepentingan. Wallahuallam..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5934825681142959429-5113464372303213493?l=laelyarmy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laelyarmy.blogspot.com/feeds/5113464372303213493/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2011/01/awasnegara-sampah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/5113464372303213493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/5113464372303213493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2011/01/awasnegara-sampah.html' title='Awas,,,,...Negara Sampah!!!!!'/><author><name>laelyarmy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575767304171158431</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_3gwkGDZeHRU/TOdUsS7Zq-I/AAAAAAAAAC8/2J4gA4G7xAo/S220/DSC00024.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5934825681142959429.post-1279056901392108776</id><published>2010-10-11T22:17:00.000-07:00</published><updated>2010-10-11T22:17:58.548-07:00</updated><title type='text'>Travelling to Nusakambangan Island</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_3gwkGDZeHRU/TLPvOCkHISI/AAAAAAAAAC0/08bYngx7oSU/s1600/DSC08175.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_3gwkGDZeHRU/TLPvOCkHISI/AAAAAAAAAC0/08bYngx7oSU/s1600/DSC08175.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_3gwkGDZeHRU/TLPvcRhVmtI/AAAAAAAAAC4/L39B0LycbFQ/s1600/pintu+masuk+benteng.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_3gwkGDZeHRU/TLPvcRhVmtI/AAAAAAAAAC4/L39B0LycbFQ/s1600/pintu+masuk+benteng.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Perjalanan ke Nusakambangan, diawali dengan keraguan yang sangat besar. Karena Pulau Nusakambangan identik dengan pulau penjara, sehingga kesan yang dimilikinya adalah seram, gelap, dan "haram" untuk dimasuki. Namun, dorongan untuk membuktikan pengalaman teman yang mengatakan bahwa pulau ini memiliki banyak tempat yang indah, menarik, juga bersejarah, mengalahkan rasa takut itu. Sebelum memulai perjalanan, kami mencari info tentang pulau ini, dan info yang kami dapat ialah bahwa sebelum otonomi daerah, pulau Nusakambangan dikelola dan dimiliki sepenuhnya oleh Departemen Kehakiman, mengingat fungsinya sebagai pulau penjara. Kemudian setelah otoda, Pulau Nusakambangan secara administratif masuk dalam wilayah Kabupaten Cilacap, namun dikelola bersama dengan Departemen Kehakiman yang tetap memfungsikan pulau ini sebagai pulau penjara.&lt;br /&gt;Sebagai tempat wisata, pulau yang berada di tengah lautan ini  dikelilingi oleh pantai yang sebagian diantaranya berpasir putih. Selain  itu, hutan-hutannya pun masih perawan, sehingga sangat cocok untuk  dijadikan sebagai tempat refreshing. Sebagai "museum alam", pulau Nusakambangan memiliki banyak tempat bersejarah yang bisa membuka cakrawala kita ke dalam masa Kolonial. Di pulau ini, terdapat beberapa benteng yang merupakan peninggalan dari Portugis dan Belanda. Sayangnya, kondisi benteng-benteng tersebut tidak terawat, bahkan tertutup oleh pohon-pohon besar yang merusak struktur bangunan bersejarah tersebut.&lt;br /&gt;Pulau Nusakambangan terletak tidak jauh dari pantai Cilacap, bentuknya yang seperti Puma tampak jelas jika dilihat dari Pantai Teluk Penyu. Untuk menuju ke sana, kita bisa berangkat dari Pantai Teluk Penyu Cilacap. Ada dua sarana transportasi yang bisa dipakai, yaitu naik kapal dari dermaga Tanjung Intan, atau menggunakan jasa nelayan. Jika memakai kapal dari dermaga, biasanya kita harus mengikuti jadwal dan terlalu banyak pertanyaan yang harus kita jawab. Maka, saya dan teman-teman memilih untuk menggunakan jasa nelayan yang sedang beristirahat di pantai Teluk Penyu. Para nelayan ini, sembari beristirahat dan menunggu waktu, mereka biasanya menyewakan jasanya untuk mengantarkan ke pulau tersebut (bahkan bisa juga jadi guide). Ongkos yang diperlukan setiap perahu mematok harga 50.000, namun bisa ditawar juga.&lt;br /&gt;Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 15 menit, sampailah kita di pulau Nusakambangan. Biasanya kita akan diturunkan di Pantai Karangbolong. Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju ke benteng karangbolong yang jaraknya kurang lebih 1 km. Sebelum masuk ke area hutan Nusakambangan, kami menjumpai banyak penjual batu2 berwarna dan terlebih dulu kami membayar tiket yang nominalnya 3000 per orang. Nusakambangan memang terkenal memiliki batu2 cantik, yang kemudian dibuat perhiasan, seperti untuk cincin, kalung, dan gelang. Uniknya, mayoritas pembuat batu2 ini adalah mantan Napi yang menghuni LP di Nusakambangan.&lt;br /&gt;Sesampainya di benteng Karangbolong, kami melihat tempat yang luar biasa luas, besar, megah, dan memiliki arsitektur yang luar biasa kental gaya Eropa. Lubang-lubang tempat meletakkan senjata masih tampak jelas, bahkan senjata meriam yang besar masih ada di sana, meskipun dalam kondisi yang telah pecah (kemungkinan karena dicuri oleh penduduk setempat). Asyiknya, Benteng Karangbolong telah memiliki tempat pendaratan helikopter di atasnya. Benteng ini merupakan peninggalan Belanda yang dibangun satu masa dengan Benteng Pendem yang ada di Cilacap.&lt;br /&gt;Pembangunan benteng yang kuat di Nusakambangan terkait erat dengan posisi pulau ini sebagai benteng pertahanan pertama serangan musuh dari laut. Karena itu, tembok dari benteng ini yang dari luar hanya tampak berupa batu bata dan semen, ternyata di dilapisi oleh semen. Maka tidaklah aneh jika hingga sekarang benteng ini masih kokoh berdiri.&lt;br /&gt;Perjalanan kami di pulau ini harus terhenti sampai di benteng karangbolong, karena waktu yang telah beranjak sore, dan kami takut dengan harimau Sumatera yang hidup di pulau ini. Sebenarnya, kami masih ingin menjelajahi pulau ini, dan melihat Bunga WijayaKusuma yang disebut2 sebagai "bunga keramat". Namun, apalah daya, kami harus pulang sebelum petang. Kesan terakhir kami adalah Nusakambangan adalah pulau yang memiliki jutaan pesona, tidak hanya pesona wisata, tetapi juga sejarah. Alangkah baiknya jika pemerintah daerah Cilacap yang kemudian berkoordinasi dengan Departemen Kehakiman membuka pulau ini sebagai "pulau edukasi", dimana siswa tidak hanya bisa belajar tentang sejarah saja, tetapi juga tentang hutan, satwa liar, dan kekayaan alamnya. Saya begitu yakin pulau ini akan cepat menjadi primadona apabila pihak-pihak terkait mampu mengelolanya dengan baik. Bisa jadi, pulau ini akan memberikan devisa yang besar bagi pemerintah setempat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5934825681142959429-1279056901392108776?l=laelyarmy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laelyarmy.blogspot.com/feeds/1279056901392108776/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2010/10/travelling-to-nusakambangan-island.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/1279056901392108776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/1279056901392108776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2010/10/travelling-to-nusakambangan-island.html' title='Travelling to Nusakambangan Island'/><author><name>laelyarmy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575767304171158431</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_3gwkGDZeHRU/TOdUsS7Zq-I/AAAAAAAAAC8/2J4gA4G7xAo/S220/DSC00024.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3gwkGDZeHRU/TLPvOCkHISI/AAAAAAAAAC0/08bYngx7oSU/s72-c/DSC08175.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5934825681142959429.post-419685189915786996</id><published>2010-09-26T20:46:00.000-07:00</published><updated>2010-09-26T20:46:18.146-07:00</updated><title type='text'>Populis or Nation???</title><content type='html'>65 tahun yg lalu, proklamasi dikumandangkan oleh founding father kita. Di akhir kalimat, dengan lantang mereka menyatakan "Atas Nama Bangsa Indonesia...". Pemilihan kata "bangsa" ?(bukan rakyat) oleh perancang teks proklamasi kita, bukan hanya iseng ataupun kebetulan saja. Benedict Anderson dalam bukunya Imagined Community, dengan tegas menyatakan bahwa "bangsa" memiliki arti yg berbeda dengan "rakyat". Makna yg berbeda diantara keduanya tersebut turut pula membedakan posisi keduanya dalam sebuah negara. Bangsa diartikan sebagai sebuah kolektivitas politik, sedangkan rakyat lebih kolektivitas sosiologis. Dalam bahasa lebih mudah, "Sebuah bangsa" memiliki kedudukan pula dalam perpolitikan, sedangkan "rakyat" hanya menjadi bawahan dan pelaksana dalam suatu kehidupan politik.&lt;br /&gt;Perbedaan makna "bangsa" dan "rakyat" secara ekstrim diungkapkan oleh Karl Marx. Ia mengatakan bahwa makna "rakyat" adalah sama dengan kuda-kuda, ladang, sapi-sapi, dan harta seorang penguasa/raja. Hal ini ditafsirkannya dari pernyataan2 yg sering dikeluarkan oleh raja-raja Perancis. Dengan demikian, "rakyat"(populis) hanyalah sebuah kelompok yang "nrimo ing pandum", sedangkan "bangsa" (nation) adalah sekelompok masyarakat yg memiliki wewenang pula dalam membentuk dan menentukan masa depan bangsanya.&lt;br /&gt;Sejak dulu, para pemimpin, UUD, bahkan Pancasila selalu mendudukkan kita sebagai "rakyat", maka bukan hal yg aneh ketika kita hanya menjadi penonton dan pelaksana di tanah air kita. Bukan hal mengherankan pula ketika masyarakat selalu dirugikan, karena memang secara langsung mereka (para pemimpin) telah nyata2 menganggap kita sebagai "rakyat" dan mereka sebagai raja. DI dalam negara monarki, kepentingan Raja yang diutamakan, sedangkan rakyat menjadi yg terakhir, setelah semua kepentingan di atasnya terpenuhi.&lt;br /&gt;Pemikiran ini hanyalah menjadi bahan perenungan untuk kita, bahwa sebenarnya selama bertahun2 kemerdekaan, kita masih tetap menjadi makhluk tak berdaya yang hanya diinjak-injak oleh para pemimpin dan wakil rakyat. Yg demikian itu bukanlah karena kesalahan individu tersebut, tetapi sistem negara kita yang memang tdk pernah menganggap keberadaan kita. Sistem yang selalau membuat bangsa ini menderita dan memanfaatkan utk mengeruk keuntungan sebanyak mungkin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5934825681142959429-419685189915786996?l=laelyarmy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laelyarmy.blogspot.com/feeds/419685189915786996/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2010/09/populis-or-nation.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/419685189915786996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/419685189915786996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2010/09/populis-or-nation.html' title='Populis or Nation???'/><author><name>laelyarmy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575767304171158431</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_3gwkGDZeHRU/TOdUsS7Zq-I/AAAAAAAAAC8/2J4gA4G7xAo/S220/DSC00024.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5934825681142959429.post-940886784377176936</id><published>2010-08-10T21:06:00.000-07:00</published><updated>2010-08-10T21:20:33.733-07:00</updated><title type='text'>Desaku Malang, Desaku Sayang,,</title><content type='html'>Lima tahun yang lalu, ketika pertama kali aku meninggalkan desaku, selalu ada perasaan bangga terhadap desa ini. Bangga karena tempat kelahiranku memiliki nuansa yang religius, slalu bergotongroyong, menjunjung tinggi rasa kekeluargaan dan memiliki alam yang luar biasa segar. Tetapi, semua itu terasa hilang setiap aku pulang, aku merasa tidak memiliki desaku kembali. Aku tak lagi mengenal orang-orang yang tinggal di sana.Tanah kelahiranku menjadi asing bagiku.&lt;br /&gt;Perasaan kehilangan terhadap situasi dulu semakin bertambah, manakala terdengar kabar betapa berubahnya kehidupan di desaku. Sikap keramahtamahan, kesopanan, dan kekeluargaan itu berganti menjadi sikap merusak, kegarangan, dan individualistis. Beberapa waktu yang lalu aku mendengar kabar bahwa telah terjadi kejahatan seksual yang dilakukan kepada anak perempuan usia 5 tahun, dan tragisnya pelaku adalah teman laki2 sepermainannya yang baru berumur 6 tahun. Malangnya, selaput dara anak perempuan yang juga bisu itu telah sobek karena peristiwa ini. Ada lagi kasus tersebarnya video porno dua anak SMA Swasta yang berbuat ML di dalam kamar, seorang anak SMP yang diperkosa 8 laki2 di salah satu tempat wisata (Sekarang anak tersebut terkena gangguan jiwa dan dirawat di RSJ), kasus pencurian mobil yang melibatkan anak seorang guru (hingga kini belum selesai). Sebenarnya masih banyak kasus-kasus lain yg lebih mencengangkan, seperti insest (hubungan sedarah, baik antara ayah-anak, maupun kakak-adik), gay-lesbian, dan sebagainya. Desaku kini benar-benar berubah, aku sudah tidak lagi mengenalnya. Entah apa yang terjadi dengan desaku itu, ketentraman desa yang dulu sempat aku rasakan pada bulan Ramadlan selama bertahun-tahun, kini hilang. Sudah tak ada lagi anak-anak kecil yang bermain pada sore hari setelah ia mengaji, tak ada lagi lantunan ayat suci Al Qur'an pada malam hari di bulan Ramadlan, dan masih banyak momen2 kebersamaan yang dulu pernah ada di desa itu.&lt;br /&gt;Fenomena yang terjadi, membuatku bertanya2, apa yang membuat manusia di desaku berubah? Hingga aku menemukan jawabannya bahwa desaku telah terdesak arus globalisasi, hingga ia tak bisa menahannya lagi. Masuknya televisi kabel, telepon selular, internet, media massa, dan beberapa orang yang datang dari kota dengan budaya kota, kuanggap sebagai penyebab utama hilangnya jati diri manusia di desaku. Mereka telah berhasil mengobrak-abrik kehidupan di desaku dengan merusak remaja-remaja dan memperlakukan mereka sebagai sasaran empuk untuk mengeruk keuntungannya sendiri. Entah apa yang ada di pikiran-pikiran orang-orang tersebut hingga mereka tega merusak tatanan yang telah mapan dan hidup lama di desaku, dan entah bagaimana pula cara mereka hingga sukses menyelesaikan misinya. Mereka merusak tatanan yang baik itu. Mereka mengganti rasa gotongroyong dan ikhlas dengan sikap materialistis.&lt;br /&gt;Beberapa hari ini aku sempat berpikir untuk merombak kembali tatanan yang dibuat oleh para pendatang itu. Aku mencari cara untuk menghilangkan paradigma materialistis yang terlanjur melekat dalam diri dan setiap tindakan warga di desa. Namun, entah bagaimana itu semua dapat terwujud. Semoga ALlah menunjukkan jalan yang tepat dan benar, hingga ketentraman desaku kembali muncul.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5934825681142959429-940886784377176936?l=laelyarmy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laelyarmy.blogspot.com/feeds/940886784377176936/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2010/08/desaku-malang-desaku-sayang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/940886784377176936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/940886784377176936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2010/08/desaku-malang-desaku-sayang.html' title='Desaku Malang, Desaku Sayang,,'/><author><name>laelyarmy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575767304171158431</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_3gwkGDZeHRU/TOdUsS7Zq-I/AAAAAAAAAC8/2J4gA4G7xAo/S220/DSC00024.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5934825681142959429.post-663594630975312285</id><published>2010-08-03T21:20:00.000-07:00</published><updated>2010-08-03T21:20:57.672-07:00</updated><title type='text'>Dari Mbah SUrip, Keong Racun, hingga Pendidikan</title><content type='html'>Masih Ingat Mbah Surip? Ya, beliau adalah seniman jalanan yang memiliki keunikan, tidak hanya pada lagunya, tapi juga orangnya. Klo bicara tentang masalah kepopuleran,,tak perlulah ditanyakan lagi. Mbah Surip itu tdk hanya dikenal oleh warga Kota saja, warga desa yang bahkan dalam penerangan masih memakai "Lampi Teplok" pun kenal dengan lagu dan orangnya. Bahkan kepopulerannya mengalahkan Roy Suryo, Anas Urbaningrum, Hidayat Nur Wahid, Yenny Rachman, dan tokoh2 lainnya yang lebih dulu eksis. Mengapa demikian?&lt;br /&gt;Jawabannya adalah karena pada dasarnya manusia ketika ia melihat sosok, peristiwa, ataupun benda yang aneh, unik, atau apalah istilahnya, secara otomatis otak itu akan cepat merekam dan menyimpannya. Dulu, seseorang yang aneh, tidak wajar, akan dicela dan dicemooh oleh orang.. Tapi, sekarang orang akan mencari sesuatu yang dianggap aneh dan unik,,karena mereka telah mengetahui resep orang terkenal : UNIK dan ANEH.&lt;br /&gt;Munculnya video LipSync Keong Racun dari Jojo n Sinta, adalah buktinya. Video yang sebenarnya biasa2 saja, bisa sangat membooming,,hingga masuk TV One, Silet, dan acara infotainment lainnya.&lt;br /&gt;Fenomena ini membuat mayoritas orang berpikir untuk membuat keanehan2 lain, yang tentu saja akan menambah pundi-pundinya. Akibatnya, mereka berpikir bahwa untuk apa sekolah, sekolah kan ujung2 nya nyari duit, nah klo bisa nyari duit lewat kaya ginian,,ngapain juga sekolah..?&lt;br /&gt;Sebenarnya, pemikiran ini tidaklah salah, karena memang saat ini masih banyak orang yang berpikir sekolah untuk tujuan pragmatis, dan paradigma seperti ini juga dikekalkan pula oleh para pendidik kita.&lt;br /&gt;Sebenarnya, saat ini kita memerlukan sesuatu yang baru dalam dunia pendidikan kita, Sesuatu yang bisa mengubah paradigma bahwa pendidikan itu hanya untuk mencari materi saja. Tugas guru lah yang seharusnya menanamkan ini pada anak-anak didiknya. Jika penanaman ini berhasil, maka generasi kita yang akan datang akan lebih mawas diri dan siap menghadapi tantangan di depan yang kita tidak bisa memprediksikannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5934825681142959429-663594630975312285?l=laelyarmy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laelyarmy.blogspot.com/feeds/663594630975312285/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2010/08/dari-mbah-surip-keong-racun-hingga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/663594630975312285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/663594630975312285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2010/08/dari-mbah-surip-keong-racun-hingga.html' title='Dari Mbah SUrip, Keong Racun, hingga Pendidikan'/><author><name>laelyarmy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575767304171158431</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_3gwkGDZeHRU/TOdUsS7Zq-I/AAAAAAAAAC8/2J4gA4G7xAo/S220/DSC00024.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5934825681142959429.post-2629518976849957517</id><published>2010-03-24T20:24:00.000-07:00</published><updated>2010-03-24T20:24:49.310-07:00</updated><title type='text'>Gerakan Koreri di Biak (1938-1943), Wujud Eksistensi Mitos dalam Kehidupan Masyarakat</title><content type='html'>A. Pengantar&lt;br /&gt;Kedatangan bangsa Eropa ke daerah-daerah di Asia, Afrika, dan daerah-daerah pedalaman lainnya, disertai dengan pengiriman misionaris-misionaris, memunculkan protes yang dilakukan oleh kelompok-kelompok yang tidak menginginkan perubahan religi dan ketidakpercayaannya kepada “orang baru” yang akan memberikan kehidupan yang lebih baik dari kehidupannya saat ini. Munculnya seorang tokoh yang dianggap sebagai mesias, disertai dengan berbagai kelebihan yang dimilikinya, ialah kejadian yang biasa terjadi, terutama di daerah-daerah yang memiliki kepercayaan tradisional yang kental dan mendalam. Munculnya para nabi yang menjadi sumber ilham pemberontakan, dan kelompok-kelompok yang mendukungnya, bertindak sebagai respon dari keluhan dan berkaitan dengan sistem kepercayaan yang tidak dimengerti oleh orang Eropa atau menolak atau memahaminya. (Adas, Michael, 1988, hlm. 67-68) &lt;br /&gt;Gerakan koreri di Biak, Papua, merupakan salah satu gerakan mesianik, Gerakan ini pada mulanya merupakan suatu pergerakan pembebasan orang-orang Biak dan Irian dari pengaruh kebudayaan Asing. Pada tahap berikutnya, gerakan ini merupakan suatu gerakan yang bersifat politis religius. Disebut demikian karena gerakan ini menentang kekuasaan asing (Belanda dan Jepang) serta agama Kristen yang disebarkan di Papua oleh para misionaris, yang kesemuanya dianggap sebagai penyebab penderitaan rakyat Papua. Sebagaimana gerakan mesianik, gerakan koreri memiliki seorang tokoh kharismatik yang memiliki ‘kekuatan’ lebih dari manusia pada umumnya. Tokoh tersebut berasal dari mitologi masyarakat Biak yang melegenda dan menjadi panutan hidup bagi masyarakat Biak. &lt;br /&gt;Kata koreri berasal dari bahasa Biak, ko yang artinya kita, dan rer yang artinya ganti kulit, untuk mengubahnya menjadi kata sifat, diberikan imbuhan i. Artinya menjadi kita menggantikan kulit, dalam arti luas berarti kita menjadi baru kembali. Dalam arti luas kata korer dengan imbuhan i menjadi koreri berarti suatu kehidupan yang tidak mengenal penderitaan fisik maupun batin, tidak ada tekanan ekonomi, tekanan politik, penyakit atau mati, suatu kehidupan bahagia yang abadi sifatnya. &lt;br /&gt;Gerakan koreri merupakan gerakan perlawanan rakyat Papua kepada agama baru yang dibawa oleh orang Kulit Putih (agama Kristen) dan wujud kekecewaan masyarakat Papua terhadap ketidakadilan yang dilakukan oleh kolonialis di Papua. Keresahan politik dan sosial yang dialami oleh masyarakat Papua, memunculkan adanya keinginan untuk mengembalikan kembali kehidupan “koreri” ke dalam kehidupan masyarakat Papua. Besarnya pengaruh mitologi dalam kehidupan rakyat Papua dan kerinduan akan kehidupan yang sejahtera, menjadi faktor utama semakin meningkatnya jumlah pasukan koreri. Setelah gerakan koreri berhasil dibersihkan oleh pemerintah Jepang tahun 1943, bermuncullanlah gerakan-gerakan mesianik lainnya di Papua yang melawan penjajahan Kulit Putih.&lt;br /&gt;Gerakan koreri pada mulanya merupakan suatu gerakan yang muncul karena wahyu dari Manggundi (tokoh mitologi Biak) melalui Angganitha sebagai konornya. Angganitha diperintah untuk menunjukkan jalan ke koreri bagi orang Biak dan orang Papua, dari penjelasan tersebut tampak bahwa aspek kultural mendominasi, yaitu keinginan untuk mengembalikan kebudayaan Biak dan Papua sebagai pedoman hidup mereka. Akan tetapi pada tahap berikutnya, setelah Angganitha ditangkap, ada pihak-pihak yang memanfaatkan kebingungan pengikut Angganitha karena kehilangan sang pemimpin. Stephanus dan Birmori merangkul pengikut Angganitha untuk mewujudkan ambisi dan kepentingan politik mereka. Mereka memimpin gerakan Koreri untuk mengusir Belanda dan kemudian Jepang dari tanah Papua. Sejak itulah gerakan koreri yang berlandaskan pada pengkultusan satu tokoh dan keinginan mengembalikan kebudayaan Biak, menjadi satu gerakan politik yang dimanfaatkan oleh seorang tokoh untuk kepentingan politik. &lt;br /&gt;Kedatangan seorang juru selamat (mesias) dalam mitologi Biak, seringkali disamakan dengan mesias milik orang Kristen yang bernama Yesus. Pengikut gerakan koreri, beranggapan bahwa agama Kristen yang dibawa oleh Kulit Putih adalah sama persis dengan kitab suci (mitologi Biak) yang dimiliki oleh mereka. Gerakan koreri inilah yang mempelopori pergerakan rakyat dalam kelompok yang besar di Papua. Bahkan, di tahun 1998, ada sebuah kelompok doa bernama Farkankin Sandik yang secara diam-diam melakukan kegiatannya dalam kebudayaan orang Biak dan kemudian muncul kepermukaan pada sebagai bentuk perlawanan terhadap strategi dan kebijakan pemerintah pusat selama ini yang mengutamakan kepentingan pusat dan mengorbankan mereka. (Siaran Pers UI, Koreri dalam Gerakan Perlawanan Papua Merdeka, www.ui.ac.id)&lt;br /&gt;B. Awal gerakan Koreri di Biak&lt;br /&gt;1. Mitologi Biak&lt;br /&gt;Gerakan koreri berlandaskan pada mitologi Biak, yang mengisahkan adanya seorang lelaki tua bernama Mananarmakeri (disebut juga Kayan Sanau atau Kayan Biak) yang memiliki rahasia koreri. Mananarmakeri meninggalkan orang Biak dan pergi ke arah Barat bersama rahasia korerinya dan berjanji akan kembali pada suatu saat. Kepergiannya disebabkan oleh sifat-sifat orang Biak yang lalim, dipenuhi nafsu duniawi, ketidakjujuran, ketidakadilan, dan suka menumpahkan darah. Ia akan kembali jika sifat-sifat itu telah ditinggalkan oleh orang-orang Biak. &lt;br /&gt;Menurut mite Biak, suatu hari Manarmakeri menombak babi di kebunnya. Babi yang sudah kena itu lari dengan tombak di tubuhnya lalu masuk ke gua. Manarmakeri mengejar babi itu. Akan tetapi ketika tiba di gua itu ia tidak menemukan babi, melainkan mendengar suara yang menyapanya. Suara ini menunjukkan kepada Manarmakeri suatu kampung yang indah sekali. Dan diantara para penghuni ada teman-teman Manarmakeri, yang dulu telah meninggal dunia, dan kini telah hidup kembali; yang dulu renta, kini menjadi belia. Suara itu bertanya: maukah kau seperti mereka itu? Manarmakeri menjawab: ya ! Tapi suara itu berkata lagi: waktumu belum sampai; kau masih berada dalam dunia sasor. Kemudian kampung yang indah itu –dunia koreri– lenyap dari pandangan Manarmakeri. Maka ia kembali ke rumahnya.&lt;br /&gt;Sesudah kejadian tersebut, Mananarmakeri kembali ke kebunnya dan menemukan semua hasil kebunnya telah hilang dan hanya menyisakan satu labu. &lt;br /&gt;Keindahan koreri yang tampak, membuat Mananarmakeri merenung terus menerus dan dia pun terkena penyakit kulit, karena itulah dia kemudian dijuluki Mananarmakeri (bahasa Biak, Man=laki-laki, armakeri=kudis). Mananarmakeri juga memiliki nama lain Kayan Sanau (kekayaan Kudis) dan Kayan Biak (Kekayaan Biak). (Bas Nanlohy, Akulturasi dalam Gerakan Koreri, http://teologipapua.blogspot.com/2008/08/akulturasi-dalam-gerakan-koreri.html). Mananarmakeri memutuskan untuk pergi dari kampungnya dan mencari koreri ke arah tenggara. Setibanya di sebuah daerah bernama Meokbundi, Mananarmakeri berkelahi dengan Sang Bintang Pagi, Sampari, yang mencuri tuak dari pohon kelapa yang dibuatnya. Sang Bintang Pagi merayu Mananarmakeri dengan kekayaan dan kesejahteraan, namun ditolak Mananarmakeri. Mananarmakeri lalu mengajukan keinginannya untuk mendapatkan rahasia koreri sheben (hidup kembali sesudah mati dan kedatangan koreri). Sang Bintang Pagi pun memberitahukan rahasia koreri tersebut. &lt;br /&gt;Sekembalinya ke kampung, Mananarmakeri melaksanakan cara-cara yang diberitahukan oleh Bintang Pagi. Karena kelakuannya, hamillah Insoraki yang kemudian melahirkan seorang anak bernama Manarbew. Mengetahui kehamilah Insoraki, warga desa marah dan mereka semua pergi sembari membakar kampung mereka dan meninggalkan keluarga Mananarmakeri sendiri. Selepas kepergian warga desa, Mananarmakeri melanjutkan ritual untuk meraih koreri, yaitu dengan membakar diri, yang membuat kuitnya mengelupas dan berganti dengan kulit baru. Kulit lama yang terlepas berubah menjadi perhiasan dan peralatan yang cantik. Peristiwa ini dikenal dengan tahap berganti kulit (rer). Demikianlah, keluarga Mananarmakeri hidup dalam koreri, tanpa bersusah payah segala sesuatu yang dibutuhkan akan tersedia. &lt;br /&gt;Mananarmakeri tidak melupakan warga desanya, ia pun berniat membagi rahasia koreri, Dengan perahu itu, Mananarmakeri pergi ke tempat warga desanya inggal, yaitu di Krawi, sebelah utara pulau Yapen. Ia ditolak oleh warga desa, ketika ia mengutarakan niatnya untuk menghidupkan kembali mertuanya yang bakal mati ditimpa perahunya. Ia melanjutkan perjalanannya menuju Numfor. Sesampainya di Numfor, Mananarmakeri ingin menunjukkan rahasia korerinya, tetapi penduduk tidak ada yang mengerti apa maksud Mananarmakeri dan koreri. Ia pun marah dan pegi ke arah Barat. Sebelum kepergiannya, ia berjanji untuk kembali lagi pada satu saat dengan membawa koreri bagi warga Biak. (Majalah Prisma tahun 1980, hlm. 79-82)&lt;br /&gt;Orang Biak-Numfoor, memiliki pengharapan dan kepercayaan akan kedatangan seorang mesiah. Pengharapan ini biasanya dihubungkan dengan tokoh Yawi Nusyado alias Mananarmakeri, yang kemudian hari diberi gelar “Manseren Manggundi” (Tuhan Sendiri). Tokoh ini dianggap penting karena ia mampu memberikan kemerdekaan, kesejahteraan dan kehidupan baru bagi orang Biak-Numfoor. Manarmakeri adalah orang yang sudah dipersiapkan oleh Manseren Nanggi (Dewa Langit) untuk menjadi pemeran utama dalam drama kedatangan “Koreri Syeben” yang dinanti-nantikan orang Biak-Numfoor.&lt;br /&gt;Manseren Manggundi membawa Koreri yang di dalamnya terkandung: kehidupan baru, kebahagiaan, kesejahteraan, kekayaan ke arah Barat.&lt;br /&gt;Pengharapan terhadap kedatangan Manseren Manggundi dari arah Barat merupakan hal yang sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat Biak-Numfoor, baik pada masa lampau maupun masa kini. Karena menurut pesan dari Manseren Manggundi bahwa setelah tujuh generasi, ia akan kembali untuk memenuhi janjinya yaitu memberikan koreri kepada orang Biak-Numfoor. Pada saat itu, mulailah suatu kehidupan baru karena manusia menikmati hidup kekal, kebahagiaan dan kesejahteraan, kekayaan yang tidak pernah berakhir. Kedatangan “mesias” menandakan koreri syeben, karena juru selamat akan tiba dan semua orang mati akan dibangkitkan dan hidup bersama-sama dengan kita yang masih hidup. Selanjutnya, kita yang masih hidup akan mengalami keadaan “rer” (kulit baru) dengan tubuh yang baru, sama seperti keadaan orang mati yang dibangkitkan dalam tubuh yang baru. Perjanjian ini, merupakan harapan Mananarmakeri yang bersifat pengharapan mesianis, yang masih ada dan dapat mempengaruhi masyarakat Biak-Numfoor hingga saat ini. Biasanya pengharapan mesianis mereka dapat dihubungkan dengan kondisi ekonomi, sosial dan budaya, politik yang stabil, bahkan kondisi yang tidak sesuai lagi dalam kehidupan masyarakat secara umum. (Bas Nanlohy, Akulturasi dalam Gerakan Koreri, http://teologipapua.blogspot.com/2008/08/akulturasi-dalam-gerakan-koreri.html)&lt;br /&gt;Kedatangan Manseren Manggundi akan diumumkan oleh utusannya, yang dalam bahasa Biak disebut “konor” (pembawa berita atau perintis jalan). Konor mendapat perintah dari Manseren Manggundi melalui mimpi atau suatu penglihatan untuk memberitahu bahwa tokoh mesias akan segera tiba kembali. Namun sebelum Manseren Manggundi tiba, para pengikutnya harus melaksanakan beberapa hal sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Membangun rumah baru untuk Manseren Manggundi&lt;br /&gt;b. Memperbesar rumah masing-masing untuk menampung orang-orang yang akan dibangkitkan kembali&lt;br /&gt;c. Mempersiapkan segala sesuatu, termasuk kayu bakar, sebab akan terjadi kegelapan selama tiga hari, yang mendahului kedatangan Manseren Manggundi.&lt;br /&gt;d. Jangan memakan sayur labu dan babi. Alasannya ialah karena sayur labu dan babi, yang menjadi penyebab Manarmakeri meninggalkan kampung Sopen.&lt;br /&gt;e. Jangan makan daging ular dan udang. Alasannya ialah karena hewan-hewan yang bertukar kulit mempunyai sangkut pautnya dengan peristiwa perubahan kulit dari Manarmakeri.&lt;br /&gt;Melalui penjelasan di atas, dapat dipahami bahwa pengharapan mesianis orang Biak-Numfoor bermuara pada seorang tokoh mistis, yang dianggap mempunyai kuasa untuk memberikan kehidupan baru, baik secara jasmani maupun rohani. Artinya, Manseren Manggundi mempunyai kuasa ilahi dari Manseren Nanggi, sehingga ia dapat “menyelamatkan” manusia pada masa kini dan masa yang akan datang. Permasalahan kita bahwa kedatangan Manseren Manggundi belum terwujud. Meskipun demikian seringkali muncul seorang konor (pembawa berita) sehingga banyak orang mengikuti dan mempercayainya. Hal ini membuktikan bahwa kepercayaan akan Manseren Manggundi begitu mendalam dan berakar pada sebagian masyarakat Biak-Numfoor.&lt;br /&gt;2. Kedatangan Angganitha&lt;br /&gt;Gerakan Koreri di Biak Numfor, diawali dengan peristiwa yang dialami oleh Insernsowek yang kemudian diganti dengan nama baptisnya bernama Angganitha. Ia adalah janda dengan tiga anak dari klen Menufandu. Karena penyakit kulit dan beri-beri, ia pun diungsikan ke daerah lain. Namun, ketika ia kembali ke sanak keluarganya di Insumbabi, ia telah sembuh dan menjadi rupawan kembali. Angganitha kemudian bercerita bahwa ketika di tempat pengasingan ia dikunjungi oleh seseorang yang memberinya makan dan mengobatinya hingga sembuh. &lt;br /&gt;Orang asing tersebut memberkatinya dan memilihnya untuk menjadi penyiar dan pemimpin dari suatu hidup yang tidak akan ada akhirnya. Melalui dia, penduduk akan menuju pada jalan koreri. Berita inipun tersebar ke seluruh kepulauan Biak, dan untuk menguatkan pernyataannya, Angganitha mengaku bahwa orang asing yang telah menyembuhkannya adalah Mananarmakeri, yang berkata bahwa ia telah melihat kelaliman, penderitaan, penganiayaan, dan penindasan kepada Angganitha. Karena itu ia akan memberikan kedamaian abadi, dan memberikan nama Bin Damai atau Bin Mas ro Judea (putri Damai atau putri emas dari Judia). Ia pun mengutus Angganitha untuk memimpin rakyatnya menuju koreri. Agar koreri terlaksana, tidak diperbolehkan perang antar suku dan pertumpahan darah. Bendera yang akan dipakai di seluruh Irian adalah bendera bercorak tiga, di atas berwarna biru, di tengah putih, dan di bawah merah, yang melambangkan kesetiaan, kedamaian, dan keberanian. Ia pun mengatakan akan terjadi Perang Dunia Ketiga jika hak serta bendera orang Irian tidak diakui. &lt;br /&gt;Selang dua tahun, berita ini tersiar ke seluruh penduduk Biak Numfor, tetapi dirahasiakan dari pihak Belanda dan misionaris. Tersiarnya berita Perang Dunia II, semakin memperkuat pernyataan Angganitha, bahwa ia adalah orang yang diutus oleh Mananarmakeri. Berduyun-duyunlah orang-orang ke Insumbabi untuk menyaksikan dan menerima langsung perintah Kayan Sanau melalui Angganitha. Banyak pula orang yang datang ke Angganitha untuk berobat. &lt;br /&gt;Angganitha menjadi seorang yang sakral. Kekaguman penduduk tersebut segera menjelma ke dalam bentuk pendewaan. Apa yang diucapkan Angganitha adalah benar dan harus ditaati. Mulai saat itu terjadilah pergerakan melawan Kristen dan kedatangan orang Barat, dan menginginkan terbentuknya agama dan pemerintahan baru berdasarkan pada mitologi Biak. (Johsz R. Mansoben, Majalah Prisma, 1980, hlm. 78-79) &lt;br /&gt;C. Gerakan Koreri di Biak (1938-1943)&lt;br /&gt;1. Gerakan Koreri di Bawah Pimpinan Angganitha&lt;br /&gt;Pertengahan 1941, pemerintah Belanda dan para misionaris mengendus adanya tindakan pendewaan terhadap Angganitha. Kunjungan dalam jumlah besar ke pulau Insumbabi mengawali kecurigaan pemerintah, yang kemudian mengadakan penyelidikan. Atas hasil penyelidikan tersebut, pembantu kepala distrik pemerintah Belanda dan pendeta Kristen yang berkedudukan di Korido mengisyaratkan Angganitha dan pengikutnya untuk menghentikan gerakannya. Anjuran ini ditolak Angganitha, yang memancing kemarahan kepala distrik yang berkedudukan di Bosnik. Ia pun mengirimkan satu kesatuan polisi ke Insumbabi dan membakar semua rumah disana, yang disertai dengan perintah larangan membangun rumah di daerah itu. &lt;br /&gt;Perintah larangan tersebut mendapatkan respon yang bertentangan, semakin banyak penduduk yang membangun rumah di Insumbabi. Pemerintah meresponnya dengan menangkap Angganitha dan dipenjarakan di Serui. Karena kelakuan baiknya dan jaminan dari keluarga, akhir tahun 1941, Angganitha dibebaskan, dengan syarat untuk tidak menghidupkan lagi gerakannya. Setibanya di kampung Sowek, ia disambut meriah oleh pengikutnya. Lebih banyak lagi orang yang datang untuk memujanya, yang kemudian mendorong Angganitha untuk secara terbuka menyatakan perang dengan pemerintah dan zending. Ia mengatakan bahwa jika pemerintah melarang pergerakannya dengan menyerang pulau Insumbabi, maka semua kapal yang digunakan akan dihancurkan. Kesempatan bagi Angganitha untuk menyebarluaskan pengaruhnya semakin terbuka ketika pecah perang Jepang-Sekutu. &lt;br /&gt;Rapat-rapat massal yang berlangsung di Insumbabi diikuti dengan pertentangan antara yang pro zending dengan anti zending, yaitu pengikut Angganitha, mengakibatkan terjadinya pertumpahan darah. Para pengikut Angganitha berpendapat bahwa para zending merahasiakan sebagian dari kitab suci. Mereka beranggapan bahwa apa yang sebenarnya dimuat dalam kitab suci adalah tidak lain dari mitologi Biak. Karena itu mereka menyamakan Manarbew, putra Mananarmakeri dan Insoraki sebagai Yesus, Insoraki sebagai Maria. Oleh karena itu berbagai nama tempat di sekitar pusat gerakan dinamakan pula menurut nama-nama tempat di negeri Israel yang dimuat dalam kitab suci, seperti misalnya Insumbabi dinamakan Yudea, Pulau Rani dinamakan Gadara, dan Aiburanbondi dinamakan Bethlehem.&lt;br /&gt;Angganitha memperkuat diri dengan melantik pembantu-pembantu yang mewakilinya di setiap kampung dengan jabatan Tuan Damai atau Bin Damai. Kepada mereka diberikanlah bendera-bendera Koreri untuk dikibarkan di kampung mereka. Para Tuan Damai inilah yang melakukan propaganda untuk menarik massa pendukung Angganitha. Di sisi lain, pemerintah juga memperkuat pasukannya untuk meredam perlawanan dari gerakan ini. Dari Bosnik, pemerintah kembali mengirim kesatuan polisi untuk membakar rumah-rumah di pulau Insumbabi. Puncaknya, pada 8 Mei 1942 Angganitha ditangkap dan dibawa ke Bosnik. Tanggal 11 Juni 1942, armada Jepang tiba di Bosnik, yang menandakan pergantian pemerintahan dari Belanda ke Jepang. Tanggal 29 Juni 1942, Angganitha diasingkan ke Manokwari oleh Jepang. Ini merupakan akhir dari pergerakan Angganitha, tapi merupakan awal lahirnya pergerakan-pergerakan yang berakar pada pergerakan Angganitha tersebut. (Johsz R. Mansoben, Majalah Prisma tahun 1980, hlm. 82-83) &lt;br /&gt;2. Gerakan Koreri di bawah pimpinan Stephanus Simopyaref (1942)&lt;br /&gt;Stephanus Simopyaref berasal dari Manswam, Biak Selatan, ia dilukiskan sebagai seorang yang berperawakan kurus dan tinggi dengan kepandaian berbicara dan kepercayaan kepada diri sendiri yang besar. Ia pernah dipenjarakan di Jawa dan Maluku, yang mengenalkannya kepada agama Islam dan ilmu kebathinan. Pada waktu Jepang berkuasa, ia dipenjara di Manokwari. Ketika pemboman Manokwari, Stephanus dibebaskan dan ia kembali ke Biak dengan membawa kitab suci yang dibuang oleh Jepang. Dalam perjalanan pulang ke Biak, ia mengadakan rapat dengan kawan seperjalanannya di Pulau Wabruk pada 8 Juni 1942. Dalam rapat itu Stephanus merencanakan untuk menobatkan Angganitha sebagai ratu dan memutuskan seluruh kerabatnya memakai klem Mananarmakeri, sedangkan pemunculan Angganitha dinyatakan sebagai konor, yang dalam bahasa Biak berarti mereka yang mempunyai kemampuan untuk menawan hati dan pembawa kebaikan serta keberuntungan. Konor biasanya menyatakan diri sebagai utusan nenek moyang. Stephanus juga mengutarakan bahwa karena Angganitha adalah seorang wanita, maka perlu mendapatkan bantuan dari kaum laki-laki. Stephanus lah yang dianggap sebagai orang yang dapat memenuhi kewajiban tersebut, iapun bertindak sebagai jenderal dan membentuk Angkatan Bersenjata. &lt;br /&gt;Keberadaan Stephanus sebagai pimpinan gerakan, merupakan salah satu upaya baginya untuk meraih kekuasaan yang sebelumnya tidak dipikirkan oleh Angganitha. Stephanus menggunakan kekuasaan Angganitha untuk mencapai suatu tujuan politik. Pada tanggal 20 Juni 1942 Stephanus mendarat di Pulau Rani, dan merancang pembentukan angkatan bersenjata untuk membebaskan Angganitha. Stephanus berjanji jika Angganitha bebas, maka ia akan dilantik menjadi ratu. &lt;br /&gt;Upaya-upaya perundingan antara Stephanus dengan pemerintah Jepang, untuk membebaskan Angganitha, terus berlanjut. Namun, ketidakseriusan Jepang untuk menanggapi tuntutan, mengobarkan kemarahan para pendukung Angganitha. Puncaknya, ketika tanggal 13 Juli 1942 datang sebuah kapal Ursula dari Manokwari, yang disambut dengan sikap menyerang oleh massa. Beberapa perahu mendekati kapal tersebut, namun sebelum sampai, perahu tersebut ditembaki oleh kapal Jepang. Delegasi Jepang kemudian turun dan berunding melalui juru bicaranya, Iwata. Pihak Jepang menyampaikan bahwa setiap orang bebas, tetapi semuanya harus membantu Jepang, dan mereka akan menjadi anak-anak Jepang. Stephanus mengungkapkan keinginanya untuk membebaskan Angganitha, Jepang menyetujuinya dengan syarat Stephanus mengambil sendiri ke Manokwari. Stephanus menyetujuinya dan ia turut ke Manokwari untuk menjemput Angganitha.&lt;br /&gt;Berselang beberapa waktu, terdengar bahwa Stephanus dan Angganitha dipancung oleh orang-orang Jepang atas desakan dari orang Amber (yaitu pegawai pemerintah dari zending yang diungsikan dari Biak ke Manokwari karena gerakan Koreri) pada Agustus 1942. Berita ini membawa kebingungan bagi pengikutnya, beberapa rencana pembebasan disusun, tetapi tidak ada yang terlaksana. Upaya-upaya penyerangan bersenjata yang dilakukan dianggap sulit dilaksanakan karena kurangnya persenjataan. Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka dilakukan pendekatan-pendekatan baru yang lebih damai dan menarik banyak simpatisan. Salah satunya adalah membebaskan semua orang Irian yang anti Koreri yang dipenjarakan di Rani, semua orang Amber, juga dibebaskan, dan boleh kembali menjalankan tugas mengajarnya. Sedangkan para juru tulis kantor pemerintah dan polisi tetap ditahan tetapi tidak lagi di Rani. Rencana ini dirrealisir pada 19 Juli 1942. Dengan adanya pembebasan sebagian tahanan dan pemindahan sebagian lagi dari Rani serta ketidakpastian tentang kepemimpinan, menyebabkan banyak pengikut gerakan ini yang kembali ke kampungnya dan ke kehidupannya yang sebelumnya. (Johsz R. Mansoben, Majalah Prisma tahun 1980, hlm. 83-88)&lt;br /&gt;3. Gerakan Koreri di bawah pimpinan Birmori&lt;br /&gt;Birmori adalah teman sepenjara Stephanus di Manokwari yang ikut dibebaskan dan pulang ke kampungnya di Wapes, sebelah barat Laut Biak. Selama Stephanus melakukan gerakan di Rani, ia tetap tinggal di kampungnya. Tetapi, ketika pengaruh Stephanus memudar, ia tampil sebagai “juru selamat” baru. Seperti halnya dengan Stephanus dan Angganitha, kepercayaan rakyat kepada Birmori juga diwarnai dengan cerita-cerita Stephanus yang melihat dan bertemu dengan Manggundi dalam suatu “visun”. Sekembalinya di kampung, ia mendengar tentang memudarnya gerakan koreri yang berpusat di Rani, ia pergi mengunjungi Yamnaibor, bekas tempat ladang Manggundi. Sekembalinya dari ladang tersebut, ia menyatakan diri sebagai Raja Damai Wopes. &lt;br /&gt;Birmori menarik pengikut dengan menggunakan sinkretisme mitologi Biak dan agama Nasrani, serta penggunaan ilmu sihir, yang dianggap sebagai kelebihan oleh penduduk Papua. Beribu orang berduyun-duyun ke Wopes untuk menyaksikan dan menyediakan diri menjadi pengikut gerakan tersebut. Sementara gerakan Koreri di Rani mengalami kemunduran, gerakan Koreri di Wopes memulai masa perkembangannya. &lt;br /&gt;Birmori yang sejak semula tidak mau bekerjasama dengan Jepang, pada bulan Desember 1942 ia menyatakan pendiriannya secara blak-blakan terhadap Jepang. Sikap Birmori ini mengundang pihak Jepang untuk melawannya. Di bawah pimpinan Yasimoto, sepasukan Jepang pun tiba di Wopes yang terdiri dari seumlah Jungke (polisi Jepang yang berasal dari orang Papua) dan beberapa tentara dari orang Jepang. Yasimoto melakukan propaganda yang menyatakan bahwa Birmori adalah seorang penghasut, pemberontak dan pengecut, kemudian terjadilah pertempuran di antara mereka, Yasimoto terbunuh, pasukannya banyak yang terluka dan memilih untuk mundur. &lt;br /&gt;Setelah peristiwa tersebut, Birmori bersembunyi di hutan. Untuk memburunya, pihak Jepang menggunakan Stephen Wanda, salah seorang pengikut Angganitha yang membelot. Terjadilah kericuhan dalam dua kelompok tersebut, kawan dan lawan menjadi rancu. Akibatnya, terbunuhlah istri Birmori, dan ketika Birmori menggali liang lahat untuk menguburkan istrinya, ia dibunuh oleh anggota keluarga dekatnya. Kepala Birmori dipotong dan diserahkan pada orang-orang Jepang di Korido. (Johsz R. Mansoben, Majalah Prisma, hlm. 88)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Analisis&lt;br /&gt;Kepercayaan kepada “Sang mesias” seringkali terjadi pada masyarakat yang sedang mengalami penindasan, baik itu secara fisik, psikis, penindasan budaya, politik, maupun ekonomi. Konfrontasi antara pemikiran “koreri” dengan kenyataan yang dialaminya, menambah perasaan marah dan keinginan untuk mengembalikan kehidupannya dalam suasana lama yang dianggapnya lebih indah daripada kehidupannya sekarang. &lt;br /&gt;Kedatangan Angganitha dengan mukjizat yang terjadi dalam dirinya, menarik massa begitu banyak, terutama orang-orang Biak yang meyakini mitologi koreri dan kembalinya Mananarmakeri.  Kolonisasi yang hidup di masyarakat Biak, memasukkan budaya Barat ke budaya non-Barat. Kelompok, ide-ide baru, objek-objek, dan pola organisasi baru diperkenalkan, dimana mereka mengganti dan mengancam posisi kelompok pribumi yang telah berdiri sebelumnya. Dalam situasi tersebut, mayoritas individu dan kelompok yang dikolonisasi merasakan kesenggangan yang timbul antara apa yang mereka harapkan dalam segi status dan perolehan materi dengan apa ataupun kapasitas yang mereka miliki. Persepsi atas penyimpangan antara harapan dengan kapasitas ini menimbulkan deprivasi perasaan yang secara relatif dan kolektif telah dialami. Mereka membandingkan status dan keadaan mereka pada saat ini dengan keadaan pada zaman sebelumnya. Karena tekanan dan keputusasaan yang menyertai perasaan deprivasi relatif cukup berat dan merata, maka menimbulkan gerakan protes kolektif yang direncanakan untuk memperbaiki ketegangan dengan menutup kesenggangan antara pengharapan partisipan dengan kapasitas mereka.(Adas, Michael, 1988, hlm. 68-70) &lt;br /&gt;Masuknya orde kolonial, tidak saja menerapkan kontrol politik yang lebih tinggi atau tuntutan ekonomi yang lebih berat, tapi juga menimbulkan masalah legitimasi, etnik, dan norma-norma sosial yang dilanggar dalam aspek kehidupan orang yang dijajah. Masyarakat Biak merupakan suatu kesatuan etnik, yang sebelum kedatangan para kolonis, merupakan masyarakat yang telah memiliki way of life nya sendiri. Masuknya agama Kristen dan pemerintahan baru (Belanda), secara sepihak dan mengejutkan mengubah frontal seluruh cara hidup dan kebiasaan masyarakat Biak. &lt;br /&gt;Kemiskinan, penderitaan, dan kesengsaraan yang melanda masyarakat Biak, menyebabkan lemahnya mental mereka. Keinginan untuk hidup sejahtera, mapan, seperti dalam mite koreri mereka, memperoleh jawabannya ketika muncul seorang tokoh yang mengalami kejadian serupa dengan tokoh mitologi mereka. Sang tokoh tersebut menguatkan kepercayaan penduduk dengan kelebihan-kelebihan yang dimilikinya. Jadilah ia seorang yang sakti dan didewakan oleh penduduknya, ia adalah sang konor, semua perkataannya disamakan dengan perkataan Manggundi  mereka, sehingga mereka wajib melakukannya. &lt;br /&gt;Gerakan koreri bertujuan untuk mendirikan suatu kerajaan koreri bagi orang Biak khususnya dan orang Papua pada umumnya, yang sepenuhnya berkebudayaan Biak dan Papua. Hal ini menunjukkan bahwa aspek kultural merupakan motif pergerakan. Tahap gerakan frontal merupakan usaha untuk mempertahankan eksistensi kebudayaan asli. Pada gerakan koreri yang pertama, masih tampak gerakan mesianik yang berbasis religi-kultural, namun pada gerakan kedua dan seterusnya, yang diawali dengan munculnya tokoh-tokog seperti Stephanus, Birmori Boseren, Zadrak Ronsumbre, terlihat jelas motif politiknya, yaitu menentang praktek-praktek pemerinta Belanda dan Jepang yang membawa penderitaan bagi masyarakat. Maka, gerakan koreri yang dipimpin setelah masa Angganitha, rawan dengan kekerasan. &lt;br /&gt;Kegagalan gerakan Koreri di Papua merupakan satu hal yang telah diperkirakan sebelumnya. Ketergantungan kepada seorang pemimpin yang dianggap sebagai juru selamat, menjadi kelemahan utama dalam setiap gerakan mesianik. Sosok seorang pemimpin dianggap sebagai dewa, kondisi ini memunculkan pemimpin sebagai center dalam setiap pergerakan. Alhasil, ketika pemimpin yang didewakan tersebut tidak mampu lagi memimpin (mungkin meninggal), maka berhentilah gerakan tersebut.  &lt;br /&gt;Kegagalan gerakan ini dalam mewujudkan koreri juga dilatarbelakangi oleh pecahnya pengikut gerakan pada masa Stephanus Simopyaref menjadi tiga, yaitu, pertama  , pengikut sejati koreri yang bercita-cita memperjuangkan kembali koreri tanpa kekerasan, kedua, mereka yang berpura-pura menjadi pengikut gerakan koreri tapi dengan tujuan-tujuan tertentu yakni untuk memperoleh pengaruh di kampungnya, ketiga, pengikut-pengikut eksternal koreri, yaitu mereka yang berusaha menggunakan pengaruh gerakan koreri untuk menguasai banyak pengikut dalam usaha pembebasan Papua dari kekuasaan asing (Belanda dan Jepang). Stephanus Simopyaref dan pengikutnya termasuk dalam kategori ketiga. &lt;br /&gt;Gerakan Koreri pada dasarnya merupakan gerakan Millenarium. Gerakan Millenarium menurut Peter Worsley, adalah gerakan persiapan untuk menerima suatu masa yang sifatnya supernatural bliss (kebahagiaan supernatural). Ia mengungkapkan bahwa di dalam gerakan millenarium tidak sepenuhnya menggunakan konsep-konsep ‘mesianik’. Akan tetapi dalam gerakan koreri, penulis melihat adanya konsep-konsep mesianik yang digunakan. Ini nampak jelas dalam upaya-upayanya untuk merekrut partisipan dengan mengkultuskan seorang tokoh (Angganitha) yang dianggap bisa membawa kebahagiaan sejati dan menunjukkan jalan koreri. &lt;br /&gt;Dilihat dari bentuk pergerakan, gerakan koreri mengandung unsur-unsur sinkretis, maksudnya ialah percampuran antara elemen-elemen agama Kristen dengan elemen non agama Kristen sebagai atribut dalam upacaranya, yaitu penggunaan Kitab Suci, air kebal, dan ilmu sihir. Penyamaan antara mitologi Mananarmakeri dengan agama Kristen juga merupakan wujud sinkretisme tersebut. Gerakan koreri juga mengandung unsur ekstase, karena di dalam upacara para penai mengalami intrance (kesurupan) sehingga mampu melihat berbagai “visiun” dan dapat berbicara dengan bahasa apapun.&lt;br /&gt;Unsur Iconoclastis juga tercermin dalam gerakan ini, yaitu adanya anggapan bahwa sebagian isi dari kitab suci nasrani masih dirahasiakan oleh misionaris. Pengikut gerakan ini berusaha mendirikan suatu kepercayaan baru yang memberitakan hal sebenarnya, dan ini tidak lain adalah mitologi Mananarmakeri. Gerakan koreri juga telah terorganisir dengan baik, karena telah muncul seorang nabi yang disebut dengan konor yang merupakan pemimpin pergerakan. (Johsz R. Mansoben, Majalah Prisma tahun 1980, hlm. 89-91)&lt;br /&gt;E. Simpulan&lt;br /&gt;Munculnya gerakan mesianik di Biak, Papua tidak lepas dari ketidaknyamanan masyarakat Biak, Papua terhadap keberadaan orang Barat (Belanda) yang membawa kebudayaan Baratnya (terutama agama Nasrani) ke tengah-tengah masyarakat Biak. Ketidaknyamanan ini muncul karena adanya ketidakmerataan kesejahteraan dan ketidakpedulian pemerintah kepada warga Biak pada umumnya dan Papua pada khususnya. Maka, ketika muncul satu tokoh yang menonjolkan kesejahteraan dengan mengangkat mitologi Biak, rakyat Biak menyambut baik. Apalagi rakyat Biak telah merindukan sosok yang akan membangkitkan kejayaan masa lalu. Yaitu kesejahteraa, pemerataan, dan kebaikan bagi semua umat, dan dikenal dengan istilah koreri.&lt;br /&gt;Munculnya gerakan mesianik, terjadi di hampir seluruh wilayah di Indonesia dan negara-negara lainnya di dunia. Gerakan-gerakan seperti ini akan muncul tatkala ada ketidaksamaan antara kehidupan dalam bayangan mereka dengan kehidupan yang sebenarnya. Ketidakpedulian pemerintah kepada kesejahteraan rakyat dan benturan kebudayaan di suatu daerah juga bisa membangkitkan gerakan mesianik. Gerakan mesianik ini akan mampu memunculkan ledakan-ledakan kekerasan jika tidak ada penanggulangan yang baik oleh pihak terkait. Meskipun demikian, gerakan ini akan cepat memudar, karena adanya pengkultusan suatu tokoh. Jika tokoh tersebut melakukan suatu kesalahan (tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh pengikutnya), maka akan muncul keraguan terhadap tokoh tersebut, dan akhirnya hanya sedikit orang saja yang mempercayai dan mempertahankan diri sebagai “pengikut”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Daftar Sumber&lt;br /&gt;Adas, Michael. (1988). Ratu Adil: Tokoh dan Gerakan Millenarian Menentang Kolonialisme Eropa. Jakarta: Rajawali Press.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.Ridha. (1993). Gerakan Keagamaan dan Pemikiran (Akar Ideologis dan Penyebarannya). Jakarta: Al-Ishlahy Press.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mansoben, Johsz R., Gerakan Koreri di Daerah Biak Antara (1938-1943). Dalam Majalah Prisma, tahun 1980, hlm 78-91.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Noer, Fauzi. (2005). Gerakan-gerakan Rakyat di Dunia Ketiga. Yogyakarta: Resist Book.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.ui.ac.id, Siaran Pers Koreri dalam Gerakan Perlawanan Papua Merdeka. Diakses pada 22 Maret 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bas Nanlohy, Akulturasi dalam Gerakan Koreri. Dalam http://teologipapua.blogspot.com/2008/08/akulturasi-dalam-gerakan-koreri.html, diakses pada 22 Maret 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.komunitas-papua.net.htm, Sejarah Politik Papua, diakses pada 22 Maret 2010.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5934825681142959429-2629518976849957517?l=laelyarmy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laelyarmy.blogspot.com/feeds/2629518976849957517/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2010/03/gerakan-koreri-di-biak-1938-1943-wujud.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/2629518976849957517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/2629518976849957517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2010/03/gerakan-koreri-di-biak-1938-1943-wujud.html' title='Gerakan Koreri di Biak (1938-1943), Wujud Eksistensi Mitos dalam Kehidupan Masyarakat'/><author><name>laelyarmy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575767304171158431</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_3gwkGDZeHRU/TOdUsS7Zq-I/AAAAAAAAAC8/2J4gA4G7xAo/S220/DSC00024.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5934825681142959429.post-1699144498572114654</id><published>2009-09-30T20:07:00.000-07:00</published><updated>2009-09-30T20:40:00.140-07:00</updated><title type='text'>MENCINTAI SEJARAH</title><content type='html'>Tulisan saya terinsprasi dari "curhat" seorang teman yang berprofesi sebagai guru Sejarah di sebuah SMA Swasta. Beliau mengatakan bahwa Kurikulum terbaru (KTSP) yang berlaku di Indonesia, telah mematikan sejarah dengan mengurangi jam pelajaran Sejarah. Bahkan, tidak hanya mengurangi jam pelajaran, mereka juga mengurangi materi dalam mata pelajaran Sejarah. Beberapa materi yang seharusnya penting untuk diketahui, tetapi dikurangi (istilah resminya dipadatkan) ialah tentang pemberontakan PKI 1965. &lt;br /&gt;Pengurangan materi ini, sebenarnya bukanlah hal yang bijaksana. karena, seperti yang kita ketahui, peristiwa 1965 merupakan peristiwa besar dalam sejarah kita. Peristiwa ini menjadi awal perubahan dari orde lama ke orde baru. Maka muncullah pertanyaan besar mengenai apakah yang melatarbelakangi para penyusun kurikulum ini memperpadat bahasan dari materi PKI ini?&lt;br /&gt;Selain materi tersebut, ada beberapa materi lagi yang dipadatkan oleh penyusun kurikulum, dengan alasan bahwa materi itu terlalu sulit bagi siswa SMA. Karena padatnya materi sejarah, maka ini pun berimabas pada pengurangan jam mata pelajaran. Alhasil, ada guru mata pelajaran Sejarah hanya mengajar 3 jam dalam satu minggu. Jika kita hubungkan dengan kondisi saat ini yang mengembangkan prinsip Kapitalisme, maka fenomena pengurangan jam ini ada hubungannya. Kondisi saat ini,setiap orang pasti berkeinginan untuk memperoleh uang. Paradigma saat ini adalah, bidang teknologi dan eksak yang bisa menghasilkan uang. Karenanya, tak heran jika mata pelajaran eksak yang lebih dipentingkan daripada IPS. Sekarang ini, untuk jadi dokter, arsitek, masuk ke teknik, harus dari jurusan IPA.Padahal, jadi dokter-pun besok juga akan terjun ke masyarakat, jadi masuk ke ranah sosial kan?????&lt;br /&gt;Memang, untuk beberapa materi Sejarah, siswa perlu memiliki penalaran dan analisis yang baik, selain itu guru pun harus pandai-pandai menyampaikan materi. Jika demikian keadaannya, pemerintah tidak perlu lagi mengurangi bahasan Sejarah. karena, siswa harus mengetahui sejarah bangsanya, dari awal hingga akhir, tanpa satu pun peristiwa terlewati. Apalagi, sekarang telah banyak buku-buku Sejarah-yang meski harus melewati kritik sumber-yang bisa digunakan oleh guru-guru sejarah. Meskipun saat ini Sejarah dibatasi jam mata pelajarannya, Guru Sejarah bisa mempergunakan pengetahuan dan kepandaiaannya untuk membuat siswa mencintai Sejarah. Karena, Sejarah tidak hanya membuat orang lebih menghargai bangsa dan negaranya, tetapi juga membuat orang lebih bijaksana. Dengan mempelajari sejarah, siswa kita juga diajarkan ubtuk menganalisis sesuatu, sehingga daya nalar mereka akan lebih terasah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5934825681142959429-1699144498572114654?l=laelyarmy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laelyarmy.blogspot.com/feeds/1699144498572114654/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2009/09/mencintai-sejarah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/1699144498572114654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/1699144498572114654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2009/09/mencintai-sejarah.html' title='MENCINTAI SEJARAH'/><author><name>laelyarmy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575767304171158431</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_3gwkGDZeHRU/TOdUsS7Zq-I/AAAAAAAAAC8/2J4gA4G7xAo/S220/DSC00024.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5934825681142959429.post-7372314237935214703</id><published>2009-06-11T19:34:00.000-07:00</published><updated>2009-06-11T19:39:09.687-07:00</updated><title type='text'>MASIHKAH INGIN MAKAN BABI?</title><content type='html'>Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI Sumatera Selatan telah melakukan penelitian dengan melibatkan pakar dari FK UNSRI, menemukan fakta bahwa vaksin meningitis yang biasa digunakan jamaah haji dan umrah Indonesia mengandung enzim babi.  Padahal, dalam Al Qur’an sudah sangat jelas hukum memasukkan semua kandungan yang ada di tubuh babi (baik itu daging, darah, organ-organ babi, dsb.)&lt;br /&gt;Uniknya larangan Allah SWT telah ada sebelum ada penelitian mengenai keburukan mengkonsumsi binatang ini. Berikut ialah mudharat babi, berdasarkan penelitian beberapa ahli.&lt;br /&gt;1.Babi adalah tempat penampung penyakit. Beberapa bibit penyakit yang dibawa babi adalah cacing pita, cacing spiral, cacing tambang. Cacing paru-paru, Fasciolepsis busci, Schistosoma japonicum, bakteri Tubercolosis (TBC), virus cacar, virus kudis, kumparan kuman (Ruciformas N.), Kolera, Balantidium Coli, Brucellosis dan Toxoplasma gondil.&lt;br /&gt;2.Daging babi banyak mengandung lemak, yang meskipun rasanya lezat tapi lemak ini mengakibatkan daging babi sulit dicerna, sehingga zat gizi tidak dapat dimanfaatkan penuh oleh tubuh.&lt;br /&gt;3.Prof. A. V. Nalbandov (Penulis buku Adaptif Physiology on Mammals and Birds) menyebutkan bahwa kantung urine (vesica urinaria) babi sering bocor, sehingga urine sering merembes kedalam daging. Akibatnya, daging tercemar kotoran yang seharusnya dibuang.&lt;br /&gt;4.Lemak punggung babi tebal dan mudah rusak oleh proses ransiditas oksidatif (mudah tengik), tidak layak dikonsumsi manusia.&lt;br /&gt;5.Babi merupakan carrier  (pembawa) virus Flu Burung (H5N1).   Di dalam tubuh babi, terdapat virus H1Ni yang tidak ganas dan tidak menular kepada manusia. Namun jika virus ini bermutasi menjadi H5N1, maka terbentuklah virus ganas dan menular kepada manusia.&lt;br /&gt;6.Prof. Abdul Basith Muhammad menyebutkan berbagai penyakit yang ditularkan babi, yaitu pengerasan urat nadi, naiknya tekanan darah, nyeri dada (angina pectoris), radang dan nyeri pada sendi-sendi tubuh.&lt;br /&gt;7.Dr. Murad Hoffman (Ahli dan Penulis di Jerman), memberikan catatan:&lt;br /&gt;a.Memakan babi yang terjangkiti cacing babi tidak hanya berbahaya, tetapi juga menyebabkan peningkatan kolesterol tubuh dan memperlambat proses penguraian protein dalam tubuh&lt;br /&gt;b.Mengakibatkan penyakit kanker usus, iritasi kulit, eksis dan rheumatic&lt;br /&gt;c.Virus-virus influenza yang berbahaya hidup dan berkembang dengan medium babi.&lt;br /&gt;8.Penelitian ilmiah di Cina dan Swedia menyebutkan bahaw daging babi merupakan penyebab utama kanker kolon dan anus.&lt;br /&gt;9.Dr. Muhammad Abdul Khair (penulis buku Ijtihaadaat fi at Tafsir AA Qur’an Al Karim) menulis bahwa daging babi mengandung benih-benih Cacing pita dan Trachenea Iolipia. Cacing tersebut akan pindah ke tubuh manusia yang mengkonsumsi daging babi.&lt;br /&gt;Penyakit lain yang ditularkan ialah kolera babi, keguguran nanah (karena bakteri prosilia babi), kulit kemerahan yang ganas dan menahun dan bersifat mematikan, penyakit pengelupasan kulit dan benalu askaris.&lt;br /&gt;10.Babi merupakan hewan paling jorok dan memiliki banyak sifat buruk, antara lain:&lt;br /&gt;a.Binatang paling rakus dan tidak tertandingi oleh hewan lainnya&lt;br /&gt;b.Suka memakan bangkai dan kotorannya sendiri&lt;br /&gt;c.Suka memakan kotoran manusia&lt;br /&gt;d.Suka berada di tempat basah dan kotor&lt;br /&gt;e.Bila tidak ada yang bisa dimakan lagi, ia akan memuntahkan isi perutnya dan memakannya lagi &lt;br /&gt;f.Terkadang ia suka mengencingi makanannya terlebih dulu sebelum dimakan&lt;br /&gt;g.Babi adalah binatang pemalas, tidak sika mencari pakan (ia memakan apa saja yang ditemukannya), suka dengan sejenis &amp; tidak pencemburu, tidak tahan sinar matahari, tidak punya hasrat membela diri, dsb.&lt;br /&gt;h.Ust. Muhammad Umar Abduh (dari Perancis) menyebutkan bahwa babi menularkan sifat suka berzina.&lt;br /&gt; DNA BABI MIRIP DENGAN DNA MANUSIA, SEHINGGA JIKA KITA MEMAKAN BABI, BISA BERDAMPAK MENULARNYA SIFAT BURUK BABI TERSEBUT.&lt;br /&gt;BERHATI-HATILAH PARA PEMAKAN BABI!!!!!!!!!&lt;br /&gt;Referensi:&lt;br /&gt;Majalah Risalah Mujahidin, Th III/Edisi 28, Mei-Juni 2009, Yayasan Ahlu Shuffah dn Pusat Studi Islam An-Nabawy.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5934825681142959429-7372314237935214703?l=laelyarmy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laelyarmy.blogspot.com/feeds/7372314237935214703/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2009/06/masihkah-ingin-makan-babi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/7372314237935214703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/7372314237935214703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2009/06/masihkah-ingin-makan-babi.html' title='MASIHKAH INGIN MAKAN BABI?'/><author><name>laelyarmy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575767304171158431</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_3gwkGDZeHRU/TOdUsS7Zq-I/AAAAAAAAAC8/2J4gA4G7xAo/S220/DSC00024.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5934825681142959429.post-9010066689390695492</id><published>2009-06-02T21:38:00.000-07:00</published><updated>2009-06-02T21:44:09.362-07:00</updated><title type='text'>DIBALIK GENOCIDE ISRAEL-AMERIKA</title><content type='html'>Istilah Genocide diperkenalkan oleh seorang pengacara Polandia-Yahudi, Raphael Lemkin (1900-1959) pada tahun 1943. Genocide merupakan gabungan dua kata yaitu Geno dan Cide. Geno, adalah bahasa yunani yang berarti ras atau klan sedangkan Cide, berasal dari kata latin yang berarti pembunuhan. Dia menggunakan kata genocide ini untuk menggambarkan pembunuhan dan pemusnahan bangsa Yahudi Eropa secara sistematis yang dilakukan oleh Nazi pada masa Perang Dunia II. &lt;br /&gt;Dalam khasanah HAM (Hak Asasi Manusia), Genocide atau dalam bahasa Indonesia menjadi genosida, merupakan salah satu tindakan pelanggaran berat HAM dan tergolong kejahatan internasional. Dalam arti legal baik dalam Statuta Roma dan UU Pengadilan HAM No. 26 Tahun 2000; genocide berarti suatu tindakan yang dilakukan secara sistematis dengan tujuan untuk menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebahagian bangsa, etnis, ras atau kelompok kepercayaan, seperti:&lt;br /&gt;1.Pembunuhan terhadap anggota dari suatu kelompok&lt;br /&gt;2.menyebabkan penderitaan yang serius baik secara fisik dan mental/psikis.&lt;br /&gt;3. menciptakan kondisi kehidupan suatu kelompok yang akan atau dapat mengakibatkan   kemusnahan secara fisik baik seluruh atau sebagiannya&lt;br /&gt;4. memaksakan tindakan-tindakan yang bertujuan mencegah kelahiran di dalam kelompok &lt;br /&gt;5. memindahkan secara paksa anak-anak dari kelompok tertentu ke kelompok lain.&lt;br /&gt;(www.sekitarkita.com)&lt;br /&gt;Kejahatan Israel dan Amerika Serikat yang mengatasnamakan “terorisme” untuk melakukan pemusnahan kepada kelompok Islam telah menjadi rahasia umum. Penjajahan berpuluh-puluh tahun Israel di Palestina, penyerangan atas nama TERORISME oleh AS di Irak, Afghanistan, Pakistan, dan berbagai Negara Islam, merupakan contoh kecil kebiadaban genocide kedua Negara iblis ini. Saya sendiri menganggap kedua Negara ini merupakan “tukang jagal” terhebat sepanjang sejarah dunia. Karena jika dulu Hitler yang melakukan genocide ditentang dan dilawan habis-habisan oleh hamper seluruh Negara di dunia, maka dalam kasus AS dan Israel, tidak ada yang berani mengusik perilaku buruk mereka. Bahkan, tanpa disadari, banyak Negara muslim yang justru mengekor dan menjadi budak mereka. Inilah kehebatan mereka.&lt;br /&gt;Israel telah “menjajah” Palestina sejak 1947 (hingga sekarang tahun 2009, mereka telah menjajah selama 62 tahun) dan selama itu pula mereka tidak pernah berhenti membantai dan memberangus warga Palestina yang mereka anggap sebagai “fundamentalis Islam”, pro HAMAS dan noncooperative pada mereka. Parahnya, pembantaian tidak hanya dilakukan kepada orang dewasa saja, tetapi juga anak-anak dan orangtua-orangtua. Pembantaian yang terbaru dan diketahui hampir seluruh masyarakat dunia ialah pada akhir bulan Desember 2008. Bersama dengan sekutu abadinya, Amerika Serikat, mereka membantai warga Palestina, alasannya ialah klasik, memburu terroris. &lt;br /&gt;Iblis selanjutnya yang lebih sulit dihancurkan ialah Amerika Serikat, Negara yang memerdekakan diri pada 4 Juli 1776 dari Inggris. Dengan kecerdasan berperangnya, Negara yang awalnya hanya terdiri dari 13 koloni ini, kemudian berekspansi mencari daerah baru dengan membeli dan menganeksasi dari Negara lainnya hingga terbentuklah AS dengan 50 negara bagian seperti sekarang ini. Karenanya, tidak mengherankan jika hingga saat ini pun AS menjadi salah satu Negara Eropa yang hobi perang. Sejak Perang Dunia I hingga perang Teluk III (Perang menghancurkan Saddam Husein) dn Perang Terorisme, Amerika lah yang menjadi aktor utama. Gaya permainannya pun berubah-ubah, sesuai kepentingan yang melandasinya. Namun, sebagian besar Perang dilandasi oleh egoisme untuk menjadi pemimpin dunia dan menghancurkan Islam.&lt;br /&gt;Kedekatannya dengan Israel tidak lepas dari isu ras, yaitu ras Yahudi, dimana banyak orang-orang Yahudi yang menduduki jabatan-jabatan penting di Amerika Serikat. Salah satunya ialah Presiden AS ke 32, Franklin Delano Roosevelt, yang merupakan keturunan Yahudi. Bahkan, sudah menjadi rahasia umum jika dalam setiap pemilihan presiden AS, Israel ikut campur tangan. Dikatakan bahwa “tanpa restu” Israel, seseorang tidak akan lolos menjadi kandidat presiden AS. Bahkan, presiden Barrack Obama, secara terang-terangan membela Israel atas serangannya ke Palestina pada akhir Desember 2008. Ia juga mengatakan bahwa Amerika Serikat akan selalu di belakang Israel. &lt;br /&gt;Penyerbuan AS ke Irak, Afghanistan, dan baru-baru ini di wilayah Pakistan (dengan bantuan “pemerintah boneka” Pakistan), saya yakini juga karena ada kepentingan Israel di balik ini. Sejak keberhasilan Israel memperoleh tanah Palestina yang diakuinya sebagai Tanah Perjanjian, mereka kemudian merencanakan pembentukan Negara Israel Raya. Negara Israel yang menguasai dunia, menguasai Negara muslim, dan mendirikan Negara Yahudi terbesar di dunia. Mungkin Amerika Serikat bukanlah Negara Yahudi, rakyatnyapun mayoritas beragama Protestan dan Katolik, tetapi bagaimanakan dengan Presiden dan penghuni parlemennya? Wallahualam..&lt;br /&gt;Entah skenario apa yang sedang dimainkan oleh kedua Negara iblis ini, tetapi yang harus kita yakini ialah, apapun yang mereka lakukan, pasti selalu ada kepentingan di baliknya. AS dan Israel, serta Negara Eropa lainnya, tidak pernah melakukan sesuatu tanpa imbalan. Karena pada prinsipnya, mereka sama dengan setan, yang selalu ingin lebih dari orang lain dan tidak pernah ingin orang lain (terutama orang Islam) sukses. Mereka selalu takut akan kesuksesan dan persatuan orang Islam, karena jika itu terjadi, mereka telah mengetahui konsekuensinya. Oleh karenanya mereka melakukan genocide kepada warga Muslim, terutama muslim yang taat, yang selalu mereka katakan dengan “Islam Fundamentalis atau Islam Garis Keras” untuk mengadu domba sesama muslim.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5934825681142959429-9010066689390695492?l=laelyarmy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laelyarmy.blogspot.com/feeds/9010066689390695492/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2009/06/dibalik-genocide-israel-amerika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/9010066689390695492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/9010066689390695492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2009/06/dibalik-genocide-israel-amerika.html' title='DIBALIK GENOCIDE ISRAEL-AMERIKA'/><author><name>laelyarmy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575767304171158431</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_3gwkGDZeHRU/TOdUsS7Zq-I/AAAAAAAAAC8/2J4gA4G7xAo/S220/DSC00024.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5934825681142959429.post-8076451144558787799</id><published>2009-05-22T20:06:00.000-07:00</published><updated>2009-05-22T20:22:08.653-07:00</updated><title type='text'>Kesuksesan Dunia-Akhirat</title><content type='html'>"Fokuskan dirimu pada satu pekerjaan, lalu lakukanlah dengan ikhlas,,janganlah terlalu menghambakan diri pada keduniawian,,uang hanyalah makhluk fana,ia tidak bisa membantu kita klak di akhirat,,,kesuksesan sejati ialah ketika pekerjaan yang kita lakukan berguna untuk orang lain. Bersemangatlah untuk terus membantu orang yang membutuhkan pertolongan,jadilah orang yang sukses di dunia dan akhirat"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5934825681142959429-8076451144558787799?l=laelyarmy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laelyarmy.blogspot.com/feeds/8076451144558787799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2009/05/kesuksesan-dunia-akhirat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/8076451144558787799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/8076451144558787799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2009/05/kesuksesan-dunia-akhirat.html' title='Kesuksesan Dunia-Akhirat'/><author><name>laelyarmy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575767304171158431</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_3gwkGDZeHRU/TOdUsS7Zq-I/AAAAAAAAAC8/2J4gA4G7xAo/S220/DSC00024.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5934825681142959429.post-5471228259748396822</id><published>2009-04-27T23:14:00.000-07:00</published><updated>2009-04-27T23:47:00.864-07:00</updated><title type='text'>Kursi RI 1, UNTUK SIAPA?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3gwkGDZeHRU/SfamTrR6AbI/AAAAAAAAAB0/L-YRsbeDO2o/s1600-h/100_3559.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3gwkGDZeHRU/SfamTrR6AbI/AAAAAAAAAB0/L-YRsbeDO2o/s320/100_3559.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329630066005115314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ini seluruh media massa di Indonesia sedang asyik meliput kesibukan-kesibukan elite politik Indonesia yang sedang mencari "sahabat berpolitik". Partai-partai besar asyik berbicara dan berkoar-koar tentang kehebatan capres yang akan diusungnya, sedangkan partai-partai kecil saling beradu untuk memperebutkan siapa kadernya yang akan menjadi cawapres dari capres yang sudah pasti maju. Bahkan, tanpa malu-malu ada seorang tokoh politik yang (sebenarnya)adalah mantan NAPI dalam kasus korupsi (tapi tdk pernah masuk bui),mengajukan dirinya untuk menjadi cawapres (tanpa dicalonkan oleh partainya).Alhasil,semakin banyak nama-nama muncul baik itu untuk menjadi capres ataupun cawapres.Namun,sebagian besar dari nama-nama tersebut,pada awal pemilu legislatif telah dicalonkan menjadi capres,dan ia pun dengan tegas menyatakan kesiapan menjadi capres,dengan dalih DEMI MEMPERBAIKI NASIB BANGSA.&lt;br /&gt;Selang beberapa hari setelah pemilu legislatif usai,beberapa partai yang memiliki capres yang diusung sejak awal, ternyata mendulang sedikit suara, akhirnya mereka pun ikhlas untuk berkoalisi, sebagai sarana untuk turut andil dalam eksekutif. Lucunya,mayoritas partai yang membahas kesepakatan koalisi, sebagian besar dari mereka "tersandung" dalam satu masalah,yaitu "CAPRES-CAWAPRES".Salah satu contohny adalah perceraian yang terjadi antara 2 partai besar,yang telah bersahabat sejak 2009,yaitu si kuning dan si biru.Ya,salah satu alasannya karena masing-masing memiliki keinginan agar kader dari partai tersebut menduduki kursi RI 1. &lt;br /&gt;Hingga akhirnya partai kuning ini pun sampai sekarang masih kebingungan mencari teman,karena ketika dia mendekati si merah pun, si merah juga tidak bersedia hanya menjadi RI 2.&lt;br /&gt;Entah sampai kapan persoalan perebutan kursi RI 1 akan berakhir di Indonesia, mungkun 5 tahun lagi,juga tetap masih ada kasus-kasus seperti ini. Yah,inilah politik,tidak ada teman ataupun lawan,yang ada hanyalah kepentingan abadi.Mungkin sudah seharusnya tokoh-tokoh politik belajar ulang di bangku sekolah tentang makna politik yang sesungguhnya. Bahwa politik bukanlah untuk menjadi penguasa,tetapi untuk melayani kepentingan rakyat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5934825681142959429-5471228259748396822?l=laelyarmy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laelyarmy.blogspot.com/feeds/5471228259748396822/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2009/04/kursi-ri-1-untuk-siapa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/5471228259748396822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/5471228259748396822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2009/04/kursi-ri-1-untuk-siapa.html' title='Kursi RI 1, UNTUK SIAPA?'/><author><name>laelyarmy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575767304171158431</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_3gwkGDZeHRU/TOdUsS7Zq-I/AAAAAAAAAC8/2J4gA4G7xAo/S220/DSC00024.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3gwkGDZeHRU/SfamTrR6AbI/AAAAAAAAAB0/L-YRsbeDO2o/s72-c/100_3559.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5934825681142959429.post-5105169786587741312</id><published>2009-04-27T22:45:00.000-07:00</published><updated>2009-04-27T23:09:34.810-07:00</updated><title type='text'>LOGIKA DALAM ANALISIS SEJARAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3gwkGDZeHRU/SfadKo5_qYI/AAAAAAAAABs/Y-bvGL_ynQM/s1600-h/di+kantin+3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 267px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3gwkGDZeHRU/SfadKo5_qYI/AAAAAAAAABs/Y-bvGL_ynQM/s320/di+kantin+3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329620015144479106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 2.3  (Win32)"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	--&gt;&lt;/style&gt;&lt;b&gt;Sejarah sebagai 	Idiografis&lt;/b&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Tipe ilmu pengetahuan ada 2, yakni &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;nomotetis&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;,&lt;/span&gt; yang mencoba untuk membentuk hukum-hukum abstrak umum dalam konteks proses perulangan yang waktunya tidak terbatas; dan idiografi, yang bertujuan untuk memahami keunikan dan kegiatan masa lalu. Seringkali ditegaskan bahwa ilmu alam adalah nomotetis, dan sejarah (dalam pengertian catatan/laporan peristiwa) adalah idiografis; dan konsekuensinya bahwa logika dan struktur konseptual dari pernyataan sejarah adalah benar-benar berbeda dari ilmu-ilmu alam tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Setiap kali penyelidikan dalam risalah ilmu-ilmu alam dan buku-buku sejarah, mengungkapkan perbedaan diantara keduanya, yakni luasnya pernyataan yang dahulu bentuknya umum (menggeneralisasikan suatu peristiwa), dan yang sedikit banyaknya kandungan isi mengenai masalah-masalah khusus, tempat dan waktu, dimana pada masa belakangan dipenuhi dengan nama-nama, data-data, dan spesifikasi geografi. Dalam perluasannya, muncul dugaan yang kontras antara &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;ilmu alam yang nomotetis&lt;/span&gt; dan &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;sejarah yang idiografis&lt;/span&gt; dalam &lt;b&gt;membentuk sebuah&lt;/b&gt; &lt;b&gt;pernyataan yang tepat&lt;/b&gt;. Karenanya, ilmu-ilmu alam murni seringkali menegaskan pendapat umum mereka dalam pembenaran (data) empiris hanya berdasar pada bukti-bukti faktual yang konkrit, dan karena itu hanya dengan mendirikan dan menggunakan bermacam pernyataan tersendiri. Pendeknya, bahwa ilmu alam yang lain adalah diambil sebagai keseluruhan dari subdivisi ilmu teori murni yang lain, yang dapat dipandang sebagai &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;nomotetis eksklusif&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Pembelajaran sejarah lepas dari perkiraan sebuah penerimaan diam-diam dari pendapat umum yang bermacam-macam dalam ilmu alam. &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Meskipun sejarawan bisa memusatkan perhatian dengan kejadian masa lalu dan unik, ia harus menyeleksi dan mengabstraksikan dari peristiwa-peristiwa konkrit (nyata) yang dipelajarinya&lt;/span&gt;, &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;dan diskursusnya tentang apakah kebutuhan dari individual, yang sumbernya diambil dari nama-nama umum dan istilah-istilah deskriptif umum&lt;/span&gt;. Seperti karakteristik dan hubungan dengan pengakuan dari berbagai macam jenis atau tipe hal dan peristiwa, dan karenanya dengan pengetahuan yang implisit dari banyaknya data empiris yang beraturan. Sekali lagi, &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;sebuah fase dari tugas sejarawan adalah untuk membuktikan dokumen dan sumber-sumber sisa yang lain dari masa lalu, dan dituntut untuk melaporkannya dalam bentuk pernyataan tegas dengan maksud/penjelasan yang tepat, dari kepercayaan dan kesaksian peristiwa masa lalu.&lt;/span&gt; Sebagai eksekusi efektif dari tugas ini adalah &lt;i&gt;kritik ekstern&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;kritik intern,&lt;/i&gt; karenanya sejarawan harus dilengkapi dengan berbagai macam hukum umum, yang dipinjamnya dari ilmu alam dan ilmu sosial lain. Sejarawan selalu bertujuan untuk menerangkan masa lalu secara lebih kronikel (kronologis), dan berusaha untuk memahami dan memaparkan laporan/catatan kejadian dalam masa tersebut dari sebab dan akibatnya (konsekuensi), mereka harus menyatakan dugaan secara jelas berdasar hukum-hukum yang berkedudukan kuat dari penyebab sebuah ketergantungan (bantuan). Hatta. &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;sejarah bukanlah suatu ilmu idiografis murni.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Tak bisa dipungkiri, ada suatu hubungan asimetri antara ilmu sejarah dan ilmu teori. &lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Sejarah berupaya untuk membentuk pendapat yang umum dan tersendiri (berbeda dengan yang lain). Sejarawan bertujuan untuk menyatakan pendapat tersendiri (khusus) tentang kejadian dan hubungan dari kejadian-kejadian khusus; dan meskipun tugas ini dapat diterima hanya dengan berasumsi dan menggunakan hukum-hukum umum, sejarawan tidak hanya memandangnya sebagai bagian dari tugas mereka untuk membentuknya dalam hukum-hukum&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Perbedaan antara sejarah dengan ilmu teori yang lain dianalogikan sama halnya dengan perbedaan antara diagnosis medis dan fisika, atau antara geologi dan fisika.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;Logika dalam 	analisis sejarah&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Penelitian sejarah memusatkan perhatian pada keistimewaan (aneh, ganjil, luar biasa), dan mencari untuk memastikan penyebab ketergantungan antara kejadian-kejadian tertentu, bukan untuk memberikan pembenaran meluas dari anggapan bahwa ada sebuah perbedaan radikal struktur logika dari pemaparan dalam sejarah dan ilmu-ilmu umum lain, hanya ada satu argumen spesifik untuk mendukung klaim bahwa ada banyak perbedaan&lt;/span&gt;. Telah dikatakan bahwa ada pembuktian formal yang berbeda antara “konsep umum” dari ilmu teori dan “konsep individual” yang diasumsikan menjadi tujuan penelitian sejarah. Konsep-konsep dari bentuk/jenis pertama diduga untuk memenuhi prinsip logika yang umum (familiar) dari variasi sebaliknya pada istilah &lt;i&gt;extension dan intension (tension=ketegangan)&lt;/i&gt;: ketika seperangkat istilah umum disusun dalam urutan tingginya/meningkatnya &lt;i&gt;extension&lt;/i&gt; mereka, &lt;i&gt;intensions &lt;/i&gt;mereka menurun. Tapi kebalikannya mengatakan untuk menjadi kasus dalam konsep individual dan pemaparan sejarah, karenanya lebih &lt;i&gt;inklusif &lt;/i&gt;bidang jangkauannya seperti sebuah konsep, penuh dengan maksud/arti. Contohnya, istilah “pencerahan perancis” diklaim tidak hanya memiliki jangkauan &lt;i&gt;(scope)&lt;/i&gt; yang lebih &lt;i&gt;inklusif&lt;/i&gt; daripada istilah “kehidupan Voltaire”, tapi juga untuk memiliki &lt;i&gt;intension &lt;/i&gt;penuh. Kemudian, “pencerahan perancis” boleh dikatakan dalam “kandungan” sebagai sebuah “komponen” dalam kehidupan Voltaire; dan ini tak bisa diragukan lagi kebenarannya bahwa istilah “pencerahan perancis” adalah lebih ”mengandung arti yang kaya” daripada istilah “kehidupan Voltaire”, jadi bahwa prinsip logika dibawah &lt;i&gt;discussion&lt;/i&gt; tidak dapat ditampilkan signifikan dalam istilah ini.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Lebih umumnya, bahwa ini bukanlah alasan yang bagus untuk mengklaim bahwa pola umum pemaparan dalam penelitian sejarah, atau struktur logika dari hal-hal konseptual yang dikerjakannya, adalah berbeda dari penemuandalam ilmu-ilmu alam dan umum lainnya. Pemaparan premis dalam sejarah, seperti dalam ilmu alam, termasuk implisit di dalamnya adalah hukum-hukum pendapat (&lt;i&gt;assumed)&lt;/i&gt;, adalah sebanyak eksplisit (meski biasanya selalu tidak lengkap) yang diformulasikan dalam pernyataan yang istimewa dari kondisi awal. Hukum-hukum umum yang diam-diam (tak diucapkan/ tradisi?) menjadi variasi di dalamnya. Mereka bisa merupakan pernyataan yang beraturan dan terbukti kebenarannya dalam beberapa ilmu pengetahuan khusus, atau mereka merupakan anggapan yang tidak tersusun dan diambil dari pengalaman umum; mereka bisa merupakan pendapat umum dari &lt;i&gt;invariable concomitance&lt;/i&gt;, atau bisa juga bentuk (data) statistik; mereka bisa pula menyatakan sebuah keseragaman dalam rangkaian peristiwa tertentu, atau juga menyatakan hubungan dari ketergantungan yang tidak tentu. Pernyataan istimewa dari kondisi awal adalah varietas perbadingan, dan meskipun banyak dari mereka yang seringkali tak dapat dibantah dan memilik sifat terkaan yang tinggi. Tentu saja, relevansi beberapa pernyataan yang tersendiri (istimewa, luar biasa, aneh, ganjil) di dalam suatu masalah khusus dalam penelitian, praktis boleh dikatakan kebenarannya, adalah jawaban yang seringkali tak bisa memutuskan atau tak dapat untuk menerima kesepakatan (kebulatan suara). Faktanya, beberapa prasangka dalam hubungan itu adalah lebih banyak dikenakan dalam penelitian sejarah, meskipun mereka bukannya tanpa hubunagn dengan cabang ilmu social lain.  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Dalam peneitian sejarah sebagai sebuah cabang dari ilmu yang menginginkan untuk mencari kebenaran dari suatu masalah. Ini bisa merupakan pilihan individual dan merupakan suatu sokongan (pengaruh), yang dikontrol oleh pendidikan, dan pengaruh guru; bisa juga merupakan pengaruh kekuasaan dan uang; kebanggan nasional, tekanan social, atau adanya misi politik. Ide-ide sejarawan telah memberikan beberapa perhatian dalam masalah ini, dan mempunyai kemampuan menemukan/membuka data stimuli untuk penyelidikan tertentu. Namun tak ada alasan kuat untuk mempercayainya, karena penelitian sejarah dimulai dari suatu masalah khusus,  atau disebabkan adanya factor-faktr/hal-hal tertentu dalam peristiwa itu, sejarawan dihalangi-lebih daripada ilmuwan alam-dalam pencarian sumber/subyek yang diselidikinya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Banyak penulis berpikir bahwa meskipun selektivitas (kemampuan memilih) sejarah adalah mutlak dari sejarawan dengan “dipenuhi/diresapi nilai-nilai” dalam pokok masalahnya. Karena itu, menurut suatu pandangan, seorang individu atau proses dapat dikatakan sebagai ”sejarah” jika itu ”tidak tergantikan”, yang lain karena keunikan dari beberapa nilai kebudayaan yang diterima atau karena ini adalah sarana untuk mengaktualisasikan suatu nilai. Konsekuensinya, penelitian sejarah dapat menolak hubungan dalam nilai-nilai teori yang dikatakan oleh beberapa penulis untuk melibatkan sebuah muslihat/kecurangan diri, dimana komentator yang lain mencakup bahwa tak seperti ilmu fisika “sejarah adalah pribadi yang hebat (&lt;i&gt;personal banget&lt;/i&gt;)”, maksudnya, selama “bintang dan molekul tak punya cinta dan benci, manusialah yang melakukan (bekerja)” . Di sini tidak ada  dasar klaim bahwa studi sejarah adalah eksklusif (tertutup) untuk peresapan/pengandungan nilai dari peristiwa, tetapi dari kata “sejarah” adalah wewenang/perubahan mendefinisikan kembali sesuai dengan klaim/tuntutan. Meski tak dipungkiri banyak penelitian sejarah yang terkonsentrasi dengan kejadian-kejadian yang karakteristikal, banyak pula penyelidikan yang secara umum disebut ”Sejarah” yang bukan dari alam ini-contohnya penyelidikan untuk perkembangan bintang, spesies biologi, dll. Secara umum, ini bukanlah pembenaran untuk berbagai klaim tersebut yang mempelajari suatu peristiwa oleh sejarawan adalah tidak berbeda dengan beberapa segi yang sudah melekat di dalamnya. Bahkan ketika sejarawan focus dengan pengakuan/penerimaan peresapan nilai dari pokok masalah atau dengan peristiwa yang diliputi dengan nafsu (keinginan besar), yang mana bahwa dia seharusnya menghakimi atau membagi nilai-nilai atau nafsunya tersebut. Sebuah kesalahan besar jika kita menganggap bahwa sebuah penelitian tidak harus disertai dengan nilai moral dan keindahan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Ada pula jawaban mendasar yang menyebut jika penelitian sejarah tak dapat dielakkan dari kesalahan pemutarbalikkan/penyimpangan dari fakta, karena sedikitnya sumber  masalah dan bahan-bahan yang digunakan adalah dari masa lalu yang nota bene harus diseleksi, sehingga sangat sedikit. Anggapan yang membawa pandangan bahwa suatu (penelitian sejarah) tidak mengandung pengetahuan yang kompeten, dan ini adalah akibat wajar dari doktrin filosofis “internality” dari semua hubungan. Perlu dicatat, bahwa doktrin, yang ada dalam setiap catatan sejarah tidak hanya bertindak untuk menghukum/menyalahkan dari suatu peristiwa yang terjadi, tapi juga sebuah penyamaan nilai yang akan ditempatkan untuk semua ilmu, termasuk pula diskursus analitis. Pendeknya, fakta dalam penyelidikan adalah selektif (pilihan) karena keaslian dalam suatu kespesifikasian dan pembatasan yang ada pada tempat-tempat dalam masalah dari sejarawan bukanlah posisi yang salah dari ilmuwan lain dengan penerimaan untuk kemungkinan menerima karakteristik umum sebagai pengetahuan yang objektif dan benar.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Penelitian sejarah yang selektif tidak hanya ada pada point awal; tetapi penyeleksian juga muncul dalam pengusulan solusi untuk masalah ini. Suatu keragu-raguan (skeptis) muncul dalam keobyektivitasan sejarah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Sebuah tanggapan muncul, yakni bahwa tak ada catatan yang bisa memunculkan “kenyataan penuh” dalam suatu peristiwa. Menurutnya, hanya ada sedikit aspek yang bisa diambil/dicakup oleh sejarawan dari suatu peristiwa dan berhenti pada beberapa point dalam jejak masa lalu itu, setiap menerangkan suatu peristiwa adalah dikatakan dalam kesewenang-wenangan/perubahan dan subyektivitas. Bagian dalam obyek ini dapat dihilangkan/ditolak dengan mengingat bahwa ini bukanlah tugas dari penelitian-penelitian yang dimulai oleh sebuah masalah khusus untuk membuatnya kembali sebagai pokok persoalan, dan itu akan menjadi penampilan yang serampangan (tidak beralasan) dari sejarawan dalam pencarian beberapa masalah untuk menyusun “semua yang dikatakan, dilakukan, dan dilewati oleh manusia sepanjang hidupnya”. Tidak hanya membuka fakta bahwa penyelidikan adalah selektif dan bukanlah kevalidan mendasar untuk meragukan jaminan keobyektivitasan dalam kesimpulan; sebaliknya, kecuali kalau suatu penyelidikan menyaringnya dan tidak akan pernah datang mendekat untuk memecahkan kembali jawaban khusus yang ia hasilkan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Meskipun demikian, keberatan/persolan dalam diskusi juga menjadi kesalah pahaman yang lain; ini berpengaruh pada asumsi bahwa setiap sebab dari suatu kondisi mempunyai kondisi penyebabnya sendiri, peristiwa tidak hanya memaparkan denagn jelas segala fase kemunduran dari suatu kejadian/masa, tapi juga kondisi setelah peristiwa tersebut. Ini telah ditegaskan, contohnya jka kita akan mencari tahu tentang Baptist Sermon di Atlanta, kita harus kembali ke reformasi gereja, kita harus mencarinya dari berbagai point yang berhubungan, baik itu dari kondisi social pada masa itu, politik, dan semua hal yang berhubungan denagn keadaan/situasi dimana Baptist Sermon hidup. karena kita perlu bukti-bukti banyak sebelum kita menemukan kebenaran.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Ketika suatu masalah didefinisikan sebagai sebuah kemunduran, maka ini akan menjadi objkektif jika ada 1 jawaban yang sama dari banyak jawaban, selanjutnya ini menjadi kontradiktif. Di sisi lain, fakta bahwa suatu masalah akan mempengaruhi /mendukung terjadinya masalah lain, dan mendorong pada suatu rangkaian yang tidak ada akhirnya tentang penemuan baru, yang sederhananya menggambarkan karakter progresif dari usaha ilmiah, dimana fakta tidak mendukung tuntutan kecuali rangkaian itu diakhiri, setiap solusi yang diusulkan pada suatu masalah dibutuhkan pengujian (perusakan/pembunuhan) kebenaran. Keragu-raguan mengenai kemungkinan penelitian yang objektif dalam sejarah manusia telah mengakibatkan perubahan empiris ketika hal itu mendasari negasinya (sangkalannya) pada pengaruh dugaan dari social dan pribadi yang ada dalam peneitian. Kekhawatiran terwujud dalam &lt;i&gt;apercu&lt;/i&gt; bahwa sejarah ditulis oleh orang-orang yang selamat (hidup lebih lama) bukan dengan alat-alat yang baru; tapi pada tahun-tahun terakhir menjadi mendalam dan memberi diberikan bentuk yang radikal oleh sosiologis. Menurut mereka, semua ingatan adalah dipengaruhi dan dikuasai oleh ‘situasi yang ada’ dalam peristiwa tersebut; dan khususnya ketika berpikir langsung diterapkan pada masalah manusia (&lt;i&gt;human affairs)&lt;/i&gt;, menginterpretasikan dan mengobservasi fakta, kegiatan menemukan masalah dan metode yang digunakan, serta standar validitas yang disesuaikan dengan kedudukan sosialnya, pandangan dunia, kekuasaan politik dan kelas. Setiap tuntutan kognitif mengenai bahan perhatian manusia yang penting dikatakan valid jika dengan aturan social yang khusus dalam kemunculannya, dan keprcayaan bahwa mungkin untuk mendapatkan keterangan-keterangan bahwa hal itu benar bagi setiap orang, terlepas dari posisinya dalam masyarakat, yang dinyatakan sebagai bagian dari penipuan diri (atau ideology) dari suatu budaya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Dari sini muncul 4 masalah berbeda yang menjadi alasan munculnya keragu-raguan (skeptisisme) ini. &lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, pemilihan suatu masalah yang akan dipelajari, khususnya penelitian dalam masalah-masalah manusia, tak diragukan lagi yang dikontrol oleh karakter yang diberikan oleh kebudayaan, dan juga oleh status siswa dalam kebudayaan tersebut. Suatu penyelidikan dalam masalah lalulintas tidak dibuat seperti dalam masyarakat pertanian, dan minat seseorang dalam sejarah tenaga kerja bisa jadi merupakan hal yang berhubungan/terkait dengan posisi sosialnya. Tetapi, bentuk ini dalam kegiatan penyeleksiannya dalam proses penelitian bukanlah hal yang membahayakan obyektivitas.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, tidak ada penelitian yang yang mengambil tema tentang kekosongan intelektual (&lt;i&gt;intellectual vacuum&lt;/i&gt;), dan setiap peneliti berusaha menyelesaikan tugasnya dengan mencari informasi dan ide sebanyak-banyaknya yang didapat dari kebudayaannya. Tetapi ia tidak serta merta mengambil begitu saja informasi tersebut, karena harus menghubungkan komitmen dari nilai kesadaran dan ketidaksadaran dengan status social dari seorang peneliti tak bisa dipungkiri mempengaruhi penerimaan dari suatu kesimpulan melebihi dari yang lain. Dugaan sementara yang ia bawa dalam analisisnya harus menjadi suatu hal yang netral (di antara masalah tersebut) dari semua perbedaan dalam nilai social, bahkan ketika masalah itu adalah berhubungan dengan perkara manusia. Pada segi fakta, ada banyak pertanyaan social seperti dalam ilmu alam yang mana ada kesepakatan di antara siswa (peneliti), meskipun posisi social dan keloyalannya berbeda.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;i&gt;Ketiga,&lt;/i&gt; standar validitas operatif dalam penelitian, harus berhubungan dengan kebudayaan asli yang lain, status social, kelas dan prasangka nasional, dan perspektif dunia pun berpengaruh pada penerimaan individu terhadap kesimpulan tersebut. Contohnya, tingkatan ketelitian yang dibutuhkan dalam pekerjaan eksperimental tidak tergantung dengan perkembangan teknologi suatu negara; dan perbandingan antara sejarah selatan dan utara dalam periode rekonstruksinya mengikuti perang kemerdekaan amerika yang membuat &lt;i&gt;clear force&lt;/i&gt; dan rasialisme. Ini adalah wilayah studi yang belum terjamah dengan sistematis, meskipun sosiologis denagn pengetahuannya telah siap menjelaskan asal mulanya dan kebiasaan penekanan social selama perang yang diterima. Dalam banyak segi, berprasangka adalah sutu tantangan abadi untuk sejarawan kritis dalam mengahadapi &lt;i&gt;human affairs&lt;/i&gt;; dan penelitian dalam factor penyebab prasangka adalah tidak meragukan nilai untuk mnjelaskan kejadian tersebut dan untuk mengurangi jika ada pengaruh yang ditimbulkannya. Fakta sesungguhnya bahwa berprasangka bisa mendeteksi dan menginvestigasi sumber-sumbernya yang menunjukkan masalah tersebut sebagai penjelasan obyektif dalam sejarah yang diharapkan tidak sia-sia. Sebuah pernyataan yang tegas bahwa prasangka sejarawan adalah suatu perbedaan antara berprasangka dan tidak berprasangka, dan bahwa prasangka dapat diidentifikasi. 	Konsekuensinya, ini adalah mungkin, bahkan jika benar-benar sulit, untuk mengoreksi prasangka dan untuk mendapatkan kesimpulan dalam kesepakatan yang lebih baik dengan bukti. Jika keraguan mengenai obyektivitas sejarah diterangkan dalam pertimbangan dasar yang menghubungkan antara pengaruh factor-faktor social atas pengujian bukti. Ini seringkali mempengaruhi sikap skeptisisme mengenai kemungkinan beberapa penjelasan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;i&gt;Keempat,&lt;/i&gt; terkadang terjadi perdebatan bahwa perspektif social siswa dari &lt;i&gt;human affairs&lt;/i&gt; bukanlah hanya mempengaruhi hasil penelitiannya, tapi juga logika yang meliputi standar validitasnya deperti dalam maksud pernyataannya. Dan di sini ditegaskan bahwa ada penolakan thesis yang mengatakan “kejadian awal dari semua keadaan tidak relevan untuk kebenarannya”. Di sisi lain, skeptisisme radikal dalam memandang tentang penjelasan yang obyektif dari &lt;i&gt;human affairs&lt;/i&gt; adalah bahwa akibatnya dikualifikasikan dengan tuntutan selanjutnya bahwa “tipe yang berhubungan” dari keobyektivitasan dapat diterima. Kerananya siswa yang memiliki perspektif social sama dan bekerja dalam kategori dan konsep yang sama akan mendapatkan kesimpulan yang sama dari banyak masalah ketika karakteristik standar dari perspektif umum benar-benar ditampilkan.  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Terdapat perbedaan dialektikal dan faktual yang berbeda dalam beberapa klaim. Tak ada bukti factual yang menunjukkan bahwa “isi dan bentuk” pernyataan atau standar validitas, bahwa logika adaah factor yang diutamankan dalam perspektif social dalam penelitian. Fakta-fakta dibentuk tidak lebih dari berbagai macam penyebab diantara pokok-pokok ini. Contohnya, suatu pandangan public bahwa “mental” atau logika dari kelompok sosial primiti berbeda dari orang-orang yang hidup dalam peradaban Eropa, ini adalah pendapat umum yang sudah nyata dan tegas, tanpa pembentukan lagi. Mengapa tak ada persamaan pendapat mengenai masalah yang sama (&lt;i&gt;human affairs&lt;/i&gt;)? Ini diakibatkan oleh perbedaan dominansi dari sejarawan itu sendiri, yakni adanya logika yang merdeka dan berbeda satu sama lain, tergantung pada lingkungan social yang melingkupinya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Sesungguhnya, validitasnya adalah lebih dekat dengan batasan diri (karakteristik dan kepribadian masingmasing peneliti), tak ada siswa dengan perspeki social berbeda yang dapat dengan jelas memahami atau mengujinya, dan ini harus dihilangkan karena ketidarelevansiannya dengan sebagian besar peneliti dalam pertanyaan social. Atau dengan kata lain bahwa maksud dan kebenaran dalam sejarah bukanlah logika yang tergantung pada status social yang melingkupinya? dari sini kemudian muncul suatu kesimpulan tentang &lt;i&gt;human affairs&lt;/i&gt; yang memunculkan “kevalidan obyektifitas”.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5934825681142959429-5105169786587741312?l=laelyarmy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laelyarmy.blogspot.com/feeds/5105169786587741312/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2009/04/logika-dalam-analisis-sejarah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/5105169786587741312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/5105169786587741312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2009/04/logika-dalam-analisis-sejarah.html' title='LOGIKA DALAM ANALISIS SEJARAH'/><author><name>laelyarmy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575767304171158431</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_3gwkGDZeHRU/TOdUsS7Zq-I/AAAAAAAAAC8/2J4gA4G7xAo/S220/DSC00024.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3gwkGDZeHRU/SfadKo5_qYI/AAAAAAAAABs/Y-bvGL_ynQM/s72-c/di+kantin+3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5934825681142959429.post-6767545012412986014</id><published>2009-03-22T21:05:00.000-07:00</published><updated>2009-03-22T21:18:03.486-07:00</updated><title type='text'>Black Campaign</title><content type='html'>Black Campaign/Kampanye Hitam merupakan kampanye yang dilarang oleh KPU dan sistem Pemilu Indonesia. Jika di kota-kota besar black campaign mudah sekali diidentifikasi dan kemudian dilakukan tindakan tegas oleh Panwaslu, namun di desa-dea dan kota-kota kecil, Black Campaign tetap saja masih banyak.&lt;br /&gt;Daerah saya termasuk "black campaign area" (wilayah yang telah diwabahi oleh black campaign caleg-caleg dari berbagai partai). Sebagai contoh, ketika itu (sebelum masa kampanye) ada seorang anggota DPRD yang mencalonkan diri (lagi) membagi-bagikan bingkisan roti (saat itu adalah hari raya Islam) kepada masyarakat. Awalnya saya respect sekali dg bingkisan tersebut, tetapi kemudian saya melihat ada sepucuk kerta yang berisi foto Anggota DPRD tersebut dan disampingnya bergambar masjid (NB: Caleg tersebut beragama Kristen). Sontak saya dan keluarga hilang selera untuk memakan roti tersebut, kamipun memberikannya kepada tetangga. Sampai sekarang, caleg tersebut pun seringkali menggunakan "kalimat-kalimat Islam (ex. Assalamu'alaikum, Alhamdulillah, dsb) ketika berkampanye. Lalu bagaimana sikap Panwaslu? MEREKA DIAM SAJA!!!!&lt;br /&gt;Kemudian ada kasus lain, orang tua saya adl seorang guru, ketika itu saya melihat ada foto caleg dari partai A. Karena merasa asing, sayapun bertanya kpd orang tua saya, beliau menjawab bahwa ia mendapat brosur itu dari dinas pendidikan di daerah saya. saya pun bertanya, apakah Bapak Caleg ini masih PNS? Ibuku menjawab YA!!!ASTAGHFIRULLAH, sontak saya merasa tidak enak. Ada apa dengan daerah saya? Bagaimana masa depannya kelak jika calon-calon wakil mereka di DPR sudah pintar berbohong dan berbuat curang!!!&lt;br /&gt;SAYA HARAP BAGI SEMUA CALON PEMILIH, PILIHLAH WAKIL YANG TIDAK MENGGUNAKAN CARA_CARA SEPERTI INI!!!!1&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5934825681142959429-6767545012412986014?l=laelyarmy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laelyarmy.blogspot.com/feeds/6767545012412986014/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2009/03/black-campaign.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/6767545012412986014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/6767545012412986014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2009/03/black-campaign.html' title='Black Campaign'/><author><name>laelyarmy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575767304171158431</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_3gwkGDZeHRU/TOdUsS7Zq-I/AAAAAAAAAC8/2J4gA4G7xAo/S220/DSC00024.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5934825681142959429.post-2798523735827547270</id><published>2009-03-22T20:36:00.000-07:00</published><updated>2009-03-22T21:02:59.595-07:00</updated><title type='text'>GolPut, SALAHKAH?</title><content type='html'>Pernyataan salah satu anggota MUI tentang hukum &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;HARAM &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Golput bagi umat Islam, sangat mencengangkan banyak pihak, termasuk Saya. Banyak pihak yang mempertanyakan eksistensi MUI sebagai wadah umat Muslim. Seakan-akan mereka hanya mewadahi "sekelompok" saja (para kelompok partai?), dan tidak mewakili seluruh umat muslim di Indonesia.&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian saya menemukan artikel yang membahas tentang Fatwa MUI tersebut, dan bunyi fatwa tersebut ternyata tidak "Seekstrim" yang dikatakan oleh anggota MUI tersebut. Dalam fatwa tersebut, berdasarkan interpretasi saya, ternyata menyiratkan bahwa kita (umat Islam) dibolehkan untuk tidak memilih (golput) jika caleg-caleg ataupun capres-cawapres kelak, tidak sesuai dengan kriteria pemimpin menurut Islam. Namun, jika terdapat pemimpin atau caleg tersebut, pilihlah ia.&lt;br /&gt;Bagi saya, Golput adalah pilihan juga, jadi janganlan ada hukum-hukum manusia yang mengingkarinya. Saya pun akan tetap menghormati manusia Golput, karena meski seolah-olah mereka tidak punya pilihan, tetapi mereka tetap memiliki prinsipnya!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5934825681142959429-2798523735827547270?l=laelyarmy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laelyarmy.blogspot.com/feeds/2798523735827547270/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2009/03/golput-salahkah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/2798523735827547270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/2798523735827547270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2009/03/golput-salahkah.html' title='GolPut, SALAHKAH?'/><author><name>laelyarmy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575767304171158431</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_3gwkGDZeHRU/TOdUsS7Zq-I/AAAAAAAAAC8/2J4gA4G7xAo/S220/DSC00024.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5934825681142959429.post-33344250854681592</id><published>2009-03-20T23:26:00.003-07:00</published><updated>2009-03-20T23:51:49.854-07:00</updated><title type='text'>KETULUSAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Tulus ialah keikhlasan&lt;br /&gt;Tulus ialah pengorbanan&lt;br /&gt;Tulus ialah tanpa pamrih&lt;br /&gt;Tulus ialah karena cinta&lt;br /&gt;Tulus ialah karena merasa memiliki&lt;br /&gt;Tulus ialah perhatian&lt;br /&gt;Tulus ialah satu jalan meraih surga&lt;br /&gt;Bukan hal mudah menjadi "tulus", meski untuk orang yang kita sayangi sekalipun. Apalagi ketika kita harus mengorbankan sesuatu yang sangat kita sayangi, sesuatu yang telah lama ada di hati kita. Seringkali kita menuntut orang untuk berbuat tulus kepada kita, sedangkan kita sendiri sangat sulit untuk berbuat demikian. Jika semua manusia berpikir seperti itu, akankah ada manusia tulus di dunia ini? mau jadi apa dunia ini?&lt;br /&gt;Menjadi orang tulus sangatlah sulit dan membutuhkan hati yang sangat lapang, tapi ingatlah KETULUSAN bukan berasal dari apapun tetapi dari HATI...&lt;br /&gt;LAKUKAN DENGAN HATI....&lt;br /&gt;SEPAKAT UNTUK JADI TULUS?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5934825681142959429-33344250854681592?l=laelyarmy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laelyarmy.blogspot.com/feeds/33344250854681592/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2009/03/ketulusan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/33344250854681592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/33344250854681592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2009/03/ketulusan.html' title='KETULUSAN'/><author><name>laelyarmy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575767304171158431</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_3gwkGDZeHRU/TOdUsS7Zq-I/AAAAAAAAAC8/2J4gA4G7xAo/S220/DSC00024.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5934825681142959429.post-151988444933540492</id><published>2009-03-20T00:20:00.000-07:00</published><updated>2009-03-20T00:28:05.331-07:00</updated><title type='text'>Keinginan dan Kebutuhan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Pernah suatu hari saya marah pada Allah (Astaghfirullah...) kenapa Ia tidak pernah memberikan apa yang sangat saya inginkan saat itu? Saya marah dan kecewa....pernahkah kalian merasakan seperti saya? Lalu saya mulai menyelami lagi dan bertanya ke dasar hati saya, apakah benar ini yang saya inginkan? Apakah benar bahwasanya saya membutuhkannya? Setelah lama berfikir, jawabannya adalah saya menginginkan itu hanya karena gengsi dan malu pada perkataan orang semata...Sekarang. marilah kita selalu berfikir positif pada Allah, karena Dia yang menciptakan kita dan Dia pula yang mengetahui apa yang terbaik untuk kita dan yang betul-betul kita BUTUHKAN!!!karena, keinginan hanyalah pemuasan nafsu belaka....&lt;br /&gt;ALLAH SELALU MEMBERIKAN YANG KITA &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;BUTUHKAN&lt;/span&gt;, BUKAN YANG KITA &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;INGINKAN&lt;/span&gt;...BELIEVE IT!!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5934825681142959429-151988444933540492?l=laelyarmy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laelyarmy.blogspot.com/feeds/151988444933540492/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2009/03/keinginan-dan-kebutuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/151988444933540492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/151988444933540492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2009/03/keinginan-dan-kebutuhan.html' title='Keinginan dan Kebutuhan'/><author><name>laelyarmy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575767304171158431</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_3gwkGDZeHRU/TOdUsS7Zq-I/AAAAAAAAAC8/2J4gA4G7xAo/S220/DSC00024.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5934825681142959429.post-2441167174171297848</id><published>2009-03-01T03:48:00.001-08:00</published><updated>2009-03-01T03:53:21.998-08:00</updated><title type='text'>Mengerti Sejarah</title><content type='html'>Sejarah adalah cerita masa lalu. Namun sejarah bukanlah sebuah dongeng. Sejarah adalah sebuah pelajaran yang paling berharga dari pelajaran apapun di dunia ini. Manusia yang tidak pernah tahu sejarahnya adalah manusia yang paling bodoh di dunia. Keberhasilan seseorang tidak akan lepas dari bagaimana caranya dalam mempelajari sejarah hidupnya dan sejarah hidup orang di sekelilingnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5934825681142959429-2441167174171297848?l=laelyarmy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laelyarmy.blogspot.com/feeds/2441167174171297848/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2009/03/mengerti-sejarah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/2441167174171297848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5934825681142959429/posts/default/2441167174171297848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laelyarmy.blogspot.com/2009/03/mengerti-sejarah.html' title='Mengerti Sejarah'/><author><name>laelyarmy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09575767304171158431</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_3gwkGDZeHRU/TOdUsS7Zq-I/AAAAAAAAAC8/2J4gA4G7xAo/S220/DSC00024.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
